10 Alasan Paling Umum Saat Bercerai

10 Alasan Paling Umum Saat Bercerai

Anda tahu benar ada yang salah dalam hubungan pernikahan yang sedang dijalani saat ini. 

Bagi semua orang, pernikahan Anda memang nampak baik-baik saja. Namun tidak demikian dengan hal yang terjadi sebenarnya. Saat di luar rumah Anda dan pasangan seakan berpura-pura semua berjalan dengan baik, hingga semua orang menganggap pernikahan yang Anda jalani sangat harmonis.

Meskipun terlihat harmonis dari luar, tapi semua nyatanya berbeda. Tak ada pertengkaran hebat memang, tapi ada dendam, amarah dan sakit hati yang Anda dan pasangan simpan dalam hati untuk dikeluarkan nanti saat waktunya tepat. 

Ya, saat Anda dan pasangan sudah tidak kuat lagi menjalani kehidupan pernikahan, perceraian pun tak terhindar lagi. 

Kurangnya komunikasi dan perbedaan karakter adalah sedikit dari sekian banyak alasan paling umum seseorang akhirnya memutuskan untuk bercerai dari pasangannya. 

Masih ada banyak lagi alasan yang melatarbelakangi seseorang bercerai, seperti beberapa alasan di bawah ini.

10 Alasan Paling Umum Seseorang Bercerai 

💔 Selingkuh

Siapa sih yang suka diselingkuhi? Jangankan saat sudah menikah, saat masih pacaran pun seseorang sangat tidak suka diselingkuhi. 

Hal inilah yang membuat selingkuh sebagai alasan paling umum yang melatarbelakangi seseorang untuk bercerai. Banyak yang sudah berusaha menghindari perceraian karena alasan ini, tapi sayangnya tak banyak yang berhasil melakukannya. 

Apalagi selingkuh yang dilakukan di era digital ini sudah berevolusi. Artinya, selingkuh yang dilakukan oleh pasangan semakin detail dan terencana sehingga pasangan yang lain sulit mengetahuinya. Semua dilakukan dengan bantuan teknologi yang memudahkan seseorang berselingkuh di belakang pasangannya. 

💔 Masalah Keuangan

Masalah keuangan juga bisa dianggap sebagai alasan paling umum lainnya yang membuat seseorang bercerai. Misalnya, saat kedua pasangan memiliki jumlah pendapatan yang berbeda, yaitu istri yang memiliki pendapatan lebih tinggi daripada suami. Maka akan terjadi semacam perebutan kekuasaan dan kekuatan dalam rumah tangga antara suami dan istri.

Ada istri yang mungkin merasa dirinya lebih berkuasa karena memiliki pendapatan yang lebih besar, sedangkan suami merasa direndahkan harga dirinya. 

Jika kondisi ini dibiarkan terus menerus, maka perceraian dianggap sebagai jalan terbaik bagi keduanya karena perbedaan prinsip tersebut.

💔 Kurang Komunikasi

Komunikasi adalah kunci utama dalam menjaga keharmonisan rumah tangga yang seharusnya terus dijaga. Sayangnya, tidak semua pasangan mampu menjaga intensitas komunikasi di dalam pernikahan. Alasannya karena sama-sama sibuk bekerja. 

Tapi, bukankah pekerjaan bisa menunggu? Bukankah pekerjaan bisa diselesaikan saat di kantor? Dan, bukankan pekerjaan seharusnya dilakukan saat hari kerja?

Hal inilah yang seharusnya dipahami oleh semua pasangan, bahwa semua aktivitas memiliki porsi dan waktunya masing-masing. 

Saatnya bekerja maka harus dengan baik bekerja, saatnya istirahat maka semaksimal mungkin gunakan waktu untuk beristirahat. Pun demikian dengan waktu untuk berkomunikasi dan bercengkrama dengan pasangan dan anak-anak. 

💔 Terus Menerus Berdebat

Pernikahan itu seperti menggabungkan dua pemikiran, dua karakter dan dua sifat seseorang menjadi satu. Jadi, wajar rasanya jika kadang sering bentrok, berselisih atau berdebat karena perbedaan pendapat. Namun, apa jadinya jika perdebatan ini terus saja terjadi setiap hari? 

Tentu saja rasa lelah, stres dan depresi akan menghampiri. Akibatnya, beberapa pasangan sudah tidak tahan lagi dengan situasi ini dan memiliki berpisah selamanya. Inilah alasan umum seseorang akhirnya bercerai.

💔 Perubahan Fisik

Alasan umum lainnya yang melatarbelakangi seseorang bercerai adalah karena perubahan fisik yang dialami salah satu pasangan. 

Mungkin karena obesitas dan penyakit, karena tak semenarik dulu, tak secantik dan setampan dulu, atau perubahan fisik lainnya. 

Memang, alasan umum perceraian yang satu ini nampak sangat dangkal. Tapi nyatanya masih ada saja yang bercerai karena perubahan fisik yang terjadi pada pasangannya.

alasan umum perceraian

💔 Harapan Tak Realistis

Sangat mudah memang menikah dengan harapan yang tinggi, yaitu berharap pasangan memenuhi semua standar hidup Anda. 

Semisal berharap pasangan selalu bisa memenuhi keinginan Anda untuk berlibur tiap bulannya, berharap pasangan selalu membelikan Anda hadiah mewah setiap kali berulang tahun, dsb. 

Namun, semua harapan Anda yang tidak realistis ini justru bisa membuatnya tertekan. Tekanan yang Anda berikan untuk pasangan bisa menimbulkan perdebatan dalam kehidupan rumah tangga. Akhirnya, bisa saja pasangan menggugat cerai Anda karena alasan yang satu ini.

💔 Kurangnya Keintiman

Kurangnya keintiman memang bisa merusak kehidupan pernikahan seseorang. Kondisi ini membuat seseorang merasa bahwa ia hanya hidup sendiri dan merasa pasangannya seperti orang asing atau seperti teman sekamar saja. 

Bukan hanya kurangnya keintiman secara fisik seperti hubungan seksual, namun kurangnya keintiman secara emosional juga menjadi salah satu alasan utama seseorang bercerai. Misalnya, saat sikap pasangan terlalu dingin seperti mengacuhkan semua perhatian yang diberikan. Maka hal inilah yang membuat seseorang merasa tidak betah tinggal bersama dengan pasangannya lagi.

💔 Kurangnya Kesetaraan

Saat pasangan merasa ia mengambil lebih banyak tanggung jawab, atau kekuasaan dari pasangan lainnya atau sebaliknya, maka hal inilah yang bisa menjadi alasan umum seseorang bercerai. Kurangnya kesetaraan dalam hubungan pernikahan memang bisa menjadi pemicu perceraian. 

Beberapa permasalahan kesetaraan yang sering dihadapi oleh pasangan misalnya, istri menganggap bahwa suaminya tidak lebih mampu dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, atau suami yang menganggap bahwa istrinya tidak perlu tahu banyak tentang bisnis keluarga yang telah dibangun bersama.

💔 Belum Siap Menikah

Alasan umum seseorang bercerai lainnya yang dianggap cukup mengejutkan adalah kondisi kedua pasangan yang belum siap menikah. 

Kondisi ini mungkin dipengaruhi karena pasangan menikah terlalu muda, sehingga belum memiliki mental yang cukup kuat untuk menjalani kehidupan setelah menikah. Hal inilah yang membuat pasangan mungkin sering bertengkar, berbeda pendapat dan tidak bisa menyelesaikan permasalahan dengan baik.

💔 Adanya KDRT

Perceraian juga bisa dipicu karena alasan KDRT. Alasan ini merupakan alasan umum lainnya yang melatarbelakangi pasangan bercerai. KDRT sendiri tidak hanya berupa kekerasan fisik pada pasangan, namun juga berupa kekerasan verbal yang hampir setiap saat diterima oleh pasangan. 

Alasan KDRT seharusnya menjadi alasan yang sangat kuat bagi seseorang untuk bercerai. Pasalnya, KDRT yang dilakukan oleh suami/istri sangat mampu membahayakan nyawa pasangan maupun anak. Tentunya setiap orang tidak mau jika jiwanya terancam setiap hari kan?

Perceraian dianggap sebagai salah satu jalan keluar terakhir bagi pasangan yang sudah tidak mampu mempertahankan pernikahan mereka. Meskipun perceraian ini bisa dilakukan, namun alangkah baiknya jika setiap pasangan memikirkan dan mencari solusi bersama berulang kali sebelum bercerai. 

Baca juga:

  1. Pisah Ranjang, Benarkah Lebih Baik dari Perceraian?
  2. Aku Menyesal, Bercerai Tidak Membuatku Bahagia
  3. Micro Cheating: Evolusi Selingkuh di Era Digital
Bagaimana Menurut Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Share with love