cara atasi rasa iri antar saudara lewat literasi
Mom's Corner Parenting Review Usia Sekolah

Review Buku “Ibu dan Adik Istimewaku”: Belajar Mengatasi Rasa Iri Antar Saudara

Familiar dengan kalimat ini:

“Mama selalu gitu, apa-apa buat Adik! Selalu harus ngalah buat Adik!”

atau,

“Kenapa Papa selalu pilihnya Kakak yang boleh ikut ke kantor, aku selalu dibilang masih kecil harus di rumah!”

—————————

Jika Anda memiliki dua orang anak, tak jarang mereka sering bertengkar karena saling iri. Inilah yang dinamakan sibling rivalry ,atau persaingan antar saudara kandung.

Rasa iri antar saudara memang bisa muncul. Penyebabnya sederhana, anak merasa diabaikan oleh orang tua. Mungkin orang tua menaruh perhatian lebih kepada salah satu anak yang menimbulkan kecemburuan. Ya, disadari atau tidak banyak orang tua yang memiliki anak favorite atau “anak emas” di dalam keluarga.

Namun, rata-rata orang tua justru menyangkal memiliki “anak emas” . Orang tua selalu dalam pendirian mencintai setiap anak sama rata. Terlepas dari hal tersebut, setiap orang tua selalu memiliki alasan memberikan perhatian khusus pada anak. Bisa jadi, salah satu anak memiliki kebutuhan khusus, sehingga harus mendapatkan perhatian lebih.

Hanya saja, namanya anak-anak belum bisa memahami alasan dibalik perbedaan perhatian yang diberikan oleh orang tua kepada saudaranya. Anak-anak hanya berpikir bahwa orang tua lebih menyayangi saudaranya. Nah, untuk mengatasi rasa iri antar saudara ini Anda bisa mulai menjelaskan pada anak situasi yang sedang terjadi. Cara termudah adalah dengan membacakan buku cerita yang mengandung nilai-nilai cinta dan persaudaraan  seperti buku “Ibu dan Adik Istimewaku” karya Christine Lerin.

Buku cerita bergambar ini bercerita tentang kasih sayang antara Ibu dan kedua anak laki-lakinya. Si adik bernama Doni. Doni adalah anak yang istimewa. Karena keistimewaannya, Ibu memang terlihat lebih memperhatikan kebutuhan Doni. Semua berjalan lancar hingga kakak Doni mulai merasa cemburu karena Ibu selalu memperhatikan Doni.

Menyadari hal ini, Ibu tidak tinggal diam. Ibu melakukan cara-cara agar kakak Doni paham bahwa ibu tidak membedakan kasih sayang dan perhatian untuk anaknya. Cara yang ditempuh Ibu ternyata berhasil, sehingga kakak Doni tidak merasa iri lagi dan mulai menyayangi Doni seperti sedia kala.

Buku cerita bergambar setebal 24 halaman ini sarat akan nilai-nilai kasih sayang antar saudara. Design yang penuh warna dan ilustrasi yang menarik karya ilustrator Cinisowen tentu bisa menarik perhatian anak-anak untuk membacanya dan mengambil pelajaran berharga dari buku ini. Buku ini juga dilengkapi dengan catatan kaki, sehingga memudahkan anak memahami istilah sulit yang belum dipahami melalui bimbingan orang tua.

Setiap halaman dilengkapi ilustrasi dari ketiga tokoh, yaitu Ibu, Kakak dan Doni, sehingga menarik untuk anak dan memudahkan mereka mengenal karakter dan alur ceritanya. Tak hanya itu, buku yang diterbitkan oleh PT. Kanisius ini memiliki alur cerita yang baik, dimulai dari perkenalan tokoh, munculnya konflik, puncak konflik hingga penyelesaian masalah. Sehingga, membaca buku cerita bergambar ini seperti melihat kisah nyata dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, buku ini sangat baik digunakan sebagai media pembelajaran bagi anak-anak.

Buku cerita bergambar karya Christine Lerin ini memang diperuntukkan bagi anak-anak usia 9-10 tahun. Namun, buku ini sebenarnya juga cocok dibaca oleh anak-anak yang berusia lebih muda,tentu dengan pendampingan orang tua. Untuk orangtua sendiri bisa belajar ilmu parenting untuk menghadapi sibling rivalry.

Melalui buku ini, bukan hanya anak-anak yang belajar untuk tidak merasa iri kepada saudaranya, namun orang tua juga belajar untuk memberi perhatian yang sama rata pada tiap anak. Perhatian yang sama rata ini bukan berarti perlakukan dengan cara yang persis sama. Akan tetapi bentuk perhatian yang memang diinginkan oleh setiap anak. Artinya setiap anak memiliki kebutuhan dan karakter yang berbeda-beda.

Untuk itu orang tua harus mampu menyesuaikan pola asuh pada setiap anak. Sehingga tidak akan ada lagi yang namanya “anak emas” atau anak yang paling favorite dalam keluarga. Hingga tidak ada lagi anak yang merasa diabaikan atau dijadikan “anak tiri” di keluarga sendiri.

Salah satu kekurangan buku ini adalah tidak adanya “halaman aktivitas” yang bisa digunakan oleh anak sebagai media latihan perilaku untuk tidak iri dan menyayangi saudara sendiri. Namun, orang tua tetap bisa menjelaskan hal-hal dalam cerita yang mungkin kurang bisa dipahami oleh anak.

Tertarik dengan buku ini? Temukan buku cerita bergambar karya Christine Lerin di toko buku terdekat di kota Anda. Atasi rasa iri antar saudara yang dimiliki anak dengan cara yang lebih menyenangkan melalui literasi.

Artikel Terkait:

  1. “Dancing In The Rain”, Perjalanan Persahabatan Anak Autis
  2. Tidak Ada “Anak Emas” Dalam Keluarga, Ah Masa Sih?
  3. Dari Pada Marah-Marah, Ini Cara Efektif Mendamaikan Kakak Adik yang sedang Bertengkar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *