Banner Header Promo Oktober

Tips Anti Tertipu Saat Belanja Online

Browse By

Belanja online memang menjadi pilihan yang sering kali menggiurkan. Khususnya bagi Anda yang sibuk menjalani rutinitas sampai-sampai tidak punya waktu lagi untuk sekedar pergi ke swalayan dan membeli barang-barang yang dibutuhkan.

Sudah tak terhitung lagi jenis barang yang dijual secara online. Hampir semua kebutuhan hidup sudah tersedia di toko online. Dari kebutuhan pribadi, keluarga hingga kebutuhan untuk bayi, semua ada. Tinggal buka smartphone dan semua transaksi bisa dilakukan hanya dengan beberapa klik.

Nah, bagi Anda yang gemar sekali belanja online, pernahkah tertipu oleh penjual? Ya, tak jarang pembeli pernah mengalami ditipu atau dibohongi, entah barang tidak dikirim, atau yang dikirim tidak sesuai dengan pesanan,dan macam-macam modus penipuan online lainnya.

Ini terjadi karena proses jual beli online dilakukan tanpa adanya pertemuan langsung antara penjual dan pembeli. Walaupun memang banyak online shop yang menawarkan berbagai macam sistem agar pembeli terhindar dari penipuan, misalnya saja sistem COD (Cash On Delivery). Tapi resiko belanja online tetap masih ada, terlebih korban biasanya malas mengadukan pada Kepolisian.

Beberapa hal berikut, bisa menjadi resiko yang Anda alami saat tidak berhati-hati dalam belanja online :

Masalah Keamanan

Keamanan adalah faktor utama yang harus diperhatikan saat Anda belanja online. Namun, walaupun sudah sangat berhati-hati, masih ada saja penyalahgunaan informasi personal oleh pihak tak bertanggung jawab. Misalnya saat Anda diminta untuk memasukkan beberapa informasi pribadi saat melakukan transaksi.

√ Resiko Finansial

Selain adanya resiko keamanan, yang paling sering dialami adalah risiko finansial. Bisa saja saat Anda melakukan transaksi online barang yang diinginkan justru tidak dikirim atau diterima oleh Anda.

√ Barang yang Diterima Berbeda dengan yang Dipesan

Tak jarang saat Anda belanja online barang yang dipesan berbeda dengan yang diterima. Biasanya barang yang diterima ini berbeda dengan deskripsi ataupun gambar yang di upload pada online shop tersebut. Nah, risiko ini bisa terjadi karena penjual salah mengirim barang (barang tertukar dengan orang lain) atau karena memang kecurangan dari penjual tersebut.

√ Waktu Pengiriman Lama

Nah, bagi Anda yang sering berbelanja online pasti sudah sering mengalami keterlambatan pengiriman bukan? Keterlambatan pengiriman bisa terjadi karena beberapa faktor, diantaranya karena penjual memang terlambat mengirim barang (terlambat dari jadwal yang telah disepakati oleh pembeli). Faktor lain juga karena adanya keterlambatan dari perusahaan pengiriman barang.

Risiko memang selalu ada pada saat Anda belanja online. Namun, sebagai pembeli yang cermat, kita tentu bisa meminimalisir resiko tersebut dengan beberapa langkah jitu berikut ini:

√ Periksa Secara Detail Situs Belanja Online

Sebelum melakukan segala macam transaksi, sebaiknya periksa terlebih dahulu situs belanja online tersebut. Periksalah nomor telepon si penjual. Bila perlu lakukan pencarian pada Google. Carilah review dari konsumen lain yang pernah menggunakan situs tersebut.

Apabila Anda menemukan banyak keluhan dari pembeli lain terkait situs belanja online tersebut, sebaiknya carilah situs belanja online lain yang lebih baik dan mendapat apresiasi positif dari konsumen lain. Usahakan untuk memilih situs belanja online yang sudah terpercaya.

√ Perhatikan Deskripsi Barang atau Produk dengan Cermat

Jadilah pembeli yang cermat dan teliti. Usahakan selalu memeriksa dengan cermat deskripsi tiap produk atau barang yang ingin dibeli. Hati-hatilah terhadap barang palsu yang sering beredar di pasaran. Sebaiknya jangan mudah percaya terhadap harga barang yang sangat murah.

√ Perhatikan Kebijakan Situs Belanja Online

Belanja online sangat memudahkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menyalahgunakan data pribadi Anda. Oleh karena itu, perhatikan kebijakan situs belanja online yang ingin Anda kunjungi.

Apabila Anda menemukan kenyataan bahwa situs tersebut meminta data pribadi Anda untuk diserahkan ke pihak lain, maka segera urungkan niat untuk berbelanja di situs tersebut. Selain itu, perhatikan juga kebijakan tentang pengembalian uang (refund), komplain barang rusak atau cacat. Akan lebih aman berbelanja online apabila ada garansi terhadap kerusakan barang.

√ Pastikan Situs Web Aman

Nah, Anda bisa memastikan suatu situs web aman dengan cara melihat gambar gembok pada status bar browser. Saat Anda diminta untuk memasukkan informasi tentang kartu kredit, maka pastikan alamat pada status bar adalah “https”. Hal ini juga berarti bahwa transaksi yang akan Anda lakukan telah dilindungi.

√ Pikirkan Baik-Baik Cara Pembayaran

Saat Anda ingin belanja online, pasti terdapat beberapa pilihan pembayaran. Sebaiknya pilihlah cara pembayaran yang paling aman. Karena sekarang banyak pencurian nomor kartu kredit, pembayaran melalui PayPal, atau COD bisa juga jadi pilihan lainnya.

√ Periksa Kembali Total Harga

Sebelum melakukan transfer apapun ke penjual online, sebaiknya periksa terlebih dahulu total harga barang yang ingin Anda transfer. Jangan sampai total harga berbeda (lebih tinggi) dengan kesepakatan harga sebelumnya.

√ Simpan Bukti Transaksi

Agar proses belanja online lebih aman, sebaiknya tetap simpan bukti transaksi hingga barang yang diinginkan sampai di tangan Anda. Bukti transaksi bisa berupa kuitansi digital, bahkan salinan chat atau percakapan Anda dengan penjual.

Untuk barang-barang dengan nilai cukup besar seperti ponsel atau kamera, lakukan perekaman saat akan membuka paket barang. Video ini akan berguna untuk mengajukan klaim refund di beberapa marketplace bila barang yang anda terima tidak sesuai, cacat atau rusak.

Belanja secara online boleh-boleh saja dilakukan. Namun lakukanlah dengan cara yang cermat. Sebaiknya, periksa keamanan dari situs web belanja online sebelum melakukan transaksi dalam bentuk apapun. Apabila Anda merasa cukup ragu, maka sebaiknya pilih saja sistem belanja offline. Walaupun belanja online memang sangat praktis dan mudah dilakukan, tapi jangan sampai Anda kecanduan belanja online.

Artikel Terkait :

  1. Waspada Kecanduan Belanja Online Mengincar Para Ibu
  2. Stop Drama Saat Belanja Bareng Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *