Banner Header Komunitas SOP

Jangan Lakukan Hal Ini Ketika Bertengkar Dengan Pasangan!

Browse By

Tidak ada pernikahan yang mulus, artinya setiap pasangan yang sudah menikah pasti pernah bertengkar atau berselisih. Walaupun perselisihan tersebut adalah perselisihan yang kecil. Banyak yang beranggapan bahwa perselisihan atau pertengkaran tersebut justru menjadi bumbu manis dalam pernikahan.

Namun, tak jarang banyak pasangan yang justru memilih jalan pintas seperti perceraian akibat pertengkaran yang berlarut-larut. Kalau sudah begini anak pun terkena imbasnya.

Beberapa hal yang harus dihindari saat terjadi pertengkaran dengan pasangan adalah

DON’T DO

× Posting Status di Medsos

Nah, bagi generasi milenial upload status di media sosial sepertinya sudah menjadi rutinitas,ya. Tapi, sebaiknya hindari memposting status tentang pertengkaran Anda dengan pasangan di media sosial. Apalagi jika membicarakan hal negatif terkait pasangan Anda. Hal ini dapat memicu pertengkaran yang berlarut-larut. Karena sudah pasti banyak orang yang ikut berkomentar. Komentar orang lain tentang Anda atau pasangan bisa menjadi racun dalam permasalahan keluarga anda.

× Balas Dendam

Balas dendam bukanlah hal yang bijak dilakukan. Membalas dendam kepada orang lain, apalagi pasangan justru akan menambah daftar panjang pertengkaran di dalam pernikahan. Alih-alih balas dendam, tenangkan hati Anda, bicarakan permasalahan yang dihadapi dengan pasangan. Komunikasi yang terbuka dan jujur sungguh lebih baik daripada balas dendam.

× Siap Bertengkar

Ya, setiap orang memiliki gaya tersendiri saat bertengkar. Ada orang yang justru “pasang badan” dan siap menghadapi pertengkaran. Ada juga yang justru menghindar. Tapi permasalahan akan semakin runyam jika kedua belah pihak memiliki gaya yang sama.

Oleh karena itu, usahakan untuk menghindari pertengkaran. Lebih baik ambil waktu sejenak untuk menenangkan diri, tapi bukan menghindar. Barulah setelah suasana tenang bicarakan masalah yang sedang dihadapi berdua.

× Menolak Mendengarkan Pasangan

Ya, sikap ingin menang sendiri, egois, menganggap diri sendiri yang benar adalah hal yang sangat tidak terpuji. Seseorang dengan sikap seperti ini akan cukup sulit menghadapi kehidupan sosialnya. Apalagi kehidupan dalam rumah tangga.

Sebaiknya hindari atau kurangi sikap seperti ini. Alih-alih menolak mendengarkan pasangan, usahakan untuk memberi pasangan waktu menjelaskan sesuatu. Mungkin saja pertengkaran terjadi hanya karena salah paham.  

× Menolak Untuk Berkompromi

Tantrum yang berlanjut dan menolak untuk berkompromi mungkin saja bisa Anda lakukan saat masih balita. Namun, seiring waktu dan bertambah dewasanya Anda, kemarahan yang terus menerus akan membawa dampak yang luas. Misalnya, berdampak pada psikis anak. Bisa jadi anak ikut murung karena memikirkan kedua orang tuanya yang sedang bertengkar.

Sebaiknya, usahakan untuk ikut berkompromi dengan pasangan. Berkompromi juga berarti memberikan apa yang pasangan inginkan dan mendapatkan apa yang Anda inginkan. Temukan solusi terbaik saat berkompromi. Usahakan seadil mungkin dalam berkompromi sehingga tidak merugikan salah satu pihak.

Nah, alih-alih terbawa pertengkaran berlarut-larut, yuk atasi pertengkaran dengan pasangan melalui beberapa langkah berikut ini.

DO :

√ Lakukan Komunikasi Terbuka dan Jujur

Komunikasi terbuka adalah kunci dari suatu hubungan harmonis. Banyak pasangan yang memilih menutup diri dan menyembunyikan kenyataan ketika mereka bertengkar. Alasanya beragam, mungkin agar pertengkaran tersebut cepat selesai, mungkin juga karena terlalu malas mengungkapkan perasaan satu sama lainnya. Akibatnya masalah demi masalah terus menumpuk dan akhirnya menjadi bom waktu yang kapan saja bisa meledak.

Oleh karena itu, lakukanlah komunikasi terbuka dan usahakan untuk jujur kepada pasangan. Katakan apa saja yang meresahkan hati Anda. Termasuk jika ada faktor dari luar pernikahan yang cukup mengganggu pikiran Anda. Misalnya konflik yang terjadi dengan mertua. Hindari mengatakan “Tidak apa-apa, tidak ada yang salah” ketika sebenarnya ada sesuatu yang salah. Jangan biarkan pasangan menebak alasan kemarahan Anda.

√  Tanggung Jawab Atas Kesalahan Anda

Hal yang terkadang sering membuat kemarahan menjadi-jadi adalah ketika salah satu pihak justru tidak bertanggung jawab atas apa yang dilakukan. Sikap lari dari masalah dan masa bodoh atas kesalahan yang dilakukan sungguh hal yang kurang bijaksana. Sekalipun Anda merasa kesalahan 100% milik pasangan.

Tapi, sesungguhnya tidak ada kesalahan yang benar-benar milik orang lain. Pasti ada saja faktor dari dalam diri yang membuat kesalahan tersebut menjadi semakin besar. Oleh karena itu usahakan untuk selalu bertanggung jawab atas kesalahan yang Anda perbuat.

√ Selesaikan Dengan Tuntas & Cepat

Tidak jarang seseorang menunda pekerjaan termasuk menunda menyelesaikan masalah dengan pasangan. Hindari mengungkit kesalahan pasangan. Selesaikan masalah di saat masalah tersebut muncul dan jangan menundanya. Menunda masalah hanya akan menjadikan masalah tersebut seperti bom waktu.

√ Minta Bantuan Pihak Ketiga

Apabila pertengkaran sudah sangat sering terjadi. Sedangkan banyak cara yang telah Anda dan pasangan lakukan, namun belum menemukan solusi. Mintalah bantuan pada pihak ketiga. Pihak ketiga ini seharusnya orang yang paling Anda dan pasangan percaya dan bukan orang yang justru memperkeruh suasana.

Pihak ketiga juga seharusnya pihak yang bisa meredam amarah antar kedua pasangan. Misalnya kedua orangtua, salah satu saudara yang anda dan pasangan percayai atau konselor pernikahan. Pilihan ini mungkin cara yang bisa membantu Anda dalam mempertahankan pernikahan.

Pertengkaran dengan pasangan dalam kehidupan berumah tangga memang suatu hal yang mustahil untuk dihindari. Namun, usahakan untuk selalu mencari solusi. Hindari keputusan yang terburu-buru seperti melontarkan talak atau keinginan untuk bercerai saat marah. Ingatlah, cinta dan keutuhan keluarga anda adalah harta yang sangat berharga.

Baca Juga :

  1. Rumah Tangga dalam Masalah? Cara ini Bisa Membantu Anda!
  2. Atasi Cemburu dalam Pernikahan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *