Banner Header Promo Oktober

Toxic Friendship: Karena Tak Semua Persahabatan Indah Bagai Kepompong

Browse By

“Persahabatan bagai kepompong

mengubah ulat menjadi kupu-kupu

persahabatan bagai kepompong

Hal yang tak mudah berubah jadi indah…”

——————————————————————————

Siapa yang tak kenal dengan penggalan lagu “kepompong” di atas? Ya, lagu ini bercerita tentang betapa indahnya persahabatan yang bisa dijalin antar sahabat. Persahabatan yang dijalin ternyata memiliki banyak manfaat, salah satunya membuat seseorang hidup lebih lama. Fakta tersebut sejalan dengan penelitian di Australia selama 10 tahun. Dilansir dari psychologytoday.com, menurut penelitian tersebut, persahabatan yang solid telah membuat 22% koresponden hidup lebih lama.

Sebaliknya, persahabatan yang buruk atau sering disebut sebagai toxic friendship, justru akan berdampak kurang baik bagi mereka yang terlibat. Beberapa dampak yang diakibatkan dari toxic friendship tersebut misalnya stres termasuk tekanan darah tinggi, sindrom iritasi usus, penurunan kekebalan tubuh, meningkatnya gula darah, kecemasan hingga depresi.

Sayangnya, tidak banyak orang yang mengetahui apakah persahabatan yang dijalani adalah persahabatan yang murni dan solid atau justru termasuk toxic friendship.

Jadi, untuk mengetahui apakah Anda sedang menjalani persahabatan yang solid atau malah toxic friendship, beberapa tanda berikut ini bisa digunakan sebagai acuan.

Apa Saja Tanda Toxic Friendship?

  • Lebih Banyak Memberi Daripada Menerima

Pernahkah Anda memberi sesuatu pada sahabat Anda? Jika pernah, maka hal tersebut wajar, karena persahabatan selalu saja membuat seseorang ingin memberikan beberapa hal pada sahabatnya. Tapi, pernahkah Anda menerima sesuatu dari sahabat Anda? Seberapa sering Anda menerima sesuatu tersebut?

Jika nyatanya Anda lebih sering memberi daripada menerima, maka bisa jadi selama ini Anda menjalani toxic friendship. Pemberian yang dimaksud bukan selalu berarti hadiah, namun bisa berupa waktu.

Misalnya, Anda lebih banyak meluangkan waktu pada sahabat Anda saat ia membutuhkan Anda. Tapi, giliran Anda sedang membutuhkannya, ia seakan-akan mencari-cari alasan agar tidak bertemu dengan Anda. Jika kondisi ini terus saja berlangsung, maka persahabatan yang Anda jalin tidak akan menemukan keseimbangan. Akhirnya, toxic friendship ini justru akan membuat Anda merasa kecewa, dan tertekan.

  • Merasa Terpojok dan Takut Saat Dihubungi

Hubungan persahabatan seharusnya membuat kita merasa senang dan bahagia. Terlebih jika sahabat kita seringkali menghubungi, mungkin sekedar menyapa atau menanyakan kabar. Sayangnya tidak demikian dengan toxic friendship. Seseorang yang sedang menjalani toxic friendship, justru merasa terpojok, takut bahkan was-was apabila dihubungi oleh sahabatnya.

Kemungkinan besar rasa takut dan cemas ini karena tema perbincangan yang menekan kehidupan Anda. Misalnya, sahabat Anda seringkali membicarakan cemerlangnya karir yang sedang ia bangun sedangkan Anda sendiri sedang sedih karena harus berhenti bekerja.

  • Sudah Tidak Mempercayainya

Persahabatan seharusnya dibangun atas dasar kepercayaan, sehingga banyak orang yang mempercayakan banyak hal pada sahabatnya. Tapi, bagaimana jika rasa percaya Anda pada sahabat saat ini sudah luntur? Kemungkinan besar lunturnya rasa percaya pada sahabat adalah tanda dari toxic friendship yang sedang Anda jalani.

Rasa tidak percaya ini mungkin karena sahabat Anda seringkali mengingkari janjinya. Misal, saat Anda memintanya mengantar hadiah penting untuk partner Anda, tapi dia mengingkarinya.

Atau saat Anda meminta sahabat merahasiakan sesuatu, tapi ia justru mengungkapkan rahasia Anda pada semua orang. Jika kondisi ini terus berlangsung, maka persahabatan Anda dengannya sama sekai tidak akan membawa manfaat.

  • Tidak Nyaman Menghabiskan Waktu Dengannya

Kebersamaan dengan sahabat seharusnya dihabiskan dengan rasa nyaman. Tapi jika kenyamanan ini sudah tidak Anda temukan lagi saat bersamanya, kemungkinan Anda sedang menjalani toxic friendship. Rasa tidak nyaman saat bersama dengan sahabat Anda juga bisa menimbulkan gejala kesehatan lainnya.

Menurut Elizabeth Lombardo, Ph.D  seorang psikolog klinis, rasa tidak nyaman bersama dengan sahabat bahkan bisa menimbulkan sakit kepala, sakit perut, atau rasa kecemasan berlebih.

  • Merasa Membenci Diri Sendiri Saat Bersamanya

Seorang sahabat seharusnya saling mendukung apapun yang sedang dijalani dalam kehidupan sahabatnya. Dukungan tersebut akan membuat seorang sahabat merasa bahagia dan seringkali menjadi lebih mencintai diri sendiri. Akan tetapi, jika persahabatan yang dijalin justru menimbulkan rasa benci pada diri sendiri, maka persahabatan tersebut termasuk toxic friendship.

Misalnya, saat Anda mengambil keputusan bercerai dan ternyata banyak orang yang menentangnya. Padahal perceraian tersebut adalah jalan paling baik bagi Anda dan mantan suami. Seorang sahabat seharusnya memberikan pendapatnya yang membangun dan membuat Anda tidak menyalahkan diri sendiri. Bukan malah membuat Anda merasa lebih tertekan dengan menyalahkan keputusannya.

  • Sering Memergoki Berbicara “Di Belakang” Anda

Seorang sahabat seharusnya tidak membicarakan sahabatnya di belakang. Nah, jika Anda menemukan sahabat seperti ini, maka bisa jadi persahabatan Anda termasuk toxic friendship. Sahabat yang seperti ini biasanya adalah seseorang yang bisa menusuk Anda dari belakang. Artinya, ia mungkin bersikap manis di depan Anda, akan tetapi akan menjelekkan Anda saat sedang bersama orang lain.

  • Sering Berkompetisi Dengannya

Tanda Anda toxic friendship lainnya adalah jika Anda seringkali berkompetisi dengan sahabat Anda. Ya, kompetisi ini nyatanya sering Anda lakukan dalam berbagai kesempatan.

Contoh, sering berkomentar bahwa suami Anda lebih baik daripada suaminya, atau bahwa Anaknya lebih cepat berjalan daripada anak Anda. Kondisi ini justru akan membuat Anda menjadi tertekan setiap harinya, karena terus memikirkan hal apa lagi yang lebih baik dari sahabat Anda.

  • Merasa Dia Tidak Pernah Memperhatikan Anda

Jika dalam perbincangan sahabat Anda lebih sering berbicara tentang dirinya sendiri, atau jika apa yang anda bicarakan jarang diperhatikan oleh sahabat Anda. Kemungkinan kondisi ini adalah tanda toxic friendship.

Pasalnya, seorang sahabat pasti akan saling memperhatikan sahabatnya, entah dalam hal kesehatan, atau hal apapun yang menyangkut sahabatnya. Namun, jika perhatian tersebut jarang Anda terima, maka persahabatan yang Anda jalani justru tidak akan membuat Anda bahagia.

  • Tidak Setuju dengan Sarannya

Sering tidak setuju atau sejalan dengan saran dari sahabat Anda bisa juga termasuk tanda bahwa Anda sedang menjalani toxic friendship. Persahabatan seharusnya, juga didasari oleh pemikiran yang sejalan. Nah, dari pemikiran yang sejalan tersebut, banyak saran dari sahabat yang seringkali sesuai diterapkan bagi sahabat. Tapi, jika banyak saran yang nyatanya tidak sejalan dengan Anda, maka persahabatan yang sedang dijalin justru akan menekan diri Anda sendiri.

  • Anda Merasa Malu dengan Kelakuannya Di Depan Orang Lain

Jika Anda merasa bahwa perilaku atau sikap sahabat Anda sering membuat malu, atau seringkali menyinggung orang-orang yang Anda sayangi, maka ini adalah tanda dari toxic friendship. Sehingga, bisa jadi persahabatan yang Anda jalani membuat Anda tertekan. Hal ini karena banyak dari orang di sekitar Anda yang mengeluhkan perilakunya.

  • Anda Merasa Dimanfaatkan

Persahabatan seharusnya saling menguntungkan, tapi bukan berarti saling memanfaatkan. Nah, jika sahabat Anda sering memanfaatkan Anda dalam berbagai kesempatan bisa jadi ini adalah tanda dari toxic friendship. Misalnya saja, saat ia sering meminjam uang dari Anda untuk melunasi hutangnya, akan tetapi seringkali ia tidak membayar. Alasannya, yang ia kemukakan adalah karena ia sahabat Anda, sehingga kondisi ini seringkali membuat Anda tertekan.

  • Anda Sering Meminta Maaf Untuknya

Tanda lain Anda menjalani toxic friendship adalah bahwa Anda sering meminta maaf atas nama sahabat Anda. Hal ini seringkali Anda lakukan karena perilaku dari sahabat Anda yang sering memalukan, sehingga mau tidak mau Anda meminta maaf untuknya. Kondisi ini pun akan membuat Anda selalu tertekan.

cara atasi toxic friendship

Bagaimana Mengatasi Toxic Friendship?

Jjika beberapa tanda diatas pernah atau sedang Anda alami, lalu apa saja yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi toxic friendship? Para ahli menyarankan beberapa hal misalnya

Pertama, lakukan observasi. Observasi ini bisa Anda lakukan jika Anda merasa belum terlalu yakin dengan tanda di atas. Sebaiknya tanyakan pada teman lain tentang beberapa tanda yang sedang Anda rasakan. Teman lain, mungkin saja memiliki jawaban yang lebih objektif daripada Anda.

Kedua, lakukan limitasi. Imitasi ini artinya, Anda bisa saja menjauhi teman tersebut secara bertahap. Hal ini dilakukan agar kehidupan Anda tidak tertekan lagi. Sehingga, Anda bisa menjalani kehidupan yang lebih bahagia. Misal, batasi berhubungan dengannya, melalui telepon, sosial media, bahkan batasi pertemuan Anda dengannya.

Ketiga, jelaskan bahwa Anda tidak bisa selalu bersama dengannya jika sahabat Anda terus  memaksa untuk bertemu. Misalnya, jika sahabat terus memaksa untuk bertemu, padahal Anda sudah berusaha menjauhinya, maka katakan saja bahwa Anda sekarang ini tidak bisa terus bertemu. Gunakan alasan tertentu untuk mendukung keputusan Anda ini.

Keempat, katakan yang sejujurnya tentang alasan Anda. Nah, langkah keempat ini bisa dilakukan jika sahabat Anda memang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sebaiknya jelaskan dengan baik-baik tentang keadaan yang selama ini membuat Anda tertekan saat bersama dengannya.  

Tak semua persahabatan memang membuat seseorang bahagia. Banyak sekali persahabatan yang justru membuat seseorang merasa tertekan karena menjalani toxic friendship.

Beberapa tanda toxic friendship di atas bisa Anda gunakan sebagai acuan, apakah Anda menjalani persahabatan yang solid dan sehat, atau justru Anda sedang menjalani sebuat toxic friendship.

Artikel Terkait:

  1. Sehatkah Pernikahanku? Apakah Aku Berada Dalam “Toxic Marriage”?
  2. Toxic Parenting: Apa dan Bagaimana Bahayanya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *