Banner Header Komunitas SOP

Anak Usia Pra Remaja, Apa yang Berubah?

Browse By

Setiap tahapan usia anak pasti memiliki perkembangan dan karakteristik yang berbeda dari tahapan usia sebelumnya. Seperti ketika anak menginjak usia 9-11 tahun, yang memasuki masa pra-remaja. 

Di usia 9-11 tahun, anak sudah mengembangkan kemandirian lebih banyak daripada saat ia berusia 6 atau 7 tahun. Pertemanan yang sehat saat ini menjadi hal yang penting bagi perkembangan anak di usia ini. Sayangnya, di usia 9-11 tahun akan timbul banyak tekanan negatif dalam pertemanan anak. Anak-anak yang memiliki rasa percaya diri, cenderung lebih mudah menghadapi tekanan negatif ini dan mudah menentukan pilihan yang tepat.

Inilah masa penting bagi anak untuk mengembangkan rasa tanggung jawab sembar diimbagii sikap kemandirian. Tak hanya itu, pada masa ini, perubahan fisik akibat pubertas juga mulai nampak. Khususnya bagi anak perempuan, sehingga penting bagi kedua orang tua mendukung anak-anak dalam menghadapi berbagai perubahan ini.

Berikut ini beberapa perubahan yang nampak dalam tahapan perkembangan anaknya 9-11 tahun yang wajib orang tua pahami 

Perubahan Sosio Emosional

  • Mulai menunjukkan kekuatan, pertemanan yang kompleks, dan tekanan dalam pertemanan. Pertemanan yang terjadi akan terasa lebih emosional, khususnya bagi sesama gender . 
  • Lebih banyak mengalami tekanan terutama dari teman sebaya .
  • Lebih memperhatikan perubahan bentuk tubuh akibat pubertas. Permasalahan pola makan juga mulai dialami anak-anak pada masa ini. 

perubahan perkembangan anak pra remaja

Perubahan Pemikiran dan Pembelajaran 

  • Mulai menghadapi tantangan belajar di sekolah.
  • Lebih mandiri. 
  • Mulai mampu melihat sudut pandang orang lain lebih jelas. 
  • Rentang perhatian anak mulai meningkat. 

Bagaimana pola asuh yang tepat dari orang tua?

  • Luangkan waktu bersama anak. Ajak berbicara terkait pertemanan dan kesulitan apa saja yang mereka sedang hadapi. 
  • Jangan lupa terlibat dalam kegiatan sekolah anak. Hadiri acara sekolah dan temui guru anak.
  • Bantu anak mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Berbicaralah dengannya terkait teman-teman toxic yang mungkin mengajak anak merokok, membolos, atau mencuri. 
  • Buat aturan yang jelas tentang ekspektasi Anda pada anak dan anak yang harus anak lakukan saat tidak ada orang dewasa di sekitarnya.
  • Lakukan diskusi dengan anak terkait perubahan emosi yang akan muncul di masa pubernya.
  • Gunakan kedisiplinan untuk membimbing dan melindungi anak Anda, alih-alih menggunakan hukuman. 
  • Saat memuji anak, ingatkan padanya untuk bangga pada dirinya sendiri. Anda bisa mengatakan “Kamu harus bangga pada dirimu sendiri” alih-alih mengatakan “Ayah/Ibu bangga padamu”. Tujuannya, agar anak mampu menghargai dirinya sendiri saat tidak ada orang lain yang melakukannya. 

Akan ada banyak sekali perubahan perilaku yang ditunjukkan oleh anak di tahapan perkembangan anak. Di usia 9-11 tahun ini, penting bagi orang tua terus memperhatikan anak terkait perubahan emosi yang terjadi karena masa pubernya. Beberapa catatan di atas, bisa Anda gunakan sebagai panduan.

Baca Juga:

  1. Anak Remaja Memberontak, Wajar?
  2. Hadapi Pengaruh Buruk dari Teman Remaja, Semudah Ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *