Banner Header Komunitas SOP

Co-Sleeping: Tim Pro atau Kontra?

Browse By

Tidur bersebelahan dengan bayi atau anak dalam satu tempat tidur dikenal di negara barat dengan istilah Co-Sleeping, memang wajar dilakukan oleh kebanyakan keluarga di Indonesia. Kebiasaan Co-Sleeping di keluarga ini umumnya terjadi secara alamiah dan tidak direncanakan.

Banyak yang menganggap Co-Sleeping memiliki manfaat tertentu misalnya bayi cenderung aman dan nyaman tidur di samping orangtua. Namun, belakangan banyak dari orangtua yang ragu terkait efek positif Co-Sleeping ini. Keraguan ini akhirnya menimbulkan pro kontra Co-Sleeping. Apa Saja ya kira-kira Pro Kontra Tersebut?

Team Pro Co-Sleeping

Untuk para orangtua yang masih bingung tentang Co-Sleeping, berikut ini adalah manfaat yang bisa didapat dari tidur bersebelahan dengan bayi

√Membantu Terciptanyanya Ikatan (Bonding) Antara Ibu dan Bayi

Tak bisa dipungkiri bagi Ibu bekerja, waktu cuti melahirkan bisa terasa sangat singkat ya. Tiba-tiba saja sudah masuk waktu bekerja kembali. Nah, Co-Sleeping ini dipercaya bisa menciptakan ikatan (bonding) antara Ibu dan bayi.

Khususnya bagi Ibu yang seharian sudah bekerja di luar rumah dan hanya memiliki waktu sempit untuk bercengkrama dengan bayinya. Co-Sleeping membantu Ibu menciptakan perasaan “tidak kehilangan” momen bersama bayi selama tidur di malam hari.

√ Ibu dan Bayi Tidur Lebih Nyaman

Co-Sleeping dipercaya membuat Ibu bisa tidur lebih nyaman. Hal ini karena Ibu tidak harus berjalan menghampiri tempat tidur bayi saat bayi ingin minum ASI di malam hari. Co-Sleeping juga membuat Ibu lebih sigap saat bayi kelaparan, sehingga Ibu dan juga bayi bisa kembali tertidur setelah proses menyusui dilakukan.

√ Bayi Merasa Aman dan Nyaman

Tidak ada tempat yang paling nyaman selain berada di dekat Ibu. Mungkin itulah yang banyak dipercaya oleh para ibu di seluruh dunia. Ya, Co-Sleeping memang memberikan kesempatan bayi untuk selalu berada dekat dengan Ibu. Sehingga bayi dipercaya tidur lebih nyaman dan aman di samping Ibunya.

√ Memudahkan Saat Berpergian

Saat bayi terbiasa dengan Co-Sleeping maka bayi hanya mengenal tempat yang paling nyaman adalah di dekat Ibu. Sehingga saat bepergian, bayi tidak akan rewel walaupun tidur di ruangan yang jauh berbeda dengan kamarnya di rumah. Ibu pun tak perlu repot dan khawatir harus membawakan barang kesukaan bayi misalnya bantal, guling atau selimut yang selalu menemaninya tidur di malam hari.

Team Kontra Co-Sleeping

Selain memiliki manfaat, Co-Sleeping ternyata juga memiliki dampak yang cukup berbahaya bagi bayi. Apa saja sih dampaknya?

√ Kematian Mendadak Pada Bayi

Ya, resiko yang paling mengerikan bagi Ibu terkait Co-Sleeping adalah kematian mendadak pada bayi atau biasa disebut SIDS (Sudden Infant Death Syndrome). Tidak diketahui pasti penyebab SIDS.

Banyak yang berpendapat bahwa SIDS terjadi karena posisi tidur bayi yang salah. Misalnya tengkurap, miring bahkan gangguan pernapasan akibat hidung bayi tertutup selimut atau terhalang saat tidur bersama Ibu atau Ayah.

√ Tidak Bisa Tidur Dengan Nyaman

Banyak yang beranggapan justru saat tidur dengan bayi, orangtua bisa tidur dengan nyaman. Tapi pendapat ini tidak semuanya benar. Adakalanya bayi justru tidur dengan sangat berisik, bergerak kesana kemari. Sehingga orangtua justru tidak bisa tidur dengan nyaman. orangtua pun harus sering terbangun saat bayi sering rewel di malam hari.

√ Mengurangi Hubungan Intim dengan Pasangan

Salah satu kelemahan dari Co-Sleeping adalah terhalangnya hubungan intim dengan pasangan. Bagi Anda dan pasangan pasti merasa tidak nyaman membangun hubungan intim saat ada bayi di tempat tidur yang sama. Itulah mengapa sebagian pasangan memilih menghindari Co-Sleeping ini.

√ Bayi Semakin Lengket dengan Orangtua

Kedekatan (bonding) yang terjalin akibat dari Co-Sleeping ini memang baik. Namun, banyak yang beranggapan bahwa Co-Sleeping justru akan membuat bayi tidak mau tidur sendiri saat beranjak besar nanti. Bayi sudah terbiasa tidur dengan orangtua mereka. Sehingga untuk tidur di kamar terpisah sangat berat.

Hal ini sangat wajar karena pola tidur anak bahkan sudah terbentuk sejak bayi. Namun, tidak ada penelitian khusus yang menyebutkan bayi benar-benar mengalami kesulitan transisi dari tempat tidur bersama orangtua ke tempat tidurnya sendiri. Kebanyakan anak-anak akan merasa siap untuk tidur di kamar mereka sendiri. Hal ini hanya masalah waktu dan cara orangtua menjelaskan kepada anak.

Bagaimana Co-Sleeping Yang Aman?

Banyak yang beranggapan bahwa Co-Sleeping memang tidak aman bagi keselamatan bayi. Nah berikut ini beberapa langkah yang bisa Parents tempuh agar Co-Sleeping aman bagi bayi

Hindari Co-Sleeping jika Parents

  • Merokok
  • Peminum Alkohol
  • Minum segala jenis obat yang menimbulkan efek mengantuk

Hindari Co-Sleeping Jika Bayi

  • Dibawah 3 Bulan
  • Bayi prematur (Lahir lebih cepat dari 37 minggu)
  • Bayi memiliki berat badan kurang (Dibawah 2,5 kg atau 5,5 lbs)

Hindari Co-Sleeping Di…

  • Sofa atau Kursi : Resiko SIDS paling besar terjadi jika Co-Sleeping dilakukan di sofa atau kursi. Tempat yang paling aman melakukan Co-Sleeping adalah di tempat tidur bukan di sofa atau kursi.

Reminder

  • Lakukan Co-Sleeping dengan aman.
  • Perhatikan kondisi bayi seperti umur bayi dan berat badan bayi.
  • Perhatikan kondisi Parents. Apakah Parents termasuk perokok, peminum alkohol atau sedang mengkonsumsi obat tertentu?
  • Ciptakan lingkungan Co-Sleeping yang aman dan hindari Co-Sleeping di sofa atau kursi.

Co-Sleeping memang masih menjadi pro dan kontra di tengah masyarakat. Hal yang paling penting adalah menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi bayi saat tidur baik dengan Co-Sleeping maupun di tempat terpisah. Kenali kondisi Parents dan bayi. Pilihlah kapan waktu yang tepat untuk melakukan Co-Sleeping.

Jika memang masih ragu menciptakan lingkungan yang aman saat Co-Sleeping, maka Parents bisa menempatkan box bayi di kamar yang sama dengan Parents. Sehingga Parents dan bayi tetap berada di jarak yang cukup dekat.

Baca Juga :

  1. Bayi Tidur Nyaman di Malam Hari Bukan Lagi Impian
  2. Manfaat Tidur Siang Bagi Balita

One thought on “Co-Sleeping: Tim Pro atau Kontra?”

  1. Lusy Sutedjo says:

    Sampai umur berapa Co Sleeping bagus dilakukan ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *