Terlalu Narsis Ternyata Masuk Kategori Gangguan Jiwa!

Browse By

Apakah Anda mengenal istilah “narsis”? Ya, mungkin Anda seringkali menggunakan istilah ini dalam kehidupan sehari-hari. Khususnya digunakan untuk menyebut seseorang yang terlalu percaya diri, atau terlalu pamer segala sesuatu tentang dirinya. Tapi, ternyata narsis ini berbeda loh dengan percaya diri (pede). Loh, memang apa bedanya?

Apa Bedanya Narsis dan Percaya Diri?

Dilansir dari hellosehat.com, narsis dan pede memiliki perbedaan pada tingkat personal dan sosial. Seseorang yang pede adalah orang yang memiliki kepercayaan diri yang dibangun karena keberhasilan, keterampilan hidup, kualitas diri yang baik dan kepedulian yang ditunjukkan pada orang lain.

Sedangkan orang “narsis” cenderung ingin menjadi yang terbaik dengan berbagai macam cara. Biasanya seseorang yang “narsis” ini cenderung cemburu atau iri, sehingga muncul dorongan dalam dirinya untuk melakukan persaingan yang tidak sehat dan ingin mendominasi.

Orang yang “narsis” selalu ingin mendapatkan posisi lebih tinggi dari orang lain dan ingin sekali menjatuhkan lawannya.

Hal ini tentu berbeda dengan “pede” atau seseorang yang memiliki kepercayaan diri. Seseorang yang “pede” cenderung menghargai kerjasama, dan kesetaraan.

Meskipun ciri “narsis” ini dimiliki oleh sebagian orang, namun kadarnya berbeda-beda. Dan, semakin tinggi tingkat “narsis” seseorang maka semakin besar kemungkinan orang tersebut menderita gangguan kejiwaan yang sering disebut Narcissistic Personality Disorder (NPD). Menurut data dari The US National Institute of Health (NIH) yang dilansir dari Kompas, sekitar 6% dari penduduk AS menderita NPD. Menurut data tersebut gangguan kejiwaan NPD paling banyak diderita oleh kaum pria.  

Lalu, apa saja ciri seseorang menderita NPD?

Ciri Seseorang Menderita NPD:

Untuk mengetahui seseorang menderita NPD, perlu dilakukan pemeriksaan atau observasi menyeluruh oleh ahli kejiwaan (Psikolog). Biasanya, para ahli kejiwaan akan menggunakan kriteria dalam jurnal kesehatan yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association (APA) untuk mendiagnosa gangguan kejiwaan NPD ini. Beberapa kriteria tersebut adalah sebagai berikut:

  • Melebih-lebihkan prestasi dan bakat
  • Mempercayai bahwa dirinya superior, dan hanya bisa dimengerti oleh orang yang berkedudukan sama dengannya.
  • Butuh dipuji setiap saat.
  • Sering mengambil keuntungan dari orang lain untuk mencapai apa yang diinginkan.
  • Bersikap sombong.
  • Merasa cemburu dan iri pada orang lain dan menganggap bahwa orang lain juga cemburu padanya.
  • Berharap bahwa dirinya adalah superior.

Nah, jika kriteria di atas digunakan oleh ahli kejiwaan untuk mendiagnosa seseorang menderita NPD, maka Anda juga bisa loh mengetahui gejala yang dialami seseorang yang menderita NPD melalui beberapa perilaku berikut ini:

  • Selalu Membahas Diri Sendiri saat Mengobrol

Gejala awal seseorang menderita NPD biasanya terlihat saat Ia bercerita atau mengobrol dengan Anda. Kebanyakan ceritanya hanya berpusat pada dirinya sendiri.

Sebagai contoh, jika pada awalnya Anda membicarakan soal kesehatannya yang menurun, maka Ia akan membalikkan cerita menjadi tentang topik lain berkaitan dengan dirinya. Misalnya tentang betapa sakitnya dia setelah kehujanan kemarin, dan lain sebagainya.

  • Menganggap Diri Selalu Benar

Orang-orang yang menderita NPD akan menganggap dirinya selalu benar atau tidak pernah salah. Sehingga saat Anda marah pada penderita NPD, maka Ia akan kembali menunjuk Anda dan memarahi Anda.

Penderita NPD akan selalu mencari alasan agar dirinya tidak disalahkan. Tak hanya itu, penderita NPD juga cenderung merasa tidak dihargai karena selalu merasa disalahkan.

  • Tidak Suka Dikritik

Sikap selalu merasa benar bisa membuat penderita NPD tidak suka dikritik bahkan untuk hal sepele sekalipun. Misalnya saat Anda mengkritik warna bajunya yang tidak sesuai dengan celana yang dikenakan, maka penderita NPD akan berbalik mengkritik dan terkesan marah.

  • Berpikir Diri Sendiri Spesial

Gejala lain yang muncul pada penderita NPD adalah bahwa Ia selalu menganggap dirinya spesial. Mereka akan memamerkan betapa hebatnya mereka, betapa kayanya mereka atau seberapa penting diri mereka untuk orang lain. Seolah-olah mereka hidup dalam dunia lain dan hanya mereka saja yang menempati dunia tersebut.

Dunia yang mereka tempati adalah dunia yang penuh dengan kekuasaan, kecantikan, kecerdasan atau kehidupan karir dan percintaan yang ideal. Mereka cenderung menganggap dirinya lebih sempurna dari orang lain.

  • Suka Mengambil Keuntungan dari Orang Lain

Karena penderita NPD kebanyakan berasal dari seseorang yang terlalu “narsis”, maka gejala NPD sama seperti gejala “narsis”, yaitu ingin mengambil keuntungan dari orang lain, untuk kesuksesannya. Mereka bahkan tidak memiliki rasa malu saat melakukan hal tersebut.

Nah jika Anda, teman dekat, atau anggota keluarga lain memiliki gejala yang sama seperti poin-poin diatas, maka kemungkinan NPD bisa diderita. Untuk itu, segera konsultasikan kepada ahli kejiwaan. Penanganan cepat dan tepat sangat diperlukan. Jangan tunggu hingga kehidupan sosial penderita terganggu karena NPD yang dialami.

Baca juga:

  1. Oversharing: Ilusi Kemesraan di Media Sosial
  2. Anakku Suka Pamer, Gimana Ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *