Banner Header Komunitas SOP

Atasi Iri Hati yang “Menjangkiti” Anak

Browse By

Iri pada teman bukan hanya dialami oleh orang dewasa, anak-anak pun bisa mengalami iri pada teman loh! 

Rasa iri anak-anak pada teman bisa disebabkan banyak hal. Misalnya, iri karena teman memiliki sepatu baru, tas dengan gambar tertentu,dan semacamnya. Namun, anak-anak bisa juga merasa iri karena melihat prestasi teman yang lebih baik darinya.

Hal ini sebenarnya wajar dialami oleh anak-anak. Rasa iri masih dianggap wajar dan tidak mengkhawatirkan selama tidak menimbulkan perasaan depresi, dendam, frustasi, amarah, rasa rendah diri berlebih dan stres pada anak. 

Dilansir dari realgood.id, menurut penelitian dari Infant Studies Centre University of York, rasa iri akan terjadi jika seseorang atau dalam hal ini anak-anak, merasa hubungan sosialnya terancam. Misal, anak-anak mungkin merasa tersudut karena melihat teman dekatnya memiliki prestasi yang lebih baik darinya. Kemungkinan, ia takut jika nantinya dibanding-bandingkan dengan temannya tersebut. 

Nah, untuk mengatasi hal ini, orangtua perlu membantu anak lepas dari rasa iri tersebut. Beberapa hal di bawah ini, bisa Anda coba untuk mengurangi rasa iri anak pada temannya.

  • Jadilah Pendengar yang Baik

Cara pertama yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi rasa iri pada anak adalah dengan mendengarkan anak. 

Saat anak merasa iri, biasanya anak akan bercerita kepada orangtua. Nah, pada kesempatan ini, sebaiknya Anda dengarkan saja keluh kesah dan rasa iri pada temannya tersebut. 

Sebaiknya jangan salahkan anak karena ia memiliki rasa iri terhadap temannya, karena hal itu wajar.

  • Ubah Rasa Iri Menjadi Motivasi

Untuk membantu anak keluar dari rasa iri hal lain yang bisa Anda lakukan adalah mengubah rasa iri tersebut menjadi sebuah motivasi bagi anak. Misalnya, saat anak merasa iri dengan prestasi yang telah diraih temannya, maka dorong anak untuk belajar lebih giat agar bisa memperoleh prestasi seperti temannya tersebut. 

Namun, sebaiknya jangan hanya menilai anak dari prestasi yang ia raih. Penting bagi Anda untuk menilai anak dari usaha yang telah ia lakukan. Sebaiknya, hargai usaha anak, meskipun usaha tersebut belum membuahkan hasil yang maksimal. 

  • Hindari Membanding-Bandingkan Anak

Saat anak merasa iri, sebaiknya hindari membanding-bandingkan anak dengan teman yang membuatnya iri. Membandingkan anak dengan temannya hanya akan membuatnya semakin merasa iri dan frustasi. Sebaiknya, dengarkan saja keluh kesahnya saat ia merasa iri dengan anak.

  • Jelaskan dan Tumbuhkan Keunikan Pada Diri Anak

Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi rasa iri pada anak adalah dengan menjelaskan dan menumbuhkan rasa bangga tentang keunikan dan kelebihan yang ia miliki. 

Jelaskan pada anak, bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan keunikan tertentu yang tidak dimiliki orang lain, sehingga anak tidak perlu merasa iri dengan temannya.

Mengatasi iri hati pada anak

  • Tumbuhkan Sikap Saling Menghormati pada Teman

Rasa iri pada anak kadang membuatnya bersikap dingin pada teman dan tidak ikut merayakan keberhasilan teman dalam meraih sesuatu. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk menumbuhkan sikap saling menghormati antar teman. 

Katakan pada anak bahwa, meskipun ia merasa iri, anak harus tetap merasa bahagia karena teman juga bahagia. Siapa tahu, di kesempatan yang lain, anaklah yang memperoleh prestasi, sehingga teman anak juga akan ikut merasa bahagia.

  • Bantu Anak Memahami Perasaan Iri

Beberapa anak mungkin tidak paham dengan perasaan iri yang ia rasakan. Maka dari itu, bantulah memahami perasaan tersebut. 

Jangan lupa bantu anak untuk mengatasi rasa tersebut. Anda bisa mengajaknya membaca buku cerita tentang rasa iri hati, agar anak mudah memahami bagaimana ia harus bersikap dan menyalurkan perasaannya. 

Setiap anak tentu pernah merasa iri, baik iri pada saudara sendiri atau big sibling blues, atau rasa iri pada teman karena teman memiliki sesuatu yang tidak ia miliki. Perasaan iri tersebut memang wajar, tapi jangan sampai berlarut-larut dan menimbulkan frustasi dan kemarahan anak. 

Baca juga:

  1. Mental Anak Kuat dengan Kompetisi Sehat
  2. Ingin Anak-Anak Terus Akur? Stop Lakukan 6 Hal Ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *