Banner Header Komunitas SOP

Stimulasi Untuk Si Kecil Belajar Berjalan

Browse By

“Ayo Nak, sini-sini ke mama!”

“Nih, bolanya ambil dong.”

“Ayo kakinya digerakin,Dek.”

Duh, gemas tapi tetap excited ya, Parents melatih si kecil berjalan. Melihat anak berjalan satu atau dua langkah rasanya sudah bahagia sekali.  Banyak cara yang orangtua bisa lakukan agar anak mau berjalan. Walaupun tak lama anak terjatuh.

Melatih anak belajar berjalan memang membutuhkan kesabaran ekstra. Tak jarang orangtua yang merasa sedikit frustrasi karena anak ragu-ragu untuk melangkahkan kaki. Namun sebenarnya bukan hanya Parents lho yang merasa frustasi. Si Kecil pun merasakan hal yang sama.

Usia berapa sih anak harusnya belajar berjalan? Adakah trik khusus yang bisa kita lakukan untuk menstimulasi agar anak dapat berjalan?

Kapan Anak Mulai Berjalan?

Banyak pendapat terkait kapan sebenarnya bayi mulai bisa berjalan. Beberapa pendapat yang berkembang di masyarakat mengatakan bayi mulai bisa berjalan saat memasuki usia 6 bulan. Namun, beberapa bayi justru mulai bisa belajar berjalan saat usia mereka antara 9 hingga 18 bulan.

Sebaiknya perhatikan gerakan-gerakan anak, jika memang menemukan hambatan misalnya ia terlihat kesakitan saat berusaha berdiri atau berguling, segera konsultasikan dengan dokter anak untuk memastikan tidak ada masalah dengan kesehatan fisiknya.

Stimulasi dengan Duduk Tanpa Bantuan

Sebelum belajar berjalan, ada beberapa hal yang secara alami dialami oleh bayi. Misalnya duduk, berguling, merangkak, merambat dan berdiri. Nah, kita bisa melatih si kecil untuk duduk sendiri tanpa bantuan. Meskipun tentunya, Parents harus berada di sampingnya agar tetap aman.

Caranya adalah dengan mendudukkan anak di kursi kecil dan pastikan kaki anak bisa menyentuh lantai. Setelah itu, tak perlu dipegangi. Letakkan mainan kesukannya di lantai, kemudian minta anak untuk mengambil mainan nya tersebut.

Aktivitas ini dilakukan agar anak mulai belajar untuk menggerakkan kakinya dengan stabil. Latihan ini juga berfungsi untuk menguatkan otot kaki, bahu dan punggung si kecil.

Latih Otot Punggung Si Kecil

Nah, agar anak bisa berjalan, beberapa otot pada tubuh si kecil harus lebih kuat, ya, Parents. Selain otot kaki, otot punggung juga sangat berperan dalam proses berjalan si kecil.

Natasha Burgert, MD, seorang dokter anak di Kansas, Missouri, mengatakan bahwa tidak hanya otot kaki bayi yang perlu diperkuat saat bayi mulai berjalan. Namun, pergelangan kaki dan pinggul juga harus diperkuat agar bayi bisa berjalan dengan seimbang.

Nah, untuk menguatkan otot punggung, letakkan bayi pada posisi berbaring tengkurap. Kemudian tarik perhatian bayi dengan menggerak-gerakkan mainannya ke arah kanan dan kiri. Fungsinya agar kepala bayi juga ikut bergerak. Dengan begitu otot punggung lebih kuat.

cara stimulasi berjalan anak di rumah

Latih Anak Merambat

Sebelum anak bisa benar-benar berjalan tanpa bantuan,biasanya anak mulai belajar merambat pada objek tertentu di dalam rumah. Beberapa objek yang bisa anak gunakan adalah meja dan sofa.

Biarkan anak merambat pada sofa dan meja di dalam rumah. Tetap berada di samping anak ya, Parents. Beberapa anak mungkin akan terpeleset lantai yang licin. Bahkan kadang si kecil merasa lelah dan terduduk dengan keras.

Berikan Mainan Yang Bisa Didorong dan Ditarik

Cara lain juga bisa Parents lakukan untuk membantu anak berjalan. Misalnya dengan mainan kereta dorong khusus untuk anak. Biarkan ia memegang mainan tersebut. Kemudian secara perlahan dorong mainan itu. Dengan begitu si kecil akan mulai membuat langkah-langkah kecil untuk berjalan mengikuti gerakan keretanya.

Biarkan Anak Bertelanjang Kaki

Ya, walaupun sepatu dan kaos kaki melindungi kaki bayi. Namun saat bayi belajar berjalan sebaiknya biarkan bayi bertelanjang kaki ya Parents. Dengan bertelanjang kaki anak mampu belajar keseimbangan dengan jari-jari kaki mereka. Tentu sebelumnya pastikan tempatnya aman, tidak ada benda berbahaya seperti pecahan kaca atau kerikil tajam yang bisa melukai kakinya.

Gandeng Anak Saat Berjalan

Saat anak mulai berjalan, Parents bisa mulai menggandeng anak dan menemani anak melangkah kan kaki kecil mereka. Segera setelah anak bisa memutar pinggulnya untuk melangkah, kakinya akan mengikuti secara alami. Terapkan cara ini saat Parents melatih anak berjalan sampai anak tidak membutuhkan bantuan lagi.

Kurangi Menggendong Anak

Batita memang sangat menggemaskan ya , sampai-sampai rasanya kita ingin selalu menggendongnya.

Bukan hanya Parents, mungkin anggota keluarga yang lain juga merasakan hal yang sama. Namun saat menstimulasi anak untuk berjalan, sebaiknya kurangi menggendong anak. Hal ini dilakukan agar anak mulai mandiri dan memiliki keinginan untuk berjalan.

 

Membantu anak untuk belajar berjalan adalah momen yang sangat menyenangkan. Namun, sangat penting untuk selalu memperhatikan anak saat belajar berjalan. Jaga selalu keamanan anak agar tidak cedera.

Baca Juga :

  1. Perlukah Sepatu Untuk Bayi?
  2. Pilih Sepatu Anak? Cek Hal Berikut Ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *