Anak Mom's Corner Parenting

Dari Denmark Untuk Anak-Anak di Seluruh Dunia

Anak-anak dan dunia bermain, sepertinya sudah tidak bisa dipisahkan lagi. Hampir setiap saat anak merengek minta dibelikan mainan. Dari mobil-mobilan, boneka sampai mainan robot. Sebagai orang tua tentunya ingin memilih mainan yang bermanfaat bagi anak, bukan hanya mainan yang habis dipakai lalu rusak dan masuk gudang atau dibuang.

Mainan yang bermanfaat ini, sebaiknya memenuhi nilai-nilai edukasi dan menjadi salah satu sarana untuk mendukung perkembangan anak. Nah, mainan seperti balok-balok susun bisa menjadi solusinya.

Jika berbicara tentang building blocks alias balok susun untuk bermain anak, sudah pasti Parents semua mengenal LEGO. Ya, merk mainan balok plastik yang satu ini selalu digandrungi anak-anak di seluruh dunia. Bagaimana tidak, LEGO bisa disusun dan dirangkai menjadi berbagai macam bentuk. Misalnya robot, rumah, menara dan hal lainnya.

Namun, tahukah Parents, ide awal Lego adalah dari miniatur furniture? Penciptanya berasal dari Denmark, Ole Kirk Christiansen, yang awalnya adalah pengusaha mebel. Setelah krisis ekonomi, ia beralih membuat mainan kayu, inilah sejarah awal LEGO. Seiring perkembangan zaman, mainan Lego akhirnya diproduksi dengan bahan plastik.

Nama “LEGO” sendiri dipilih oleh Pak Christiansen, pada 1934, dua tahun setelah perusahaannya memproduksi mainan tersebut. Kata “LEGO” berasal dari gabungan kata bahasa Denmark “leg godt” yang berarti “bermain dengan baik”.

Dalam perkembangannya, LEGO menjadi mainan populer yang sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak dari usia dini, dan menjadi salah satu mainan favorit banyak orang dewasa.

Apa sih manfaat LEGO bagi perkembangan anak?

√ Membantu Perkembangan Motorik Halus Anak

Anak usia dini memang harus dilatih kemampuan motorik, khususnya motorik halus. Fungsinya untuk mendukung keterampilan menulis dan menggambar saat memasuki usia sekolah. Nah, kemampuan motorik halus bisa dilatih melalui aktivitas memegang, menjumput, menyusun dan membongkar yang dapat dilakukan dengan LEGO.

√ Mengembangkan Kreativitas Anak

Bermain LEGO bisa mengembangkan kreativitas anak. Bagaimana tidak, saat anak berusaha menyusun LEGO menjadi bentuk tertentu, kemampuan kreativitas anak sedang berkembang. Anak akan membayangkan berbagai macam bentuk yang ingin disusunnya dan memproyeksikan pengerjaannya dengan LEGO.

√ Melatih Anak Kerja Sama dan Bersosialisasi

Orang tua mana yang tidak menginginkan anaknya bersosialisasi dengan  orang lain? Semua orang tua justru mencari berbagai macam cara agar anak mudah bergaul. Nah, bermain LEGO bisa menjadi salah satu solusinya!

Permainan LEGO adalah permainan yang bisa dimainkan sendiri maupun bersama-sama. Misalnya dengan kedua orang tua, saudara dan teman-teman. Saat bermain LEGO anak akan belajar bergaul dan berkomunikasi dengan orang lain. Anak pun bisa dilatih untuk bekerja sama saat menyusun balok-balok LEGO.

√ Media Pengenalan Warna, Bentuk dan Ukuran

Bingung, bagaimana mengenalkan warna dan bentuk pada anak? Ajak saja anak bermain dengan LEGO. Melalui permainan LEGO ini Parents bisa mulai mengenalkan anak tentang warna juga bentuk serta ukuran dengan lebih seru.

Karena LEGO terdiri dari 50 lebih jenis warna, Parents tak perlu khawatir tidak menemukan warna tertentu untuk dikenalkan pada anak.

√ Mengajarkan Anak Konsep Kegigihan dan Tidak Mudah Putus Asa

Menyusun dan merangkai LEGO menjadi bentuk tertentu juga membutuhkan kegigihan dan sikap tidak mudah putus asa. Bagaimana tidak, tak jarang saat anak menyusun menara dari LEGO, karena kurang hati-hati, menara tersebut runtuh. Akhirnya, anak harus mulai dari awal.

Atau untuk mendapatkan bentuk tertentu yang diinginkan, tidak jarang seseorang harus mengerjakannya selama berhari-hari. Maka anak terlatih untuk mencoba lagi dan lagi hingga bentuk yang diinginkan berhasil disusun dengan baik. Ini tentu melatih kegigihan dan sikap pantang menyerah.

√ Mengajarkan Sains Pada Anak

Jangan pernah mencegah anak bermain ya, Parents. Karena melalui bermain, anak bisa belajar banyak hal termasuk belajar tentang sains. LEGO melakukan ini dengan sangat natural.

Coba saja lihat saat anak membangun menara sampai sangat tinggi, lalu menara tersebut runtuh. Anak secara tidak sengaja belajar tentang sains dan belajar menganalisa. Bagaimana supaya menara yang ia bangun tidak runtuh? Anak akan mulai berpikir, mungkin karena susunan balok LEGO yang kurang kuat, mungkin juga karena menara tersebut terlalu tinggi.

√ Melatih Anak Konsep Berhitung dan Matematika Lainnya

Ingin melatih anak tentang konsep matematika sejak dini? Bermain LEGO menjadi cara yang menarik untuk membantu anak belajar konsep matematika. Coba saja beri anak beberapa balok LEGO, dan mintalah anak membuat bentuk tertentu.

Anak akan mulai menghitung kira-kira butuh berapa banyak balok LEGO untuk membuat objek tertentu, ya? Anak pun akan belajar bahwa tiap balok LEGO memiliki peran penting.

√ Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

Sama halnya dengan melukis atau menggambar, menyusun balok LEGO menjadi suatu bentuk tertentu memberikan anak rasa pencapaian luar biasa.

Saat anak menyelesaikan karya LEGO mereka, misalnya rumah atau menara, sekalipun hanya bentuk sederhana,  anak akan merasa puas dan menunjukkan pada orang tua mereka. Kepercayaan diri pada anak pun secara alami akan meningkat.

Selanjutnya anak mampu menghasilkan karya lain yang lebih rumit dengan penuh percaya diri.

Menumbuhkan rasa percaya diri pada anak memang sangat penting. Percaya diri pada anak dibutuhkan hingga dewasa kelak. Misalnya saat anak menyelesaikan masalah tertentu. Anak jadi tidak mudah minder dan mampu mengatasi berbagai macam persoalan dengan baik.

Selain memperhatikan manfaat mainan bagi tumbuh kembang anak, orang tua biasanya juga melihat keamanan dari mainan tersebut. Banyak sekali orang tua yang sangat berhati-hati memilih mainan, menghindari mainan dengan tekstur yang tidak aman dan tajam, yang mudah melukai anak-anak.

LEGO menjadi mainan yang cukup aman bagi anak. Hal ini karena LEGO telah melalui uji laboratorium dan melampaui standar keamanan mainan di lebih dari 140 negara tempat balok aneka warna ini dijual. LEGO juga dilengkapi dengan panduan umur di tiap setnya, ini memudahkan orangtua untuk memilih set LEGO yang mana yang sesuai untuk tahap umur anak.

Nah, jika Anda penggemar berat LEGO, banyak sekali fakta menarik terkait mainan ini. Berikut beberapa daftarnya untuk Anda para pecinta LEGO:

LEGO memang mainan bermanfaat sepanjang masa. LEGO tidak hanya cocok dimainkan oleh anak kecil, namun juga cocok dimainkan untuk segala usia. Jadi, apakah Anda dan anak-anak sudah memiliki LEGO di rumah?

Baca Juga Yuk Artikel Lainnya :

  1. Lego : Mainan Bermanfaat Sepanjang Masa

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *