Puasa Saat Hamil Boleh, Asal…

Browse By

Ibadah puasa bagi umat muslim merupakan ibadah wajib, sehingga sebagian besar umat muslim berusaha menjalaninya dengan baik tak terkecuali Ibu hamil. Meskipun banyak Ibu hamil yang merasa khawatir melakukan ibadah puasa, tapi ternyata ibadah puasa bagi Ibu hamil tetap diperbolehkan asal bayi dan Ibu dalam keadaan sehat.

Nah, agar tetap dalam keadaan sehat saat berpuasa, Ibu hamil perlu mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi dan nutrisi yang sesuai dengan nilai kebutuhan gizi bagi Ibu dan bayi yang dikandung. Jadi, jangan jadikan puasa sebagai alasan tidak mengkonsumsi makanan hanya karena sering mual di awal masa hamil, karena ini bisa membahayakan Ibu hamil dan bayi yang dikandung. Untuk itu, beberapa makanan berikut ini harus dikonsumsi Ibu hamil saat puasa:

Makanan Wajib Ibu Hamil:

  • Konsumsi Karbohidrat Kompleks

Karbohidrat memang penting bagi Ibu hamil untuk menambah energi saat puasa. Untuk itu, sebaiknya konsumsilah karbohidrat kompleks seperti nasi merah, pasta gandum, roti gandum, dan oatmeal.

  • Perbanyak Serat dan Protein

Selain karbohidrat komplek, protein dan serat juga sangat penting bagi Ibu hamil yang sedang berpuasa. Beberapa makanan berserat yang bisa dikonsumsi misalnya berbagai macam sayuran dan buah-buahan. Makanan berserat ini diperlukan Ibu hamil agar tidak mudah lapar saat berpuasa.

Selain makanan berserat, makanan tinggi protein juga wajib dikonsumsi bagi Ibu hamil saat berpuasa. Sumber protein yang bisa dikonsumsi Ibu hamil saat puasa bisa berasal dari protein hewani dan protein nabati. Beberapa protein hewani yang bisa dikonsumsi misalnya daging, telur, dan ikan. Sedangkan protein nabati yang bisa dikonsumsi misalnya tempe atau tahu.

  • Konsumsi Makanan yang Mengandung Kalsium

Ibu hamil memang memerlukan makanan yang mengandung kalsium, khususnya saat sedang berpuasa. Nah, untuk memenuhi kecukupan kalsium bagi Ibu hamil, maka sebaiknya perbanyak konsumsi susu, keju atau yogurt. Beberapa makanan tersebut memiliki kandungan kalsium yang cukup banyak bagi Ibu hamil dan bayi yang dikandungnya.

  • Perbanyak Minum Air Mineral

Kebutuhan akan air mineral bagi tubuh memang sangat penting, khususnya bagi Ibu hamil yang sedang menjalankan ibadah puasa. Untuk itu, sebaiknya konsumsi air mineral selama berbuka hingga saur sebanyak 1,5 hingga 2 liter atau sebanyak 8 gelas. Anda bisa meminum air mineral secara bertahap. Misalnya 2 gelas saat berbuka, 2 gelas sebelum tarawih, 2 gelas setelah tarawih sampai sebelum tidur, lalu 2 gelas saat sahur.

Hindari Makanan Berikut ini:

Selain makanan yang wajib dikonsumsi bagi Ibu hamil saat berpuasa, terdapat beberapa makanan dan minuman yang perlu dihindari agar tetap sehat saat berpuasa, misalnya:

什 Batasi Makanan Manis dan Tinggi Lemak

Agar tetap sehat saat menjalani ibadah puasa bagi Anda yang hamil, maka batasi makanan yang tinggi lemak jahat. Misalnya, gorengan, junk food (pizza, burger, donat, atau cake). Nah, sebaiknya ganti makanan yang mengandung lemak jahat ini dengan makanan yang mengandung lemak baik, seperti buah alpukat, kacang, ikan, keju dan lain sebagainya.

什 Batasi Konsumsi Kopi dan Teh

Apakah Anda hobi minum kopi dan teh? Jika benar, maka sebaiknya hobi Anda yang satu ini perlu dibatasi saat sedang hamil dan memilih menjalankan puasa. Pasalnya minuman kopi dan teh yang mengandung banyak kafein ini memicu dehidrasi. Untuk itu, ganti hobi Anda yang satu ini dengan memperbanyak minum air mineral saat waktu berbuka hingga sahur untuk menghindari dehidrasi ketika berpuasa.

Selain mengkonsumsi makanan wajib untuk menambah energi saat berpuasa, Ibu hamil juga perlu berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelum memutuskan untuk menjalankan ibadah puasa. Sebaiknya tanyakan terlebih dahulu pada dokter, apakah kondisi kesehatan Anda dan bayi yang ada di kandungan memungkinkan untuk menjalankan puasa. Dengan begitu dokter akan memberikan beberapa saran terkait kondisi kesehatan Anda.

Beberapa kasus Ibu dengan penyakit diabetes gestasional (diabetes saat masa kehamilan) dan anemia kemungkinan besar tidak diperbolehkan dokter untuk berpuasa. Jika hal ini memang Anda alami, maka sebaiknya tidak perlu memaksakan untuk berpuasa. Semua ini demi kesehatan dan keselamatan Anda dan bayi yang ada di dalam kandungan.

Lalu, bagaimana jika kondisi Anda dan bayi memang sehat di awal pemeriksaan sehingga diperbolehkan berpuasa, namun kondisi ini menurun di pertengahan ibadah puasa Anda?

Kapan waktu Anda perlu membatalkan puasa?

Kondisi kesehatan Ibu hamil kemungkinan saja bisa berubah setiap saat, sehingga kemampuan untuk berpuasa juga berubah. Mungkin hari ini Anda kuat berpuasa, tapi tak menutup kemungkinan jika esok hari Anda menjadi cukup lemah. Untuk itu, batalkan puasa Anda jika mengalami beberapa hal berikut ini:

什 Mengalami sakit kepala hingga demam

什 Terus mual dan muntah

什 Berat badan yang terus menurun

什 Mengalami tanda dehidrasi seperti gampang haus, jarang buang air kecil, hingga urin yang berwarna gelap

Meskipun berpuasa bagi Ibu hamil memang diperbolehkan, namun Anda perlu memastikan kondisi kesehatan Anda dan bayi sebelum menjalankan ibadah puasa. Tanyakan pada dokter kandungan terlebih dahulu untuk memastikannya. Jika memang kondisi kesehatan Anda memenuhi syarat untuk berpuasa, jangan lupa konsumsi makanan yang menambah energi ketika berpuasa.

Baca juga:

  1. Apakah Ibu Menyusui Boleh Berpuasa?
  2. Menu Buka Puasa Andalan Penyemangat Puasa Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *