Banner Header Komunitas SOP

Ajarkan Anak Selesaikan Konflik Sendiri? Bisa Coba Langkah Ini!

Browse By

Hampir setiap hari, semua orangtua mengajarkan kemandirian pada anak. Mulai dari mengajarkan anak mandiri dalam hal mengurus kebutuhan diri sendiri seperti mandi, makan, memakai sepatu, memakai baju seragam sendiri hingga mengajarkan anak untuk menyelesaikan konflik sendiri. 

Loh, memangnya anak-anak sudah memiliki konflik? 

Ya, meskipun bukan konflik yang besar, anak-anak memang sudah memiliki konflik juga. 

Semisal konflik dengan teman dekatnya di sekolah. Nah, untuk mengatasi konflik tersebut, sebaiknya ajarkan pada anak beberapa hal berikut ini,yuk!

Untuk menyelesaikan Konflik, Aku Bisa…

  • Berusaha menenangkan diri terlebih dulu

Sebaiknya mintalah anak untuk menenangkan diri terlebih dahulu saat ia mengalami konflik dengan teman. Latih anak untuk mengambil napas dalam-dalam agar hati dan perasaannya menjadi tenang dan tidak emosi berlebihan. Langkah ini bisa Anda ajarkan dan latih di rumah !

  • Menentukan keputusan dengan “suit” “batu-gunting-kertas”

Namanya anak-anak, pasti sering beda pendapat kan? Nah, untuk menentukan pendapat mana yang akan dipilih maka ajarkan anak untuk memilih dengan “suit”  batu-gunting-kertas. Cara ini, cukup efektif digunakan oleh anak-anak saat mereka merasa kesulitan memilih salah satu dari dua hal berlawanan.

  • Minta bantuan orang dewasa (Ibu, Ayah, guru)

Saat anak merasa kesulitan menyelesaikan konfliknya sendiri, maka jangan lupa ingatkan anak untuk meminta bantuan pada orang dewasa di sekitarnya. Misalnya pada Ibu, Ayah atau pada guru yang ada di sekolah. 

  • Temukan “Win-Win Solution”

Menemukan “win-win solution” bisa dianggap sebagai salah satu cara menyelesaikan konflik dengan baik. Maka dari itu, segera kembangkan keterampilan “Executive Function” pada anak agar ia mampu memikirkan solusi terbaik dari masalahnya sendiri. 

  • Mengabaikan hal yang mengganggu

Mengabaikan hal yang mengganggu diri sendiri kadang cukup mampu menyelesaikan konflik yang dialami oleh anak. Saat anak mengalami konflik dengan teman dan tidak bisa menyelesaikan konflik tersebut, maka mintalah anak untuk mengabaikan konflik yang ada sementara waktu. Tujuannya agar anak dan teman terhindar dari pertengkaran.

  • Tempatkan diriku di posisi teman, dan berpikir

Cara lain yang bisa Anda ajarkan pada anak untuk menyelesaikan konflik sendiri adalah dengan meminta anak menempatkan dirinya di posisi teman. Misalnya, saat anak merasa jengkel karena buku yang dipinjam temannya basah terkena hujan. 

Menghadapi situasi ini, maka katakan pada anak bahwa “Coba kalau adek kemarin kehujanan, pasti topi yang adek pinjam dari teman juga akan basah”. Dengan begitu, anak akan memaklumi situasi yang dihadapi teman dan akan mengabaikan konflik yang terjadi. 

cara latih anak selesaikan konflik dengan teman

  • Bicarakan baik-baik dengan teman

Cara lain yang bisa dilakukan anak untuk menyelesaikan konflik bersama teman adalah dengan menjalin komunikasi atau berbicara baik-baik dengan teman. Untuk itu, ajarkan pada anak untuk  membicarakan semua masalah dengan temannya.

  • Lakukan hal lain yang tidak dilakukan teman

Adakalanya, anak-anak berebut mainan. Nah, jika hal ini terjadi, maka mintalah anak untuk bermain hal lain sehingga konflik bisa dihindari.

  • Belajar menolak

Apabila anak tidak setuju dengan sesuatu hal yang diinginkan teman, maka anak boleh saja kok menolak. Mengajarkan anak untuk menolak adalah salah satu cara terbaik menyelesaikan konfliknya dengan teman.

  • Dengarkan alasan teman

Konflik anak bersama temannya bisa saja diselesaikan dengan cara mendengarkan alasan teman tentang suatu hal. 

Misalnya, saat anak dan teman memiliki janji bertemu jam 10 pagi, tapi teman anak ternyata baru datang jam 11. Alih-alih marah, sebaiknya minta anak untuk mendengarkan alasan dari teman tentang keterlambatannya. 

  • Menunggu giliran atau berbagi

Cara lain yang bisa dilakukan anak untuk menyelesaikan konflik bersama teman adalah dengan menunggu giliran atau berbagi dengan teman. Hal ini bisa dilakukan jika konflik yang terjadi karena anak dan teman berebut ingin melakukan sesuatu yang sama. 

  • Meminta maaf

Meminta maaf adalah cara yang cukup mudah dilakukan untuk menyelesaikan konflik. Maka dari itu, ajarkan anak cara meminta maaf yang tulus pada teman.

Meskipun bukan konflik yang besar, anak-anak tetap saja pernah memiliki konflik. Nah, konflik antar anak-anak ini sebaiknya mampu ia selesaikan sendiri. Beberapa langkah di atas bisa membantunya menyelesaikan konflik,ya Parents! 

Baca juga:

  1. Bagai penyakit, Kebiasaan Orangtua ini Mudah “Menular” ke Anak
  2. Kenapa Anakku Tidak Punya Teman? Cara Atasi Anak yang Dijauhi Teman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *