Banner Header Tanya Ahli SOP

Bertengkar Sehat dengan Anak Remaja? Bisa Kok!

Browse By

Anak remaja dengan segala emosi yang dimilikinya tentu pernah membuat orang tua naik darah. Akibatnya, pertengkaran demi pertengkaran sering terjadi dengan anak remaja kita. Mungkin karena hal sepele — meletakkan handuk basah di kasur, meletakkan cucian kotor di lantai kamar, atau karena pilih-pilih makanan. Semua hal sederhana ini memang sangat mungkin membuat orang tua bertengkar dengan anak remajanya.  

Alih-alih menghindari pertengkaran yang terjadi, dan mengesampingkan emosi karena sudah sama-sama lelah, mari kita bertengkar sehat dengan remaja! Bagaimana caranya?  

  • Berpikir Sebelum Berbicara

Sebagai orang tua, kita perlu berpikir jernih meski sedang dilanda emosi. Maka penting bagi kita untuk berpikir sebelum berbicara pada anak, khususnya saat bertengkar. Sebaiknya, hindari kata-kata yang memojokkan anak. Misalnya, “ini gara-gara kamu!” atau “kamu itu sangat malas”, dan lain sebagainya. 

  • Mendengarkan

Penting bagi orang tua untuk mendengarkan anak saat ingin mengaplikasikan pertengkaran yang sehat. Alih-alih terus memojokkan anak dengan ucapan kita, berusahalah untuk selalu mendengarkan alasan kenapa mereka melakukan sesuatu yang memicu pertengkaran. 

  • Tetap Tenang

Meskipun Anda sedang emosi, tetaplah berusaha untuk tenang. Tarik napas dalam-dalam atau hitung dari 1-10 di dalam hati. Cara ini akan membantu Anda untuk tenang saat bertengkar dengan anak.

Bertengkar sehat dengan remaja cara

  • Ambil Jalan Tengah

Kadangkala kita perlu berkompromi dengan anak remaja, sehingga semua pihak bisa menang dalam pertengkaran. Maka, jangan ragu mengambil jalan tengah untuk setiap perbedaan argumen dengan anak remaja Anda. 

  • Ambil Waktu Sejenak

Apabila emosi kita terlalu tinggi, maka jangan segan untuk mengambil waktu sebentar menjauh dari situasi yang memicu emosi. Namun, berjanjilah pada anak untuk segera kembali setelah emosi Anda mereda. Terapkan juga aturan ini pada anak. 

  • Berikan waktu untuk anak Anda

Hindari emosi terlalu cepat, berikan kesempatan pada anak untuk mengambil waktu menyendiri dan mencerna lagi apa yang sedang dia rasakan. Apakah perasaan marah, sedih, kecewa atau perasaan negatif lainnya. Pada situasi ini, anak mungkin sedang bingung dan belum siap diajak berdiskusi. Maka biarkan ia sendiri. Katakan padanya jika sudah siap, maka ia bisa berbicara dengan Anda. 

Tak bisa dipungkiri bahwa orang tua dan anak remaja bisa terlibat pertengkaran bahkan untuk hal-hal sepele. Untuk itu, lakukanlah pertengkaran dengan “sehat”. Beberapa hal di atas bisa Anda coba dan selamat menjalin komunikasi yang lebih sehat dengan anak remaja Parents. 

Baca juga:

  1. Anak Remaja Memberontak, Wajar?
  2. “Mood” Remaja Sering Berubah, Benarkah Tanda Bipolar?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *