Apakah Benar Tingkat Stres Perempuan Lebih Tinggi?

22 Maret 2022

Benarkah perempuan lebih stres daripada laki-laki?

Antara tugas rumah tangga dan pekerjaan yang menguras emosi, penelitian menunjukkan, wanita lebih stres daripada pria – tetapi sebenarnya tidak harus seperti itu.

Namun , apa penyebab stres wanita lebih tinggi daripada pria ?

Laki-laki dan perempuan memiliki reaksi berbeda terhadap stres, baik secara fisik maupun mental. Mereka berusaha untuk mengelola stres dengan cara yang sangat berbeda dan juga melihat kemampuan mereka untuk melakukannya — dan hal-hal yang menghalangi mereka — dengan cara yang sangat berbeda.

Secara keseluruhan,perempuan dilaporkan lebih stres daripada laki-laki dan merasakan lebih banyak efek stres (walaupun ini mungkin karena perempuan lebih sering diperiksa oleh dokter dan lebih mungkin untuk mengungkapkan gejala). Menurut survei oleh American Psychological Association (APA) sekitar 37% perempuan mengatakan mereka stres, dibandingkan dengan 31% laki-laki.

Perempuan juga dilaporkan punya tingkat stres yang lebih tinggi.

Mereka mengatakan bahwa merasa lebih ingin menangis di beberapa titik dibanding bulan sebelumnya, gugup atau cemas, tertekan atau sedih, dan merasa lelah. Perbedaan ini tetap muncul meskipun laki-laki dan perempuan berbagi beberapa sumber stres yang sama, seperti tentang uang dan pekerjaan sebagai penyebab ketegangan yang signifikan dalam hidup mereka.

Jadi mengapa laki-laki dan perempuan merespons stres secara berbeda?

Para peneliti mengatakan hormon mungkin menjadi salah satu faktor. laki-laki lebih cenderung bereaksi terhadap stres dengan memproduksi adrenalin dan kortisol, yang dapat menciptakan respons “lawan atau lari”, yang ditandai dengan perubahan fisik seperti telapak tangan yang berkeringat dan detak jantung yang meningkat, serta dorongan untuk melawan atau melarikan diri dari masalah.

Tubuh perempuan juga dapat memproduksi adrenalin dan kortisol sebagai respons terhadap stres. Tetapi tubuh perempuan juga menghasilkan oksitosin, zat kimia yang dapat meningkatkan ikatan dan kasih sayang terhadap orang lain. (laki-laki juga memproduksi oksitosin, tetapi pada tingkat yang jauh lebih rendah.)

Akibatnya, perempuan dikatakan bereaksi terhadap stres dengan respons “tend and befriend“, respon ini artinya saat ia merasa stress, perempuan berusaha melindungi orang lain dalam hidup mereka dan mencari koneksi serta dukungan sosial.

Hormon lain, seperti estrogen dan testosteron, mungkin juga berperan dalam respons stres. Para peneliti sedang mempelajari gen spesifik gender, seperti gen “SRY” yang ditemukan pada laki-laki yang terkait dengan respons fight-or-flight (melawan atau lari) .

tingkat stres perempuan

Apa faktor selain fisik yang mempengaruhi tingkat stres?

Faktor sosial dan budaya mungkin bisa mempengaruhi. Dalam banyak budaya, perempuan sering membawa lebih banyak beban dalam hal pengasuhan dan pekerjaan. Tantangan yang dihadapi perempuan saat ini berbeda dengan 20 tahun yang lalu.

Perempuan berlaku sebagai profesional dalam karirnya, namun tetap harus bersaing dengan laki-laki untuk mendapatkan hak yang sama, dan akibatnya banyak perempuan menjadi lelah secara emosional. Ditambah lagi, perempuan harus menyeimbangkan kehidupan kerja dengan kehidupan pribadi mereka, memenuhi peran mereka sebagai ibu dan juga menemukan waktu untuk mengurus diri sendiri dan hubungan mereka.

Apakah laki-laki dan perempuan berbeda dalam mengelola stres ? 

Langkah pertama untuk mengelola stres adalah mengenali bahwa stres itu , tidak semua stres buruk dan tak selalu perlu dilawan ,ada stres yang bisa dikelola. Penting juga untuk dipahami bahwa stres dapat membuat ketagihan, dan ini jelas bukan cara hidup yang normal. Langkah selanjutnya adalah mengubah kebiasaan dan mempraktekkan apa yang kita pelajari untuk mengurangi efek stres.

Terkadang laki-laki dan perempuan mengelola stres dengan cara yang sama. Misalnya, survei APA menemukan cara terbaik orang mengatasi stres adalah dengan berjalan kaki atau olahraga lainnya. Persentase laki-laki dan perempuan yang melakukan ini jumlahnya setara (46% laki-laki dan 48% perempuan). Tetapi perempuan cenderung melakukan kegiatan yang menghubungkan mereka dengan orang lain, seperti menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga dan pergi ke acara komunitas.

Cara lain laki-laki mengatasi stres termasuk berolahraga dan mendengarkan musik. Hampir 10% laki-laki mengatakan mereka tidak melakukan apa pun untuk mengelola stres mereka (dibandingkan dengan 4% perempuan).

Jika Anda merasa stres, dokter menyarankan olahraga, makan makanan yang sehat, menjaga berat badan yang sehat, menjaga sikap positif, melakukan latihan relaksasi seperti meditasi, berhenti merokok dan menghindari asupan kafein berlebih. Konsultasikan dengan ahli jika Anda memiliki pertanyaan tentang bagaimana mengelola stres, terutama jika stres yang Anda alami menyebabkan efek negatif ke fisik atau emosional. Psikolog profesional dapat membantu Anda mencari solusinya.

Bagaimana Menurut Anda?
+1
10
+1
1
+1
0
Share with love
Member Premium SOP Member Premium SOP

Gabung Member Premium

Mulai perjalanan memahami emosi diri dan keluarga

Nikmati akses Kelas Video Belajar kapanpun & dimanapun

Gabung Sekarang

Sudah Member Premium? Masuk Di Sini

Contact Us School of Parenting
×

Info Masa Keanggotaan

Perpanjang Paket