Banner Header Komunitas SOP

Rasa Bersalah Ibu itu Wajar Dialami, Tapi Harus Diakhiri!

Browse By

Seorang Ibu seringkali merasa bersalah karena banyak hal, khususnya merasa bersalah tentang anak-anaknya. Mulai dari merasa bersalah karena terpaksa harus bekerja dan meninggalkan anak-anak dari pagi hingga sore, terpaksa tidak bisa memberikan ASI eksklusif karena ASI sulit keluar, tidak bisa menemani perkembangan anak secara penuh karena harus tinggal di luar kota untuk urusan pekerjaan, atau merasa bersalah pada anak karena harus membesarkan anak seorang diri tanpa adanya sosok Ayah. 

Semua rasa bersalah ini, tentunya pernah dan sangat mungkin dialami oleh kebanyakan Ibu. Apalagi jika lingkungan sekitar Ibu memberikan tekanan, maka bisa dipastikan banyak Ibu yang mengalami depresi. Menurut penelitian, setidaknya 1 diantara 7 Ibu sangat mungkin mengalami postpartum depression

Bagaimana Bentuk dari Perasaan Bersalah Seorang Ibu?

Menurut Terapis sekaligus peneliti Brene Brown, bentuk dari perasaan bersalah seorang Ibu sebenarnya fokus pada perilaku pada Ibu tersebut. Salah satu bentuk dari perasaan bersalah seorang Ibu adalah munculnya perasaan malu dari diri Ibu. 

Namun, bentuk dari perasaan bersalah tidak hanya berupa rasa “malu”. Beberapa hal berikut ini adalah bentuk dari perasaan bersalah seorang Ibu:

  • Depresi dan Kecemasan

Depresi dan gangguan kecemasan adalah bentuk lain dari perasaan bersalah seorang Ibu. Biasanya, Ibu yang mengalami depresi dan gangguan kecemasan mulai terlihat sedih sepanjang waktu, terlihat kelelahan, nampak selalu marah tanpa sebab jelas, merasa cemas setiap saat, mulai merasa rendah diri dan berbagai gejala depresi serta gangguan kecemasan lainnya.

  • Memiliki Pikiran Negatif

Bentuk lain dari perasaan bersalah seorang Ibu adalah terus memiliki pikiran negatif. Misalnya, seorang Ibu akan berpikir “Aku tidak seharusnya bekerja karena aku meninggalkan bayiku”, atau “Aku adalah Ibu yang buruk karena tidak bisa memberikan ASI eksklusif pada bayiku”. 

  • Mulai Fokus Pada Sosial Media untuk Mendapatkan Pengakuan

Seorang Ibu yang merasa bersalah pada anaknya, mungkin mulai fokus pada sosial media dan mulai berusaha mendapatkan “pengakuan” dari pihak lain bahwa dia baik-baik saja. 

Ibu yang merasa bersalah akan mengunggah momen bahagia dari si kecil secara terus menerus untuk membuktikan pada dunia bahwa ia adalah “Ibu yang Baik.”

  • Bekerja secara Berlebihan

Bentuk perilaku lain dari Ibu yang merasa bersalah adalah dengan terus menerus bekerja secara berlebihan. Ibu yang merasa bersalah percaya bahwa dengan bekerja secara berlebihan dan mengesampingkan perasaan bersalah mereka maka Ibu akan merasa lebih baik. Namun, langkah ini justru bisa membuat Ibu menjadi kelelahan dan tidak sehat secara fisik.

  • Perilaku Adiktif

Bentuk perilaku lain yang mulai nampak pada Ibu yang merasa bersalah adalah munculnya perilaku adiktif, seperti penggunaan obat-obatan berbahaya, minum-minuman keras, belanja berlebihan atau perilaku adiktif lainnya.

  • Mulai berperilaku Perfeksionis

Ibu yang merasa bersalah tentang anak-anaknya mulai berperilaku secara perfeksionis. Hal ini dilakukan untuk menghindari perasaan bersalahnya dengan berusaha seolah-olah semuanya nampak baik dan sempurna. 

Mengatasi Ibu merasa bersalah

Bagaimana Cara Mengatasi Perasaan Ibu yang Bersalah?

👩 Terima, Akui dan Jangan Abaikan

Hal pertama yang bisa Ibu bersalah lakukan untuk mengurangi rasa bersalahnya adalah dengan menerima dan mengakui perasaan bersalah tersebut hadir dalam dirinya. 

Brene Brown mengungkapkan bahwa Ibu seharusnya meluangkan waktu untuk diri sendiri saat merasa stres, depresi atau merasa bersalah akan sesuatu. 

Biarkan rasa sedih, malu, bersalah muncul ke permukaan dan sebaiknya jangan mengabaikannya. Tanggapi semua perasaan negatif yang muncul dalam diri Ibu bersalah dengan cara melakukan hal-hal yang menenangkan Ibu. Misalnya dengan mencurahkan isi hati pada pasangan atau mungkin pada sahabat dekat.  

👩 Ubah Pola Pikir

Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi rasa bersalah sebagai seorang Ibu adalah dengan mengubah pola pikir. Sebaiknya ubah pola pikir negatif Anda selama ini dengan pola pikir yang lebih positif. Misalnya, saat Anda berpikir bahwa Anda adalah Ibu yang buruk karena tidak bisa memberikan ASI eksklusif pada anak. 

Pikirkan bahwa meskipun Anda tidak bisa memberikan ASI eksklusif, namun anak tetap dalam keadaan sehat karena Anda memberikan susu formula dengan kualitas yang baik. Hal yang terpenting adalah bahwa anak bisa tumbuh dengan sehat dan tidak mudah terserang penyakit.

👩 Bangun Ketahanan

Hal lain yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi rasa bersalah sebagai seorang Ibu adalah dengan membangun ketahanan diri. Brene Brown memberikan saran pada para Ibu yang merasa bersalah untuk menghadapi rasa malu, rasa sedih dan perasaan negatif lainnya yang timbul dengan cara tidak menyembunyikan perasaan tersebut. 

Sebaiknya, luangkan waktu untuk diri sendiri, tidur teratur, makan makanan yang sehat, habiskan waktu luang untuk keluarga dan teman-teman dekat yang mendukung Anda dalam keseharian. Tentunya jangan lupa habiskan waktu luang Anda untuk anak-anak di rumah. Ajak mereka bermain, bersenda gurau dan melakukan aktivitas lain yang menyenangkan. 

Perasaan bersalah dari seorang Ibu wajar saja terjadi. Namun, hal ini perlu diakhiri segera mungkin karena Ibu juga harus bahagia. Beberapa cara mengatasi rasa bersalah di atas bisa Anda coba agar Anda menjadi Ibu yang lebih bahagia. 

Baca juga:

  1. 10 Panduan Tidak Kehilangan Akal Sehat saat Menjadi Ibu
  2. Para New-Mom Pasti Merasakan 5 Tantangan Ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *