Stres dan Gangguan Kecemasan Mengintai Anak!

Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga rentan terkena stress dan juga gangguan kecemasan (anxiety disorder). Dua  masalah psikologis ini punya gejala dan efek yang berbeda-beda. Orang tua harus tahu apakah anak sedang stress atau malah terkena gangguan kecemasan. Sebab, dua masalah psikologis ini punya penanganan yang berbeda.

Apa yang Menyebabkan Anak Mengalami Anxiety Disorder?

Kecemasan pada anak bisa disebabkan oleh banyak faktor. dan biasanya dialami pada anak berusia sekitar 6 bulan sampai 3 tahun. Misalnya saja saat anak terpisah dari orang tua untuk sementara waktu. Anak usia dini mungkin akan menangis atau merengek saat harus melihat Ayah berangkat ke kantor atau saat Ibu pergi ke toilet barang sebentar.

Kecemasan lain juga bisa dialami anak usia pra-sekolah karena banyak hal. Sebagai contoh saat anak pertama kali berangkat sekolah. Beberapa anak mungkin malu harus bersosialisasi dengan situasi baru di sekolah. Kecemasan lain juga bisa disebabkan karena takut hewan atau serangga tertentu, takut dengan badai, darah atau kegelapan. Namun, kecemasan ini biasanya akan hilang seiring berjalannya waktu.

Kapan Anxiety Disorder Menjadi Masalah bagi Anak?

Kecemasan menjadi masalah bagi anak jika kecemasan ini mengganggu aktivitas keseharian anak. Misalnya saja saat tugas atau ulangan di sekolah membuat perubahan pola tidur bagi anak. Kecemasan seperti ini mampu membahayakan kesehatan mental dan emosi anak, serta mempengaruhi kepercayaan diri anak.

Anak mungkin menjadi pendiam dan berusaha keras untuk menghindari hal-hal atau situasi yang membuat mereka merasa cemas.

Apa yang Membedakan Stress dan Anxiety?

Stress dan Anxiety bisa dibedakan berdasarkan durasi atau lamanya terjadi. 

Stress: Kondisi psikologis anak akan berangsur-angsur membaik saat masalahnya telah selesai atau saat Anda memberikan hiburan untuknya. Misalnya, anak yang mengalami stress karena ujian sekolah, akan membaik saat ujian berlalu.

Gangguan Kecemasan: Terjadi terus menerus, bahkan ketika seharunya anak bisa menikmati kesenangannya. Misalnya, meskipun ujian telah berlalu, anak masih saja merasa cemas tanpa sebab yang pasti.

Bagaimana Gejala dan Efeknya?

Stress: Merasa pusing, jenuh, atau menjadi lebih tidak bersemangat dari biasanya. Gejala semacam ini akan hilang dengan sendirinya ketika masalah telah selesai. Tidak ada efek yang membahayakan.

Gangguan Kecemasan: Anxiety and Depression Assosiation of Amerika (ADAA) menjelaskan bahwa anak yang mempunyai gangguan kecemasan rentan menjalar ke gangguan mental lainnya, seperti gangguan panik, kecemasan sosial, sangat pendiam dan selektif berinteraksi dengan orang. Hal ini terjadi pada saat-saat tertentu. Anak yang mempunyai kecenderungan gangguan kecemasan dapat memiliki performa sekolah yang buruk, susah konsentrasi, dan cenderung sering dijadikan sebagai target Bullying.

stres pada anak anxiety disorder

Penanganan

Pada Stress:

Anda bisa membantu meredakan stress dengan mencarikan solusi atas masalah yang sedang dihadapinya, memberikan hadiah, memberikan dukungan psikologis, atau mengajaknya berlibur.

Mengurangi tuntutan kepada anak serta mengurangi sikap perfectionist pada orang tua juga bisa meringankan beban anak. Jangan lelah berdiskusi dengan anak tentang apa yang mereka mau dan arahkan anak-anak dengan cara yang halus. Ini akan membuat anak merasa lebih terarah dalam menjalani kesehariannya.

Pada Gangguan Kecemasan:

  •  Ajari anak mengenali tanda kecemasan
  •  Bantu anak mengelola kecemasan saat mereka membutuhkan
  •  Dorong anak melakukan rutinitas harian untuk mengurangi kecemasan
  •  Bantu anak kurangi kecemasan dengan membaca buku atau menonton film, jika kecemasan disebabkan oleh perpisahan atau adanya acara tertentu di dalam keluarga
  •  Hindari terlalu over protektif pada anak atau menunjukkan kecemasan Anda pada mereka
  •  Lakukan latihan bersama anak untuk mengurangi kecemasan. Misalnya, berlatih teknik pernapasan.
  •  Ajak anak bermain games untuk mengalihkan perhatian dari rasa cemas yang dirasakan. Cara ini cukup efektif bagi anak usia dini.

Apabila hal-hal di atas sudah dilakukan namun anak masih mengalami kecemasan, pertolongan lain yang bisa Anda berikan pada anak adalah dengan segera membawanya ke ahli seperti Psikolog. Ahli akan membantu anak mengatasi kecemasan yang dialaminya. Dengan penanganan yang tepat, gangguan psikologis ini pun diharapkan mampu diatasi. 

Baca Juga:

  1.  Mendisiplinkan Anak Sensitif, Sulit?
  2.  Saat Anak Mengatakan Aku Tidak Bisa
Bagaimana Menurut Anda?
+1
6
+1
6
+1
0
Share with love
Member Premium SOP Member Premium SOP

Gabung Member Premium

Mulai perjalanan memahami emosi diri dan keluarga

Nikmati akses Kelas Video Belajar kapanpun & dimanapun

Gabung Sekarang

Sudah Member Premium? Masuk Di Sini

Contact Us School of Parenting
×

Info Masa Keanggotaan

Perpanjang Paket