Banner Header Promo Oktober

Saat Anak Mengatakan “Aku Tidak Bisa Melakukannya”

Browse By

“Ma, adek gak bisa ngerjain soal ini”

“Bu, kaos kaki adek gak bisa ditemukan”

“Yah, Adek gak bisa buka snack ini”

“Gak bisa, gak bisa, pokoknya Adek gak bisa”

Apakah, Parents sering mendengar rengekan seperti ini dari si kecil? Ya, merengek bahwa mereka tidak bisa melakukan sesuatu. Jika kondisi ini berlangsung sekali atau dua kali mungkin masih wajar. Tapi, bagaimana jika hal ini terjadi terus menerus? Apakah Si Kecil benar-benar tak bisa melakukan hal tersebut? Atau, jangan-jangan karena mereka “Tidak mau melakukannya”?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita melangkah mundur sejenak dan tanyakan pada diri sendiri:

  • “Apakah tugas yang aku berikan berlebihan untuk anak seumur itu?”
  • “Apakah tugas ini terlalu sulit untuknya?”
  • “Apakah anakku membutuhkan bantuan agar bisa mengerjakan hal tersebut?”

Jika, Parents bisa menemukan alasan paling mendekati dari pertanyaan “Mengapa anak tidak bisa?” saat mengerjakan sesuatu, maka Parents bisa mencari solusinya. 

Namun, beberapa hal di bawah ini akan membantu Parents dalam menghadapi situasi saat anak mengatakan “Aku tidak bisa.”

  1. Tawarkan Bantuan 

Menawarkan bantuan bukan berarti menyelamatkan anak dari permasalahan yang sedang mereka hadapi. Namun lebih kepada memberikan bantuan agar tugas yang akan mereka kerjakan sedikit lebih mudah.

Sebagai contoh, saat anak tak mampu mengerjakan soal Matematika, minta mereka membacakan soal dengan perlahan dan jelas lalu tanyakan apakah mereka memahami soalnya. Lalu, berikan analogi sederhana untuk soal tersebut. 

Atau, saat si kecil kesulitan mencari kaos kaki di lemari pakaian, Parents bisa memberikan petunjuk terkait letak kaos kaki tersebut. Misalnya, “Kaos kakinya terletak di rak ketiga”. Dan, masih banyak cara untuk membantu anak mengerjakan sesuatu.

  1. Beri Perhatian Lebih

Saat anak mengatakan “Aku tidak bisa”, seringkali mereka hanya merasa tidak percaya diri melakukan sesuatu dan membutuhkan dukungan moral dari orang tua. Maka, jangan ragu untuk memberikan perhatian lebih pada anak dengan cara memeluknya dan memberinya semangat bahwa mereka bisa melakukan hal tersebut.

kenapa anak sering mengatakan tidak bisa?

  1. Hadir

Kehadiran orang tua saat anak mengatakan bahwa “Aku tidak bisa”, akan memberikan dampak yang positif. Maka, jangan lupa untuk selalu hadir saat anak merasa tidak bisa melakukan sesuatu. Sedikit bantuan mungkin bisa meringankan tugas mereka. Namun, ingat jangan biarkan Anda yang melakukan tugas tersebut. Kehadiran orang tua hanya untuk membuat anak merasa lebih percaya diri dan mengurangi pikiran “Aku tidak bisa”.

  1. Berikan Waktu Istirahat

Terlalu lelah mengerjakan sesuatu membuat anak merasa “aku tidak bisa”. Maka, biarkan anak istirahat sejenak untuk melepas lelah.  Mengajak anak pergi ke halaman untuk menghirup udara segar atau menawarkan sedikit camilan, akan membantunya kembali bersemangat mengerjakan tugas yang tadinya tak bisa dilakukan.

  1. Apresiasi 

Memberikan anak apresiasi terhadap apa yang dia kerjakan akan membantu anak lebih bersemangat untuk mengerjakan tugas di kemudian hari. Sebaiknya, orang tua fokus pada proses dan bukan hanya pada hasil. 

Sebagai contoh, saat anak diminta menulis halus sebagai PR, maka apresiasi tulisannya. Parents bisa mengatakan, “Wah, tulisan Kakak susah bagus, tapi sepertinya bisa lebih rapi. Lain kali kita coba lagi yuk.”

  1. Evaluasi Tugas 

Bisa jadi, tugas yang sedang dikerjakan anak memang sedikit rumit sehingga anak merasa “aku tidak bisa” mengerjakannya. Untuk itu, mengevaluasi tugas yang sedang dikerjakan anak adalah hal penting bagi orang tua. Orang tua bisa memberikan bantuan kepada anak agar tugas yang mereka kerjakan lebih ringan.

  1. Ajak Anak Bermain

Jika anak merasa “aku tidak bisa” mengerjakan sesuatu, maka bantu mereka dengan sedikit permainan. Misalnya, saat anak tidak mampu menghabiskan makanan setelah makan beberapa suap, Parents bisa mengajaknya bermain atau bercanda sejenak sampai anak lupa dan akhirnya menghabiskan makanan yang ada di depannya.

  1. Ajak Berdiskusi

Saat anak merasa “aku tidak bisa” mengerjakan sesuatu, maka ajak dia berdiskusi untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Misalnya, saat anak kesulitan mengikuti pelajaran matematika di sekolah, ajak anak berdiskusi kira-kira apa yang bisa dilakukan agar ia memahami pelajaran matematika. Parents bisa menawarkan kursus mata pelajaran matematika agar anak lebih memahami pelajaran tersebut kedepannya. Tentunya banyak hal lain yang bisa didiskusikan bersama dengan anak. 

Hal yang perlu diingat saat anak merasa “aku tidak bisa” melakukan sesuatu jangan langsung menggantikan anak mengerjakan pekerjaan tersebut. Lakukan beberapa langkah di atas untuk membantunya lebih mandiri.

Baca Juga:

  1. Anak Remaja Memberontak, Wajar?
  2. Anak Terlalu Sensitif = “Cengeng”?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *