STEAM, Pilihan Pembelajar Abad 21

Browse By

Perubahan dunia membuat kita harus berpikir keras mengikuti perkembangan zaman. Pun dengan anak-anak yang menjadi bagian dari pembelajar abad 21. Para orangtua, pendidik, hingga pemerhati anak saat ini sedang berlomba-lomba mencari metode pembelajaran yang cocok bagi anak. Tujuannya satu, agar anak memiliki bekal yang cukup dalam menghadapi kerasnya kehidupan yang semakin maju, mungkin 10 atau 20 tahun mendatang.

Pertanyaannya kemudian, apakah kita sudah berusaha cukup keras dalam mempersiapkan anak menghadapi dunia setelah mereka meninggalkan sekolah?

Para ahli percaya bahwa, masih banyak tugas atau PR yang harus dikerjakan untuk memastikan anak-anak lebih siap menghadapi dunia. Meskipun saat ini, kita bahkan tidak tahu dunia seperti apa dan bagaimana yang akan dihadapi anak-anak kelak. Namun, kita harus berusaha memberikan seluruh waktu dan tenaga untuk mempersiapkan anak menghadapi dunia esok mulai sekarang.

Para ahli menambahkan, sudah menjadi tugas orangtua, pendidik dan pemerhati anak untuk menginspirasi anak-anak agar mereka mampu berperan aktif dalam menemukan sesuatu dan bertahan menghadapi dunia yang semakin maju ini.

Anak-anak pembelajar abad 21 juga perlu bertindak, melakukan sesuatu, tidak takut dalam mencoba hal baru meskipun gagal pada awalnya, namun anak-anak akan belajar dari kesalahan yang dibuatnya dan akhirnya menemukan solusi yang tepat.

Lalu, kira-kira keterampilan seperti apa yang harus dimiliki pembelajar abad 21 untuk menghadapi dunia?

Perubahan dunia yang semakin cepat dan maju ini membuat kita tidak bisa membayangkan “pekerjaan” seperti apa yang nantinya akan muncul di masa depan. Bayangkan saja hanya dalam waktu 20 tahun, kecanggihan teknologi telah mengubah segalanya. Mulai dari mempermudah komunikasi, hingga mempermudah memenuhi kebutuhan hidup, seperti antar pesan makanan secara online, atau berbelanja secara online.

Teknologi sekarang ini sangat mempermudah kehidupan manusia. Banyak yang dulunya dikerjakan oleh manusia, sekarang ini cukup dilakukan oleh mesin.

Berawal dari sinilah, pembelajar abad 21 mulai harus dilatih keterampilan khusus melalui metode pengajaran STEAM. Yaitu, metode pembelajaran yang mengedepankan science, technology, engineering, arts, dan mathematics.

Steam dianggap sebagai metode pembelajaran yang cocok bagi pembelajar abad 21 ini. Para ahli bahkan berpendapat bahwa STEAM mampu membuat anak-anak pembelajar abad 21 menjadi lebih tangguh, fleksibel dan pada akhirnya sukses dalam memasuki dan menghadapi dunia nyata. Bahan mampu berkontribusi pada masyarakat luas.

Dilansir dari nordangliaeducation.com, beberapa penelitian telah dilakukan terkait metode pembelajaran ini. Berdasarkan penelitian tersebut, ternyata pembelajaran musik dan seni (Arts) oleh anak bisa meningkatkan literasi, matematika, dan pengembangan kognitif. Tak hanya itu, ternyata dengan menggunakan metode STEAM, khususnya arts, juga mampu membangun kepercayaan diri anak-anak serta memperkuat interaksi sosialnya.

Apa Pentingnya STEAM Bagi Pembelajar Abad 21?

STEAM dianggap salah satu metode pembelajaran yang penting khususnya bagi pembelajar abad 21 karena melalui metode ini, anak-anak mampu mengembangkan keterampilan “lintas mata pelajaran”. Keterampilan yang dikembangkan anak-anak ini melalui berbagai macam eksperimen, percobaan, melalui kesalahan (kegagalan) dan tentunya kreativitas yang merupakan dasar dari metode STEAM.

Metode belajar STEAM juga dianggap penting bagi pembelajar abad 21 karena melalui metode ini, anak-anak dipersiapkan untuk menghadapi dunia nyata. Dunia yang penuh dengan kerumitan dan permasalahan. Namun, anak-anak juga diajarkan bahwa tidak ada masalah yang tidak mampu diselesaikan melalui pengetahuan. Apakah itu, memecahkan kanker, menemukan obat dari penyakit langka, memerangi perubahan iklim dan lain sebagainya.

Belajar menggunakan metode STEAM, sangat membantu anak-anak untuk mengetahui bagaimana dunia ini bekerja berdampingan dengan manusia.

Jadi, tunggu apa lagi, yuk bersama-sama mengenal STEAM lebih jauh.

Baca juga:

  1. Kenalan Yuk, dengan Metode Belajar STEM Bagi Si Kecil
  2. Quality Time Activity: Belajar “Sains” Lewat Metode Stem

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *