Dampak buruk jadwal kegiatan anak yang terlalu padat.
Anak Balita Family Health Parenting Remaja Usia Sekolah

Jadwal Anak Terlalu Padat? Hati-Hati dengan Dampak Buruknya!

Jika Anda sibuk dengan jadwal pekerjaan di kantor, begitupun dengan anak-anak yang sangat sibuk dengan jadwal kegiatan, baik sekolah maupun berbagai macam kursus setiap harinya. Bayangkan saja dari pagi, anak-anak harus berkutat dengan padatnya jadwal sekolah. Lalu, setelah pulang sekolah, ia masih harus mengikuti berbagai macam kursus. Belum lagi, di malam hari anak-anak masih harus mengerjakan PR dari sekolah yang tentu saja sangat menyita seluruh energi yang dimiliki dalam satu hari.

Jika ditanya, seberapa lelah anak-anak tiap hari, tentu saja sangat lelah ya,Parents. Kondisi kelelahan ini sebenarnya juga dialami oleh banyak anak di era modern ini.

Nah, jika ditanya kenapa anak sampai bisa memiliki jadwal yang terlalu padat tiap harinya, maka jawabannya bisa beragam. Ada yang beralasan bahwa jadwal padat yang dimiliki oleh anak memang sudah disusun sedemikian rupa oleh pihak sekolah. Tapi, ada juga yang menambah padat jadwal anak karena mengikutkan anak dengan berbagai kursus di luar sekolah. Alasan klisenya agar anak memiliki bakat dan kemampuan di bidang tertentu.

Padahal, banyak ahli yang menyayangkan kondisi tersebut. Para ahli berpendapat bahwa, padatnya jadwal anak setiap hari justru membuat anak stres. Fakta tersebut berdasarkan penelitian berupa polling yang dilakukan oleh HealthAmerica pada tahun 2006 pada 882 anak. Menurut penelitian tersebut, 41% dari 882 anak usia 9 dan 13 merasakan stres sepanjang waktu karena banyaknya kegiatan yang dilakukan. Sedangkan 78% dari 882 anak berharap memiliki waktu lebih longgar tiap harinya.

Bagaimana Perkembangan Jadwal Kegiatan Anak?

Sebuah survei yang dilakukan oleh Universitas Michigan, pada tahun 80-90an, jadwal yang digunakan untuk olahraga di sekolah dalam satu minggu hanya berkisar 90 menit. Sedangkan di era modern saat ini, meningkat menjadi 3 jam dalam seminggu.

Survei tersebut juga menemukan fakta bahwa, waktu luang anak-anak usia sekolah menurun drastis menjadi hanya 12 jam dalam seminggu. Sedangkan waktu yang digunakan untuk mengerjakan PR meningkat menjadi 50% selama kurun waktu lebih dari 15 tahun.

Apa Saja Tanda Anak-Anak Mengalami Kelelahan Karena Padatnya Jadwal Sehari-Hari?

  • Suasana Hati Anak Mudah Berubah dan Terganggu

Anak-anak yang terlalu lelah karena kegiatan sehari-hari mudah sekali kehilangan keceriaannya, mudah marah, mudah rewel dan tentu saja mudah menangis. Sebagai orangtua, Anda perlu mengetahui tanda-tanda kelelahan anak karena padatnya jadwal kegiatan setiap hari.

  • Memiliki Gangguan Makan

Kelelahan pada anak karena padatnya jadwal kegiatan setiap hari bisa membuat anak memiliki gangguan makan. Anak biasanya sering melewatkan waktu malam karena lebih memilih untuk tidur.

Kondisi ini dilakukan karena anak sudah terlalu lelah dengan jadwal kegiatan yang sangat padat. Anak-anak bahkan jadi sering melewatkan makan bersama anggota keluarga karena padatnya jadwal kegiatan dalam sehari.

  • Pola Tidur yang Kurang Sehat

Kelelahan karena padatnya jadwal kegiatan anak juga bisa menyebabkan pola tidur yang kurang sehat. Hal ini karena anak-anak membutuhkan waktu tidur sekitar 9-12 jam per hari. Tapi, ketika kelelahan melanda anak, bisa jadi anak-anak jadi kurang tidur. Anak-anak yang terlalu lelah kadang bisa mengalami insomnia.

  • Anak Terlihat Kelelahan

Tanda anak-anak memiliki jadwal yang terlalu padat bisa nampak dari raut muka yang kelelahan. Anak-anak mungkin juga sering meminta tidak ingin pergi kemana-mana dan lebih sering ingin berada di rumah. Mungkin untuk sekedar bermalas-malasan atau untuk tidur.

Apa Saja Dampak Negatif Anak Memiliki Jadwal Terlalu Padat?

  • Anak Merasa Bosan dan Lelah

Seorang anak yang memiliki jadwal padat dalam sehari tentu saja akan merasa bosan dan lelah.

Anak-anak mungkin saja tidak konsentrasi pada kegiatan yang selalu dilakukannya. Hal ini disebabkan karena anak sudah terlalu bosan dan lelah melakukan kegiatan yang menguras energinya.

  • Anak Tidak Memiliki Banyak Waktu Berkualitas bersama Keluarga

Padatnya jadwal yang dimiliki oleh anak biasanya membuat anak kehilangan waktu berkualitas bersama dengan keluarga. Hal ini karena jadwal kegiatan yang dijalani bisa saja berbeda dengan waktu luang yang dimiliki oleh orangtua, sehingga keduanya sulit sekali memiliki waktu berkualitas bersama.

  • Waktunya Sebagai Anak Terampas

Waktu sebagai seorang anak juga bisa terampas karena padatnya jadwal kegiatan seorang anak.

Waktu anak-anak yang seharusnya bisa digunakan untuk bermain, dan bersosialisasi dengan teman-teman justru digunakan untuk melakukan berbagai macam kegiatan yang menguras energinya.

Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?

Untuk menyeimbangkan jadwal kegiatan anak-anak, orangtua perlu melakukan beberapa hal, seperti:

  • Membatasi Kegiatan Anak

Meskipun Anda ingin mendorong anak memiliki kemampuan tertentu dengan memasukkan anak ke berbagai macam kursus, sebaiknya perlu dipikirkan tentang kelelahan yang bisa dialami oleh anak. Sebaiknya batasi kegiatan anak dengan cara hanya mengambil kursus tertentu yang benar-benar dibutuhkan oleh anak. Hal ini membuat jadwal anak tidak akan terlalu padat.

  • Pastikan Tempat Kursus Dekat dengan Rumah

Agar waktu yang dihabiskan anak tidak terlalu lama dan membuat anak kelelahan, sebaiknya ambil tempat kursus atau kegiatan lainnya yang tidak terlalu jauh dari rumah. Dengan begitu, rasa lelah atau perubahan suasana hati anak bisa ditekan seminimal mungkin.

  • Buat Prioritas Jadwal Kegiatan Anak

Cara lain untuk menyeimbangkan jadwal kegiatan anak adalah dengan membuat jadwal prioritas. Pilihkan jadwal kegiatan yang paling penting untuk anak dan yang paling mendukung perkembangannya.

Padatnya jadwal kegiatan anak dalam sehari akan memberikan dampak buruk bagi anak. Misalnya, suasana hati anak yang mudah terganggu, hingga pola tidur yang kurang sehat. Nah, beberapa langkah untuk menyeimbangkan jadwal kegiatan anak di atas bisa digunakan sebagai referensi untuk parents.

Baca juga:

  1. Apa yang Salah: Kenapa Anakku Menolak Sekolah
  2. Back To School Blues: Cara Menghadapi “Drama” Masuk Sekolah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *