Anak Remaja Memberontak, Wajar?

Rasanya sudah menjadi hal umum yang dianggap wajar bahwa remaja punya karakteristik pemberontak. Saking wajarnya, sebagian besar orang tua sudah mulai mempersiapkan mental menghadapi fase ini. 

Nah, meskipun dianggap wajar, sebagai orang tua tentu kadang bertanya-tanya kenapa ya fase memberontak ini hampir selalu dialami oleh anak yang baru saja beranjak remaja?

Otak Sedang Dalam Konstruksi

Menurut David Elkind, PhD seorang profesor perkembangan anak di Tuft University School of Medicine di Boston menjelaskan bahwa fase memberontak pada anak remaja berkaitan dengan perkembangan bagian otak yang disebut dengan prefrontal cortex

Bagian prefrontal cortex ini adalah bagian otak yang berada di belakang dahi dan berfungsi sebagai pusat penilaian dan sebagai topi berpikir. Elkind menjelaskan bahwa, berkembangnya bagian prefrontal cortex ini membuat anak remaja mulai mengembangkan cita-cita dan ide mereka sendiri.  

Apa yang Membuat Anak Remaja dan Anak Usia Dini Berbeda?

Dengan berkembangnya bagian prefrontal cortex, maka tentu saja ada yang berbeda dari cara berpikir anak remaja dan anak usia dini. Saat anak dalam usia dini, mereka tidak melihat kekurangan orang tua dan menganggap bahwa orang tua adalah sosok yang selalu benar dan paling tahu segala hal, maka anak remaja melihat dunia lebih realistik. 

Anak remaja mulai membangun ide bagaimana seharusnya menjadi orangtua berdasarkan banyak hal. Misalnya berdasarkan pada orangtua teman-teman, atau berdasarkan orang lain yang mereka lihat melalui berbagai media online. Remaja juga mulai mengembandingkan orangtua mereka sendiri dengan orangtua ideal menurut pemikiran mereka. Inilah yang membuat anak remaja mulai mengalami fase memberontak. 

Nah, meskipun Elkind mengatakan bahwa perkembangan bagian otak membuat anak remaja mulai mengembangkan ide dan cita-citanya sendiri, ternyata ada hal lain yang memicu anak remaja memberontak loh! Apa saja sih alasan lain yang membuat remaja memberontak?

Pemicu Lain Remaja Memberontak

  • Keinginan untuk Mandiri

Masa remaja adalah masa di mana seseorang berada di antara masa anak-anak dan masa dewasa. Kondisi inilah yang menyebabkan remaja memiliki motivasi untuk menjadi seseorang yang lebih mandiri, sehingga seringkali membuat mereka menjadi pemberontak terhadap aturan tertentu. Jadi, tidak heran jika anak remaja juga seringkali membantah pada orangtua kan?

  • Peningkatan Perbedaan dengan Orangtua

Aturan yang diikuti oleh remaja sejak kecil saat ini terasa terlalu ketat. Kondisi ini membuat banyak remaja mulai mempertanyakan kenapa harus ada aturan seperti ini dan itu. Remaja bahkan mulai merasa bahwa aturan-aturan tersebut sangat membatasi kebebasannya. Misalnya, saat orangtua memberikan aturan bahwa rambut anak remaja tidak boleh diwarnai padahal menurut mereka hal ini sangatlah keren. Perbedaan inilah yang memicu anak remaja memberontak.

  • Keputusan Remaja yang Impulsif

Para ahli mengatakan bahwa keputusan remaja seringkali impulsif dan didasari oleh keinginan untuk mendapatkan kesenangan sementara dan menemukan pengalaman yang menyenangkan. Kondisi ini seringkali mengaburkan proses pemikiran sebelum mengambil keputusan. Hal inilah yang membuat orangtua bertentangan dengan remaja dan pada akhirnya membuat remaja memberontak terhadap batasan yang dibuat oleh orangtua. 

Misalnya, saat anak remaja mulai mencoba merokok, minum alkohol bahkan melakukan seks bebas untuk kesenangan sementara dan tidak memikirkan akibatnya. Semua keinginan ini hampir selalu dilarang oleh orangtua, sehingga membuat remaja memberontak pada orangtua. 

  • Tekanan dari Teman Sebaya (Peer Pressure)

Remaja seringkali menekankan kepercayaan pada kelompok atau teman sebayanya sehingga mereka bisa menjadi bagian dari kelompok tersebut. Sehingga tak jarang anak remaja berusaha untuk menyenangkan kelompoknya meskipun hal tersebut bertentangan dengan orangtua. 

  • Perubahan Hormon

Perubahan hormon selama masa remaja juga sangat mampu memberikan perubahan drastis dalam diri remaja. Salah satunya adalah perubahan pola pikir pada anak remaja. Misalnya saja perubahan pada hormon seks pada anak remaja memiliki dampak signifikan pada fungsi otak dan dapat mempengaruhi neurotransmitter esensial yang menyebabkan masalah dengan suasana hati dan perilaku anak remaja. 

 

Bagaimana Menghadapi Fase Memberontak Pada Remaja?

  • Tetap Tenang

Cara pertama yang perlu dilakukan untuk menghadapi fase memberontak remaja adalah dengan bersikap tenang. Ingat bahwa anak remaja tetaplah anak-anak. Gunakan nada suara lembut dan sopan untuk bertanya apa yang ada dipikiran mereka. Tampilkan bahasa tubuh yang tidak agresif dan tunjukkan kepedulian yang tulus melalui nada bicara Anda.

  • Hindari Gunakan Hukuman Berat

Hukuman tidak akan bekerja sama seperti saat mereka masih kecil. Maka dari itu hindari hukuman berat seperti mengunci anak remaja di dalam kamar, menampar anak remaja, atau menghentikan mereka mengkonsumsi makanan favoritnya. Hukuman seperti ini hanya akan membuat anak remaja semakin memberontak.

  • Ajak Bicara Layaknya Teman

Sebaiknya ajak anak remaja berbicara layaknya teman untuk menghadapi fase memberontaknya. Letakkan posisi Anda sama seperti anak remaja dan hindari kalimat-kalimat Authoritarian. Misalnya, “aku ini Ayahmu/Ibumu kamu harus mendengarkan aku!” Dengan meletakkan diri Anda seperti anak remaja maka Anda bisa berbicara dengan lembut. Bukankah, Anda pernah mengalami masa remaja yang penuh pemberontakan? Maka pasti Anda bisa melakukannya.

  • Jelaskan Hal yang Menjadi Perhatian Anda

Alih-alih memberikan hukuman berat pada anak remaja, akan lebih baik jelaskan hal yang menjadi perhatian Anda selama ini. Misalnya kenapa Anda melarang anak remaja untuk merokok dan minum alkohol. Jelaskan bahwa masalah kesehatan serius bisa menghampiri anak remaja Anda.

  • Temukan Win-Win Solution 

Penting bagi orangtua dan remaja menemukan win-win solution pada tantangan yang sedang dihadapi anak remaja. Misalnya, ijinkan anak remaja Anda keluar malam namun tidak lebih dari jam 10 malam, atau izinkan anak remaja Anda memiliki teman dekat namun dengan catatan bahwa prestasi sekolahnya tidak boleh menurun. Inilah cara lain yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi anak remaja Anda yang sedang memberontak.

Pemberontakan anak remaja memang bisa dibilang wajar. Banyak sekali alasan dan pemicu anak remaja menjadi memberontak. Beberapa alasan di atas bisa mengobati rasa penasaran Anda mengapa anak remaja selalu memberontak. Jangan lupa ikuti tanya kelas online terkait mengatasi perilaku remaja yang memberontak. Klik poster berikut untuk pendaftaran 

Baca juga:

  1. Cinta VS Pacaran, Hal ini Perlu Dijelaskan Pada Anak Remaja Anda Loh!
  2. Ingin Tahu 10 Hal yang Dibutuhkan Anak Remaja Anda?
Bagaimana Menurut Anda?
+1
4
+1
1
+1
0
Share with love
Member Premium SOP Member Premium SOP

Gabung Member Premium

Mulai perjalanan memahami emosi diri dan keluarga

Nikmati akses Kelas Video Belajar kapanpun & dimanapun

Gabung Sekarang

Sudah Member Premium? Masuk Di Sini

Contact Us School of Parenting
×

Info Masa Keanggotaan

Perpanjang Paket