Anak “Caper”: Memahami Perilaku Negative Attention

Adalah normal bagi anak-anak untuk meminta perhatian. Namun, cara meminta perhatian menjadi masalah jika hal itu terjadi terus menerus alias “caper”.  Terutama jika cara meminta perhatian yang mereka lakukan cenderung jadi mengontrol orang tua.

Tak jarang, cekcok kecil terjadi karena anak haus akan simpati dan perhatian Anda, orang tuanya. 

Banyak anak yang berperilaku negatif untuk diperhatikan. Alasan kenakalan anak kecil ini, bisa menjadi benih masalah disiplin dan karakter di masa depan mereka.

Tujuan Anda bukanlah untuk menghilangkan kebutuhan anak Anda akan perhatian. Jika ditangani dengan benar, kebutuhan akan perhatian dari anak Anda dapat menjadi alat yang berguna untuk mengembangkan perilaku positif anak Anda. Bukan menghilangkan kebutuhan akan perhatian, tetapi mengeliminasi perilaku mencari perhatian yang berlebihan atau tidak yang dapat diterima. 

Berapa Banyak Perhatian Untuk Bisa Disebut “Terlalu Banyak” ?

Itu tergantung Parents. Seberapa besar upaya mencari perhatian yang dapat Anda toleransi? Aturannya adalah bahwa anak-anak akan mencari perhatian sebanyak yang Anda berikan  kepada mereka. 

Parents harus menjaga keseimbangan antara seberapa besar keinginan anak-anak Anda dan seberapa banyak perhatian yang dapat Anda beri. Perilaku “caper” anak bisa membuat Parents stres di saat-saat tertentu.

Yang harus digaris bawahi, jangan sampai kebutuhan perhatian anak Anda berubah menjadi haus akan perhatian. Ketika anak-anak tidak mendapatkan perhatian yang cukup, mereka akan melampiaskan amarah, mengomel, tantrum dan perilaku menjengkelkan lainnya. Mereka berpikir, “Jika saya tidak bisa mendapatkan perhatian dengan menjadi baik, maka saya akan berperilaku buruk untuk mendapatkan perhatian Ibu.”

Inilah yang disebut sebagai “Negative Attention”. 

Ada tiga jenis perhatian:

1. Tidak ada Perhatian 

Ini adalah saat orang tua benar-benar mengabaikan anak dan tidak memberi mereka perhatian terhadap apapun yang dilakukan anak.

2. Perhatian Positif

Ini adalah ketika Anda memberi perhatian dan persetujuan kepada anak-anak Anda karena berperilaku baik, mereka mendapatkan perhatian yang positif. Perhatian positif bisa berupa kata-kata pujian atau dorongan, kedekatan, pelukan, atau tepukan di punggung.

3. Perhatian Negatif

Ini ketika Anda memberi perhatian pada anak atas perilakunya yang salah, Anda memberikan perhatian negatif. Perhatian negatif biasanya dimulai saat Anda merasa kesal. Anda mulai dengan ancaman, interogasi, dan ceramah. Masalahnya, perhatian negatif bukanlah hukuman; itu adalah “hadiah”. Alih-alih menghentikan perilaku buruknya, anak malah merasa bahwa itu adalah cara yang efektif untuk mendapat perhatian, dari situ mereka belajar untuk terus berperilaku negatif.

Perhatian negatif mengajari anak-anak bagaimana memanipulasi dan mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka belajar merepotkan. Mereka belajar bagaimana mengganggu Parents. Mereka belajar bagaimana mengendalikan Anda. 

Kapan Harus Mengabaikan ?

Mengabaikan anak yang “caper” bukan berarti mengabaikan masalah. Tetapi orang tua juga perlu memilah, mana perilaku bermasalah yang bisa diabaikan, dan mana yang harus diberikan hukuman agar anak memahami tentang konsep konsekuensi. 

Memutuskan kapan harus mengabaikan atau kapan akan menghukum tidaklah mudah, dan tidak ada aturan pasti. Itu membutuhkan waktu dan pertimbangan. Jika anak Anda berperilaku negatif untuk meminta perhatian, abaikan saja, dan ketika ia tidak berhenti dalam dua atau tiga menit, beri dia peringatan.

Namun, usahakan jangan meluapkan amarah Anda. Ketika anak melihat Anda marah, berarti Anda kalah. 

Jika Parents merasa perlu memberikan hukuman, jangan melakukannya karena kemarahan, tetapi karena Parents merasa perilaku mereka harus diberikan konsekuensi. Saat terasa kemarahan sudah hampir meledak, pergilah untuk menenangkan diri sebelum nantinya memutuskan apakah harus menghukum , atau berbicara dengan anak. 

cara mengatasi anak caper

Bagaimana cara mengabaikan saat anak caper?

  • Tahan perhatian Anda

 Betapapun rasanya Parents ingin bereaksi, tahanlah reaksi Anda. Reaksi akan memicu aksi mereka. 

  • Konsisten 

Saat Parents memilih untuk mengabaikan ketika anak merengek, maka tetaplah konsisten, bahkan ketika rengekannya semakin buruk.  

  • Ajari anak cara yang tepat untuk mendapatkan perhatian.

Anak yang caper bisa jadi bukan hanya karena ingin perhatian ,namun  bisa pula karena ia tidak paham bagaimana harus menarik perhatian dengan cara yang lebih positif. Maka ajarkanlah caranya kepada mereka. 

Baca Juga:

  1. Baca Ini, Sebelum Anda Menyebut Anak Nakal
  2. Biang Onar atau Hanya Mencari Perhatian?
Bagaimana Menurut Anda?
+1
30
+1
8
+1
0
Share with love
Member Premium SOP Member Premium SOP

Gabung Member Premium

Mulai perjalanan memahami emosi diri dan keluarga

Nikmati akses Kelas Video Belajar kapanpun & dimanapun

Gabung Sekarang

Sudah Member Premium? Masuk Di Sini

Contact Us School of Parenting
×

Info Masa Keanggotaan

Perpanjang Paket