contact@schoolofparenting.id
(+62) 859 - 5025 - 6739
×
MASUK DAFTAR MEMBER
Media Belajar Partnership
contact@schoolofparenting.id (+62) 859 - 5025 - 6739
Shame Resilience, Cara Merespon Perasaan Malu

25 Februari 2022

Merasa ingin diterima adalah keinginan dasar dari manusia. Kita berevolusi untuk bertahan lebih baik di dalam kelompok dengan menyesuaikan diri, memiliki kepercayaan dan rasa hormat dari orang-orang di sekitar kita. Namun, dalam prosesnya, seringkali kita terganggu dengan apa yang orang lain pikirkan tentang diri kita sendiri. Kita mungkin mendengar orang lain menghakimi dan mengintimidasi dengan kata-kata pedas mereka dan hal ini tidak dialami dalam satu malam, namun bisa bertahun-tahun sejak kita kecil.  

Bisa jadi, pengasuh Anda dulu melakukan kekerasan verbal yang membuat terintimidasi, atau perilaku bullying yang diterima saat duduk di bangku sekolah yang membuat Anda terus merasa terisolasi. Bahkan, bisa jadi Anda tidak menemukan penjelasan pasti mengapa merasa tidak aman dan layak untuk diterima di kelompok Anda. 

Brené Brown, seorang dosen, penulis dan peneliti mengkategorikan situasi ini ke dalam bentuk dari rasa malu (shame). Menurutnya, rasa malu menyebabkan orang merasa terjebak, tidak berdaya, dan terisolasi. Pemicu rasa malu sendiri dapat bervariasi, antara individu dan budaya -- namun umumnya dipicu oleh :

Contact Us School of Parenting
×

Info Masa Keanggotaan

Perpanjang Paket