Banner Header Tanya Ahli SOP

Mengajarkan Anak Mengendalikan Emosi

Browse By

Cara kita menafsirkan dan menanggapi perasaan kita berdampak besar pada perilaku, pilihan, dan seberapa baik kita mengatasi dan menikmati hidup.

Pikirkan tentang semua perasaan berbeda yang Anda rasakan di setiap harinya – dari rasa terkejut hingga malu, gembira hingga empati, dan bagaimana Anda bereaksi terhadap setiap emosi? Cara Anda menangani perasaan saat ini sangat berbeda dengan yang Anda lakukan pada usia 14 tahun dulu. Dan tentu berbeda lagi dengan respons Anda saat berusia 4 tahun.

Perkembangan emosional merupakan proses kompleks yang dimulai sejak masa bayi dan berlanjut hingga dewasa.

Perkembangan emosional yang dilalui oleh anak kecil:

  • mempelajari apa yang dimaksud dengan perasaan dan emosi
  • memahami bagaimana dan mengapa hal-hal tersebut bisa terjadi
  • mengenali perasaan mereka sendiri dan perasaan orang lain
  • mengembangkan cara-cara efektif untuk mengelola perasaan

Ketika anak-anak tumbuh dan dihadapkan pada situasi yang berbeda, kehidupan emosional mereka juga menjadi lebih kompleks. Mengembangkan keterampilan untuk mengelola berbagai emosi sangat penting untuk kesejahteraan emosional mereka.

Tahapan Perkembangan Emosional

Bayi mulai merasakan emosi dasar seperti kegembiraan, kemarahan, kesedihan, dan ketakutan. Kemudian ketika anak-anak semakin berkembang, mereka mengalami emosi yang lebih kompleks seperti rasa malu, terkejut, gembira, bersalah, bangga, dan empati.

Kemampuan anak-anak juga berkembang dalam mengenali perasaan. Emosi mereka juga semakin dipengaruhi oleh pemikiran mereka. Mereka menjadi lebih sadar akan perasaan mereka sendiri dan lebih mampu mengenali dan memahami perasaan orang lain.

Banyak hal yang mempengaruhi cara anak mengekspresikan emosi, baik melalui perkataan maupun perilakunya.

Pengaruh-pengaruh tersebut meliputi:

  • Nilai-nilai dan keyakinan tentang cara yang tepat dan tidak tepat untuk mengekspresikan emosi, yang dipelajari anak dari orang tua, anggota keluarga lain maupun lingkungannya.
  • Seberapa efektif kebutuhan emosional anak-anak biasanya dipenuhi.
  • Temperamen pada anak
  • Perilaku emosional yang dipelajari anak-anak melalui observasi atau pengalaman
  • Sejauh mana keluarga dan anak-anak tahan berada di bawah berbagai jenis stres/tekanan.

Mengapa anak-anak membutuhkan bantuan orang dewasa ?

Kita semua terkadang merasa kewalahan dengan perasaan kita sendiri. Seiring berjalannya waktu, kita mengetahui situasi atau pengalaman apa yang mungkin membuat kita jengkel, marah, sedih dan bagaimana kita dapat mengelola emosi ini ketika muncul dan menemukan cara baru untuk menangani emosi yang muncul sepanjang hidup kita.

Anak-anak juga memiliki saat-saat ketika mereka merasa kewalahan atau di luar kendali. Tetapi karena usia mereka yang masih muda, mereka memiliki lebih sedikit waktu dan kesempatan untuk belajar tentang mengelola perasaan. 

Ketika orang dewasa menanggapi isyarat anak-anak dan membantu mereka mengelola perasaan ragu, tidak berdaya, atau kewalahan, maka anak-anak akan merasa aman dan percaya bahwa mereka memiliki seseorang yang dapat membantu ketika mereka membutuhkannya.

mengajarkan anak mengendalikan emosi

Membantu anak mengelola emosi

Anda dapat membantu anak-anak beralih dari keadaan negatif, di mana mereka merasa kesal atau tertekan ke keadaan yang lebih positif – di mana mereka merasa aman, tenang, dan siap untuk berinteraksi dengan dunia mereka dengan cara yang lebih positif.

Cobalah beberapa tips di bawah ini, dan seiring waktu Anda akan mengetahui mana yang terbaik untuk anak Anda:

  • Membantu mereka bernapas dengan perlahan – dengan meniup gelembung atau berpura-pura meniup lilin ulang tahun – dan mendorong mereka untuk menarik napas dalam-dalam.
  • Mendorong anak-anak untuk membayangkan bahwa mereka adalah boneka kain dan bergoyang. Ini membantu melepaskan ketegangan yang mungkin mereka tahan di dalam tubuh mereka.
  • Membantu anak-anak untuk berimajinasi dan berpura-pura menjadi hewan favorit saat tidur siang. Ini mendorong anak-anak untuk menutup mata dan rileks.
  • Mengembangkan strategi untuk digunakan saat mereka merasa tidak terkendali. Seperti membayangkan gambaran yang tenang, meluangkan waktu dengan membaca cerita yang menenangkan bersama, atau berbicara dengan Anda atau orang dewasa lain yang mendukung perasaan mereka.
  • Mengekspresikan emosi mereka dengan cara yang lebih positif. Misalnya menggambar, menggunakan mainan, atau menunjukkan perasaan mereka dengan mainan.
  • Meningkatkan hormon ‘perasaan baik’ melalui olahraga, pengalaman sosial yang positif, pola makan yang sehat, dan banyak istirahat.

Emosi tidak hanya berkaitan dengan perasaan marah, namun juga meliputi rasa bangga, gembira, bersalah, malu dan lain sebagainya. Sangat penting memahami emosi apa yang sedang dirasakan oleh anak. Dengan begitu, kita juga memahami bagaimana meresponnya sebagai orang tua. Orang tua juga bisa mengajarkan anak untuk memahami emosi dan mencoba menghadapi emosinya sendiri demi kesejahteraan emosional mereka.

Baca Juga:

  1. Saat Anak Dilanda “Badai” Emosi Negatif
  2. Benarkah Sedih itu Tidak Sehat?
  3. Benarkah Sedih itu Tidak Sehat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *