Banner Header Komunitas SOP

“Mood” Remaja Sering Berubah,Benarkah Tanda Bipolar?

Browse By

Catatan: Artikel ini berisi INFORMASI UMUM tentang Gangguan Bipolar, BUKAN sebagai alat diagnosis gangguan bipolar. Jika Parents menemukan tanda-tanda gangguan bipolar pada anak atau orang terdekat Anda, segeralah berkonsultasi ke psikolog atau psikiater. Ingat, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. 

Apakah anak-anak remaja kita seringkali mengalami perubahan suasana hati (mood)? Kata orang sih perubahan suasana hati pada remaja itu wajar. Tapi apa yang terjadi jika perubahan suasana hati pada remaja ini diikuti dengan perubahan perilaku secara ekstrim?

Apakah orang-orang di sekitar sering mengatakan bahwa anak kita terlalu aktif atau terlalu moody? Apakah selama ini kita pernah memperhatikan bahwa perubahan suasana hati yang dialami anak terlalu sering dibandingkan dengan anak lainnya? 

Anak kadang terlalu senang, atau terlalu aktif menjalani aktivitasnya, tapi di lain kesempatan anak bisa sangat sedih hingga menangis berlebihan. 

Apakah semua perubahan mood anak ini hanya perubahan hormonal remaja? Ataukah tanda gangguan kesehatan mental seperti bipolar?

Apa sih Gangguan Bipolar itu?

Gangguan bipolar adalah suatu gangguan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati, tingkat aktivitas, energi, konsentrasi, dan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang tidak biasa. Secara sederhana, gangguan bipolar digambarkan sebagai perubahan suasana hati yang “terlalu tinggi” dan “terlalu rendah” atau antara Manic dan Depressive level.

Apakah Semua Perubahan “Mood” Remaja Termasuk Gangguan Bipolar? 

Anak-anak remaja memang seringkali mengalami perubahan suasana hati (mood), namun tidak semua perubahan mood ini dikategorikan sebagai gangguan bipolar. Perubahan mood bagi remaja yang mengalami gangguan bipolar sangat kuat dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama, berbeda dengan perubahan mood yang dialami remaja pada umumnya. 

Perubahan mood pada remaja yang mengalami gangguan bipolar membuatnya sangat sulit menjalani kesehariannya di rumah dan di sekolah. Seperti sulit untuk bersosialisasi dengan teman ataupun anggota keluarga lainnya. Perubahan cara berpikir,  nafsu makan dan pola tidur. Bahkan, beberapa remaja yang mengalami gangguan bipolar mampu menyakiti dirinya sendiri (self-harm) hingga melakukan percobaan bunuh diri. 

Siapa saja yang Bisa Mengalami Gangguan Bipolar?

Setiap orang baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa bisa saja mengalami gangguan bipolar. Akan tetapi, kebanyakan kasus bipolar ditemukan di akhir masa remaja atau di awal seseorang memasuki masa dewasa. Diperkirakan 2.8% orang di atas usia 18 tahun mengalami gangguan bipolar ini.  

Kenapa Seseorang bisa Mengalami Gangguan Bipolar?

Para ahli belum bisa memastikan kenapa seseorang bisa mengalami gangguan bipolar. Namun ada beberapa hal yang memicu seseorang mengalami gangguan bipolar ini, misalnya dipicu karena faktor genetik. Jadi, jika salah satu anggota keluarga pernah mengalami gangguan bipolar, bisa jadi ada anggota keluarga lain yang juga mengalaminya. 

Hal lain yang bisa memicu seseorang mengalami bipolar adalah karena struktur fungsi otak. Sampai saat ini, para ahli masih meneliti struktur fungsi otak seseorang yang mengalami gangguan bipolar

Apa Saja Gejala Gangguan Bipolar pada Anak Remaja? 

Ada empat jenis mood episode dalam gangguan bipolar: mania, hipomania, depresi, dan episode campuran. Setiap jenis mood episode gangguan bipolar memiliki serangkaian gejala yang unik.

Gejala Gangguan Bipolar episode Manic:
  • Merasa sangat senang atau bertingkah konyol dengan cara yang tak biasa seperti anak-anak seumurannya.
  • Bicara banyak hal berbeda secara cepat.
  • Mengalami kesulitan tidur tapi tak merasa lelah.
  • Memiliki temperamen sangat singkat.
  • Sulit fokus
  • Sering melakukan hal-hal berisiko.
Gejala Gangguan Bipolar episode Hipomania

Hipomania adalah bentuk dari manic episode yang tidak terlalu parah. Seseorang yang mengalami gangguan bipolar episode hipomania bisa merasakan euforia, energi berlebih dan produktif, tetapi masih dapat melanjutkan kehidupan sehari-hari Anda tanpa kehilangan kontak dengan dunia nyata. 

Bagi orang lain yang melihat, seseorang tersebut akan terlihat dalam keadaan hati yang sangat baik. Namun, jika dalam episode hipomania, seseorang dapat menghasilkan keputusan buruk yang merusak hubungan, karier, dan reputasi Anda. Selain itu, hipomania sering meningkat menjadi sepenuhnya manic atau diikuti dengan episode depresif.

tanda bipolar pada remaja

Gejala Gangguan Bipolar Level Depressive:
  • Merasa sangat sedih atau kosong tanpa sebab.
  • Banyak mengeluh tentang rasa sakit seperti sakit kepala dan sakit perut.
  • Sedikit tidur.
  • Terlalu banyak merasa bersalah dan tidak berharga.
  • Perubahan pola makan (makan terlalu sedikit atau makan terlalu banyak)
  • Bermasalah dengan ingatan.
  • Seringkali berpikir tentang bunuh diri atau kematian.

Dahulu,episode depresi dari gangguan bipolar dianggap sama dengan depresi biasa. Tetapi semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara keduanya, terutama menyangkut perawatannya. 

Kebanyakan orang yang mengidap dengan depresi bipolar tidak terbantu dengan anti-depresan. Bahkan faktanya, ada risiko obat anti-depresan dapat memperburuk gangguan bipolar — memicu mania atau hipomania, menyebabkan perubahan mood yang sangat cepat atau mengganggu obat penstabil mood lainnya.

Gejala Episode Campuran

Episode campuran gangguan bipolar menampilkan gejala mania atau hipomania dan depresi. Tanda-tanda umum dari episode campuran termasuk depresi dikombinasikan dengan gelisah, lekas marah, cemas, susah tidur, gampang terpecah, dan pikiran yang berpacu Kombinasi energi tinggi dan suasana hati yang rendah ini membuat risiko bunuh diri sangat tinggi.

Apakah Anak Kita Mengalami Gangguan Bipolar?

Setiap orang tua tentu merasa khawatir jika beberapa gejala di atas pernah dialami oleh anak-anak. Namun perlu diingat bahwa seseorang yang bisa mendiagnosa apakah anak kita mengalami gangguan bipolar hanyalah para ahli, seperti dokter jiwa (psikiater)

Dokter dan para ahli akan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai perilaku dan energi anak sehari-hari. Tak hanya itu, dokter dan para ahli akan mengobservasi catatan kesehatan anggota keluarga, termasuk apakah anggota keluarga lain pernah mengalami gangguan bipolar

Sebagai orang tua, tugas kita adalah selalu memperhatikan perilaku anak dalam sehari-hari. Hindari mengacuhkan perubahan perilaku anak sekecil apapun karena bisa jadi perubahan perilaku atau perubahan suasana hati tersebut masuk ke dalam gejala gangguan bipolar. Sebaiknya, segera hubungi dokter atau ahli kejiwaan apabila merasa bahwa perubahan mood anak terjadi sangat ekstrim. 

Baca juga:

  1. Menyakiti Diri Sendiri, Benarkah Cara Berekspresi?
  2. Membesarkan Anak Introvert di Tengah Hiruk Pikuk Dunia? Begini Caranya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *