Banner Header Komunitas SOP

Tenang! Ini Hanya Gejala Psikosomatik, Bukan Corona!

Browse By

Hampir setiap menit, kita selalu terpapar berita tentang wabah corona. Mulai dari berapa orang yang sudah terinfeksi, hingga berapa orang yang pada akhirnya meninggal dunia karena wabah virus tersebut. 

Bagi kita, pemberitaan tersebut memang sangat penting, agar kita bisa terus waspada menghadapi wabah corona. Sayangnya, semakin banyak terpapar berita tentang corona, kita justru mulai merasa demam dan mengalami tanda-tanda seperti terinfeksi corona.

Kenapa bisa demikian? Benarkah kita sudah terinfeksi virus corona?

Tenang…

Sebaiknya, tak perlu terlalu khawatir terinfeksi virus corona jika selama ini kita sudah menjaga kebersihan diri dan menghindari kontak langsung dengan individu yang terinfeksi. Merasa meriang, atau gejala lain seperti sesak napas, hingga demam mungkin hanya efek dari kecemasan yang kita alami. Secara medis, kondisi ini sering disebut dengan Psikosomatik

Apa itu Psikosomatik?

Psikosomatik merupakan keluhan fisik yang sering disebabkan karena kecemasan, depresi, stres atau rasa takut berlebihan. Dalam kasus belakangan ini, Psikosomatik dipicu karena rasa cemas akibat wabah virus corona yang semakin hari memakan banyak korban jiwa. 

Nah, beberapa efek Psikosomatik misalnya:

  • Berkeringat
  • Sakit perut atau mulai merasakan nyeri ulu hati
  • Migrain dan sakit kepala 
  • Napas tidak teratur
  • Jantung berdebar-debar

Apa yang perlu dilakukan?

Nah, agar gejala Psikosomatik berkurang sebaiknya mulai terapkan pemikiran “waspada perlu, takut jangan”. Artinya, kita memang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap merebaknya virus corona, namun jangan sampai kewaspadaan tersebut justru berimbas pada rasa cemas berlebihan hingga menimbulkan gejala Psikosomatik. 

tanda psikosomatik

Tetap Tenang, Tapi Jangan Anggap Sepele!

Kewaspadaan terhadap virus Corona memang penting, namun jangan terlalu merasa tegang karena wabah virus corona ini. Merasa tetap santai juga sangat perlu untuk mengurangi kecemasan. Nah, untuk mengurangi rasa tegang akibat wabah virus corona ini, sebaiknya lakukan beberapa hal berikut!

  • Hindari Diskusi yang Memperburuk Suasana Hati

Kecemasan kita pasti akan terus meningkat jika, setiap saat terus berdiskusi tentang hal-hal yang memperburuk suasana hati. Dalam kasus belakangan ini, yaitu pemberitaan terkait corona. Akan lebih baik jika kita berdiskusi untuk terus meningkatkan daya tahan tubuh dengan makan makanan sehat, olahraga teratur dan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. 

  • Bebaskan Pikiran dari Hal-Hal Buruk

Psikosomatik memang berawal dari pikiran kita sendiri, sehingga menyebabkan perasaan cemas berlebihan dan menimbulkan gejala sakit fisik. Nah, untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya mulai bebaskan pikiran dari hal-hal buruk. Mulailah berpikir hal yang menyenangkan dalam hidup kita. Memperbanyak rasa syukur juga bisa membantu kita terbebas dari pemikiran-pemikiran buruk setiap hari. 

  • Lakukan Aktivitas yang Meningkatkan Kebahagiaan

Untuk menghindari Psikosomatik, sebaiknya mulai lakukan aktivitas yang meningkatkan perasaan positif dan bahagia. Menurut medis, perasaan tidak bahagia justru akan meningkatkan asam lambung dalam tubuh. Sehingga wajar rasanya jika seseorang mulai merasakan nyeri pada lambung karena perasaan cemas ini.

Gejala Psikosomatik sangat mungkin kita rasakan di tengah wabah virus corona belakangan ini. Sebaiknya, tidak perlu terlalu khawatir dan terus tingkatkan upaya untuk mencegah virus ini menginfeksi tubuh. Misalnya dengan melakukan social distancing, self quarantine dan isolasi mandiri. 

Baca juga:

  1. Apa Sih “Social Distancing, Self Quarantine, dan Isolasi?
  2. Waspada Perlu, Takut Jangan! Corona Mudah Menginfeksi Orang Tertentu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *