Banner Header

Bagai Penyakit, Kebiasaan Orangtua ini Mudah “Menular” Ke Anak

Browse By

Penyakit seperti influenza memang mudah sekali menular pada orang terdekat di sekitar Anda, khususnya sangat mudah menular pada anak. Tapi jangan salah, ternyata bukan hanya penyakit yang bisa menular pada anak loh. Kebiasaan dan perilaku Anda sebagai orangtua juga sangat mudah menular pada anak. 

Menurut Dr. Bryan Bruno, Direktur Medis di Mid City TMS, kebiasaan dan perilaku seseorang sebenarnya sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar dan kebiasaan orangtua yang secara tidak langsung telah diwariskan di masa kanak-kanak melalui pola pengasuhan pada anak. 

Lalu, kebiasaan dan perilaku seperti apa sih yang sangat mudah menular dan ditiru oleh anak-anak?

Kebiasaan Orangtua yang Mudah Menular Ke Anak

  • Kebiasaan Orangtua Mengelola Stres

Bagaimana sih Anda mengelola stres? Apakah dengan menangis, berteriak, marah-marah, diam atau mungkin dengan menunjukkan wajah murung pada semua anggota keluarga di rumah?

Semua kebiasaan yang Anda lakukan dalam mengelola stres sangat mudah menular pada anak loh. Misalnya, saat Anda mengelola stres dengan marah-marah, maka anak akan menirunya. Anak-anak akan cenderung melampiaskan stres dengan cara marah-marah pada orang disekitarnya, sama persis seperti yang Anda lakukan pada mereka. 

  • Kebiasaan Orangtua Mengelola Keuangan

Apakah Anda menganggap anak sangat boros dalam mengelola keuangan dan seringkali menghabiskan uang yang baru saja diterimanya untuk keperluan yang kurang penting? Wah, jangan-jangan kebiasaan Anak ini juga menular dari kebiasaan Anda sebagai orangtua. 

Disadari atau tidak, kebiasaan Anda dalam mengelola keuangan pribadi juga akan ditiru oleh anak-anak dengan mudah. Misalnya, bagaimana Anda membelanjakan gaji bulanan, bagaimana Anda menabung dan bagaimana Anda menyisihkan sebagian uang tersebut untuk kebutuhan mendadak. 

Nah, jika Anda sendiri tidak mampu mengelola keuangan dengan baik dan cenderung boros, maka kemungkinan besar kebiasaan ini bisa menular pada anak.

  • Pola Pikir Orangtua Tentang Uang

Kebiasaan orangtua dalam mengelola keuangan juga dipengaruhi oleh pola pikir orangtua tentang uang. 

Contoh kebiasaan orangtua yang berpikir bahwa uang bisa menyelesaikan segalanya, uang yang dimiliki harus dihabiskan, dan pola pikir yang tidak sehat lainnya. Semua pola pikir tentang uang ini nantinya bisa menular pada anak. 

Jangan kaget jika anak juga memiliki pola pikir yang sama tentang uang, sama seperti pola pikir yang dimiliki oleh orangtua. 

  • Kebiasaan Orangtua yang Terlalu Cemas 

Setiap orang pasti pernah merasa cemas. Tapi bagaimana jika kecemasan itu menjadi kebiasaan Anda sebagai orangtua? Bisa jadi kebiasaan Anda yang selalu cemas tentang segala sesuatu menular pada anak. 

Anak akan sering mencemaskan bagaimana hari pertama masuk sekolah, mencemaskan Ujian Akhir Semester dan kecemasan-kecemasan lainnya.  

  • Kebiasaan Orangtua Pilih-Pilih Makanan

Kebiasaan orangtua yang suka pilih-pilih makanan juga sangat mudah menular loh pada anak. 

Orangtua yang selalu memilih tidak makan sayur, memilih tidak suka makanan berbau kuat atau tidak suka makanan dengan tekstur tertentu,maka anak yang melihat kebiasaan makan orangtua pun akan mengikuti kebiasaan tersebut. 

kebiasaan orangtua yang ditiru anak

  • Kebiasaan Orangtua Mengontrol Diri

Kebiasaan orangtua lainnya yang sangat mudah menular pada anak adalah kebiasaan orangtua dalam mengontrol diri. Mengontrol diri yang dimaksud adalah bagaimana orangtua menghadapi keadaan tertentu dalam hidupnya. Misalnya, apa yang dilakukan orangtua saat harus memilih menyelesaikan sesuatu dengan jalan yang udah tapi penuh resiko atau jalan yang sulit dengan sedikit resiko.

Dalam hal ini, bagaimana kebiasaan orangtua dalam menyelesaikan suatu masalah juga akan ditiru dan menular pada anak.

  • Kebiasaan Orangtua Sulit Mengekspresikan Diri

Orangtua yang sulit mengekspresikan diri juga bisa diikuti  anak. 

Beberapa orangtua memang sulit mengekspresikan diri secara positif sehingga seringkali menunjukkan ekspresi yang keliru. 

Semisal saat anak terjatuh, ada orangtua yang alih-alih menolong malah memarahi anak karena dianggap tak hati-hati. Kebiasaan inilah yang sering ditiru oleh anak saat dewasa nanti.

  • Orangtua yang Sulit Berkomunikasi dengan Baik

Beberapa orangtua tidak mampu berkomunikasi  dan berinteraksi dengan baik. 

Seringkali terkesan acuh terhadap orang lain atau cenderung ketus saat berbicara. Kebiasaan ini secara tidak langsung akan menurun dan menular pada anak. 

Kelak, saat anak-anak dewasa mereka juga akan mengulang kebiasaan yang pernah mereka pelajari dari orangtuanya sejak kecil. Hal ini sangat disayangkan karena biasanya anak tidak memiliki banyak teman dan cenderung dikucilkan orang lain.

  • Orangtua yang Tidak Memiliki Hubungan Sehat

Beberapa orangtua tidak memiliki hubungan sehat seperti sering meremehkan satu sama lain dengan kata-kata yang kurang pantas, tidak menghargai satu sama lain sebagai seorang suami istri, dsb. 

Semua kebiasaan yang dimiliki orangtua ini juga akan menular dan berimbas pada hubungan anak dengan pasangannya saat dewasa nanti. Anak yang melihat hubungan tidak sehat dari orangtua, juga akan berperilaku sama kepada pasangan hidupnya kelak. Bukankah hal ini sangat disayangkan?

  • Kebiasaan Kasar dari Orangtua 

Kebiasaan kasar yang dilihat anak dari orangtua seperti berkata kasar, suka memukul, sering berteriak pada anggota keluarga lain, ternyata sangat mudah ditiru oleh anak. Kebiasaan tersebut mudah menular pada anak karena sejak kecil ia hidup dengan lingkungan tersebut.

  • Kebiasaan Orangtua yang Tidak Mampu Mengatakan Maaf

Apakah Anda sulit atau tidak mampu mengatakan maaf? Apakah anak Anda juga menirunya? Jika benar demikian, maka sebaiknya segera ubah kebiasaan tersebut. Biasakan diri mengatakan maaf pada orang lain apabila memang Anda memiliki kesalahan tertentu. Dengan begitu, kebiasaan Anda dalam mengatakan maaf bisa ditularkan ke anak.

  • Kebiasaan Orangtua yang Tidak Mampu Menyelesaikan Masalah

Banyak orangtua di luar sana yang sulit menyelesaikan masalah atau konflik. Mungkin karena tidak memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik, atau memang tidak memiliki hubungan sehat dengan dengan orang lain. Apapun alasannya, jika Anda termasuk orangtua yang kesulitan dalam menyelesaikan masalah, maka anak akan terjangkit kebiasaan buruk ini. 

Kebiasaan atau perilaku anak memang sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Itulah mengapa, orangtua wajib memberikan lingkungan yang positif pada anak. 

Orangtua juga wajib mengajarkan anak kebiasaan-kebiasaan positif dalam hidup agar mereka mampu meniru dan belajar dari kebiasaan tersebut hingga dewasa nanti. 

Baca juga:

  1. Belajar Mengasuh Anak Seperti “Ibu Gajah”
  2. Menjadi Orangtua Proaktif atau Reaktif, yang Mana Pilihan Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *