Banner Header Komunitas SOP

Kenalan Yuk dengan Metode Belajar STEAM bagi Si Kecil

Browse By

Belajar memang dimulai sejak dini. Fenomena yang jamak berkembang di masyarakat kita adalah belajar menulis dan membaca.

Namun di dunia pendidikan usia dini, sebenarnya sedang berkembang metode pendidikan baru yang menyangkut bukan hanya pembelajaran baca tulis hitung (Calistung) namun juga sains hingga teknologi.

Metode ini disebut dengan STEAM, yang merupakan singkatan dari Science, Technology, Engineering, Arts dan Mathematics. Alih-alih hanya mengenalkan technology melalui gadget pada anak, metode STEAM ini sekaligus mengajarkan anak pada kelima hal sekaligus melalui metode belajar yang lebih menyenangkan bagi anak.

Lalu, apa sih pentingnya metode STEAM ini bagi anak-anak?

Metode STEAM ini penting untuk melatih anak berpikir secara kritis serta membangun cara berpikir logis dan sistematis. Melalui metode ini anak akan belajar tanpa menyadari bahwa dirinya sedang belajar, karena STEAM dikemas dalam bentuk permainan menyenangkan bagi anak. Tentunya anak akan sangat senang jika diajak bermain kan?

Metode STEAM ini juga sangat erat kaitannya dengan pembelajar abad 21, karena lewat metode STEAM, anak-anak akan bermain permainan yang memiliki nilai edukasi. Dengan metode STEAM orangtua akan diajarkan bagaimana membuat aktivitas bermain bersama anak di rumah saat liburan, saat sedang turun hujan dan tidak bisa pergi kemana-mana, beberapa kegiatan ketika sedang liburan bersama keluarga dan di situasi lainnya.

Apa yang Bisa dilakukan Orangtua dalam Mengenalkan STEAM pada Anak?

Bagi Anda yang tertarik menggunakan metode pembelajaran STEAM ini, maka Anda bisa mengenalkan anak pada dasar-dasar keterampilan STEAM, seperti:

  1. Mendorong anak bertanya
  2. Bekerja bersama anak (terlibat dalam aktivitas anak)
  3. Mengajarkan anak berpikir secara kreatif
  4. Mendorong anak menyelesaikan masalah (problem solving)
  5. Mendorong anak mengeksplorasi sesuatu dan mengambil resiko yang sudah diperhitungkan dampaknya bagi anak.
  6. Menguji solusi dari suatu masalah
  7. Menemukan cara baru dalam melakukan sesuatu.

Dengan mendorong anak bertanya dan mengizinkan mereka untuk mengambil peran aktif dalam proses pembelajaran, maka akan membantu anak memahami dunia di sekitar mereka.

Oleh karena itu, saat anak bertanya sesuatu pada Anda, maka saat itu juga anak-anak sedang mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan membangun kemampuan STEAM mereka sendiri. Sehingga, saat anak bertanya usahakan untuk tidak langsung menjawab. Gunakan pertanyaan tersebut sebagai alat pendorong anak-anak mencari jawaban sendiri. Tentu saja dengan bimbingan dari orangtua.

Baca juga:

  1. Jangan Lengah Parents, Ini Bahayanya Anak Sering Bermain Gadget.
  2. Latih Anak Berpikir Kritis: Ciptakan Generasi Milenial Bebas Hoax

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *