Banner Header Komunitas SOP

Resign Setelah Melahirkan

Browse By

Melahirkan seorang anak akan membuat banyak perbedaan pada kehidupan Anda. Seorang perempuan akan menyandang status baru, yaitu menjadi seorang ibu. Mungkin akan banyak rencana baru yang terlintas dalam benak ibu atau calon ibu, misalnya tentang resign–berhenti dari pekerjaan–setelah melahirkan.

Mengapa Harus Resign?

Sebagai seorang ibu baru, menghabiskan waktu bersama anak adalah suatu hal yang sangat istimewa. Sangat wajar jika Anda ingin selalu ada di dekat buah hati Anda. Inilah salah satu alasan mendasar mengapa banyak ibu baru yang ingin resign dari pekerjaan mereka.

Apa Dilemanya ?

Selain keinginan untuk terus selalu ada di dekat si kecil, ibu juga mempertimbangkan hal-hal lain seperti mengikhlaskan karier, kondisi keuangan keluarga, atau kesibukan apa lagi yang akan dijalani ibu sebagai selingan dari pekerjaan utama yaitu mengasuh anak.

Memutuskan berhenti bekerja atau tidak adalah sebuah keputusan yang besar yang tidak bisa diputuskan dalam keadaan emosional. Anda perlu memikirkan banyak hal, termasuk berdiskusi dengan suami agar keputusan yang anda ambil tidak menjadi beban dalam pikiran anda.

Hal-Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Resign Kerja Setelah Melahirkan

Karena merupakan sebuah keputusan besar, resign dari pekerjaan harus dipertimbangkan baik-baik. Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan adalah sebagai berikut.

1. Apa yang akan Anda Lakukan supaya tetap Aktif?

Sebelumnya, Anda punya banyak pekerjaan yang mengisi hari-hari Anda. Anda juga banyak bertemu dengan orang-orang. Setelah melahirkan , pekerjaan seorang ibu memang tetap banyak. Akan tetapi, cukup banyak ibu baru yang merasa terisolasi dari lingkungan sosial. Inilah kadang yang bisa membuat para Ibu merasa stress.

Ada kalanya Anda perlu berganti peran dari ibu rumah tangga menjadi Ibu dengan aktivitas di luar rumah.. Pada saat seperti ini, Anda butuh suatu kegiatan lain yang bisa membuat Anda tetap aktif berkarya dan terhindar dari stres. Anda harus memikirkan hal ini terlebih dahulu sebelum akhirnya memutuskan untuk resign dari pekerjaan.

2. Seberapa Stabil Kondisi Keuangan Anda?

Kondisi keuangan keluarga menjadi salah satu hal penting yang harus dipertimbangkan. Dampak terbesar yang akan langsung Anda rasakan ketika berhenti bekerja adalah pemasukan berkurang. Pertimbangkan gaji yang masuk dari suami, lalu perkiraan besar pengeluaran, dan tabungan.

Apabila Anda memutuskan untuk tetap bekerja, Anda juga harus mempertimbangkan masalah lain, yang juga akan berdampak pada finansial keluarga. Apakah saat anda memilih bekerja anak akan diasuh oleh pengasuh bayi (babt sitter)? Atau dititipkan ke penitipan bayi? Apakah jumlah pemasukan suami dan istri cukup untuk meng-cover semuanya?

Memperhitungkan kondisi finansial bisa membuat Anda lebih mantap dalam memilih apakah harus berhenti bekerja atau tidak.

3. Apakah Suami Setuju?

Suami adalah partner Anda dalam mengarungi kehidupan keluarga. Resign atau tidak resign setelah melahirkan baiknya juga didiskusikan dengan suami. Apabila Anda memutuskan untuk kembali bekerja, diskusikan juga masalah pembagian waktu, kapan waktu wajib bersama keluarga, dan lain-lain.

Untuk kembali bekerja setelah melahirkan, butuh komitmen yang kuat antara Anda dan suami. Kerja sama Anda dan suami dalam mengasuh anak sangat dibutuhkan agar tumbuh kembang si kecil tetap optimal. Hindari kesalahpahaman sekecil apapun supaya hubungan keluarga tetap harmonis.

4. Pilihan Harus Mantap

Setelah berdiskusi dengan suami dan orang-orang terdekat, pilihan yang Anda pilih harus mantap. Jangan mengambil keputusan saat sedang emosional.

Pertimbangkan dengan cermat beberapa hal yang telah dijelaskan di atas, lalu mantapkan hati dengan pilihan yang telah Anda buat dan jangan mudah terpengaruh opini negatif dari orang lain.

Artikel Pilihan:

Masih Dilema tentang Ibu yang Bekerja?

Tantangan Sehari-Hari Ibu Bekerja dan Solusinya

Pengaruh Jam Kerja pada Tumbuh Kembang Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *