Banner Header Komunitas SOP

Mengelola Keuangan Keluarga, Baiknya Suami atau Istri?

Browse By

Setelah berumah tangga, keuangan keluarga harus diatur sedemikian rupa supaya kebutuhan keluarga terpenuhi. Di dalam masyarakat kita, pengelolaan keuangan keluarga lazimnya dikelola oleh istri. Tapi, apa iya, istri adalah orang yang paling tepat untuk mengatur keuangan keluarga? Bagaimana jika suami mengambil peran tersebut?

Pada dasarnya, pengelolaan keuangan keluarga bukan semata-mata tentang gender. Baik suami atau istri, keduanya sama-sama berhak untuk mengemban tugas ini. Dalam sebuah keluarga, yang paling penting adalah kerja sama yang kompak antara suami dan istri. Pembagian tugas sangat penting supaya kehidupan keluarga bisa berjalan dengan baik.

Mengapa Pengelolaan Keuangan Selalu Identik dengan Pekerjaan Istri?

Banyak orang mengatakan, “Uang suami adalah uang istri, uang istri adalah uang istri.” Mengapa semua pendapatan diberikan kepada istri?

Jika pembaca adalah seorang laki-laki, Anda mungkin akan berteriak “tidak adil”. Akan tetapi,tidak bisa disangkal, inilah yang dipercaya oleh masyarakat dan budaya. Tugas mengelola keuangan adalah tugas istri. Mengapa demikian?

1. Istri Paling Tahu Kebutuhan Keluarga

Sebagai seorang istri, baik istri yang hanya berperan sebagai ibu maupun istri yang juga berperan sebagai pekerja, dialah yang paling tahu kebutuhan keluarga. Seorang istri biasanya cermat menyusun skala prioritas keluarga. Ia bisa membedakan mana hal yang benar-benar dibutuhkan dan mana hal-hal yang hanya keinginan semata.

Selain itu, istri jugalah yang mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga. Oleh karena itu, pantas jika tugas pengelolaan keuangan keluarga dipegang oleh sang istri.

2. Istri Sangat Telaten dan Teliti

Jika sudah menyangkut kebutuhan keluarga, seorang istri bisa sangat telaten. Istri telaten mengurus rumah, anak-anak, juga suami. Untuk hal-hal yang berkaitan dengan keuangan keluarga, istri jarang sekali bertindak ceroboh. Seorang istri biasanya sangat hati-hati jika menyangkut masalah keuangan.

Meski masyarakat menganggap bahwa istri memang lebih kompeten dalam mengatur keuangan keluarga, ternyata suami juga punya peluang yang sama untuk mengelola keuangan keluarga. Apa saja pertimbangannya?

Layakkah Suami Mengelola Keuangan Keluarga?

Seperti yang sudah sedikit dijelaskan di atas, baik suami atau istri sama-sama berhak untuk mengelola keuangan keluarga. Seorang suami juga berhak mengelola keuangan keluarga. Begini pertimbangannya.

1. Suami Lebih Cakap dalam Mengelola Keuangan

Masalah kecakapan, sebenarnya hal ini bergantung pada masing-masing individu. Jika masyarakat menganggap bahwa istri adalah yang paling cakap dalam mengelola keuangan, sebenarnya suami pun demikian.

Jika suami punya latar pendidikan ekonomi misalnya, tidak ada salahnya jika memberikan kesempatan pada suami untuk mengelola keuangan. Pengelolaan keuangan keluarga yang baik tentu akan membuat kehidupan keluarga menjadi semakin baik.

mengelola keuangan keluarga suami atau istri?

2. Istri Punya Aktivitas yang Lebih Padat

Semua orang pasti sepakat bahwa pekerjaan ibu rumah tangga sangat banyak dan hampir tidak ada waktu luang. Atas alasan tersebut, suami bisa mengambil alih tugas istri untuk mengelola keuangan keluarga. Hal ini bisa meringankan pekerjaan istri.

3. Sepakat untuk Saling Transparan

Jika suami ingin bertindak sebagai pengelola keuangan, suami harus bisa transparan. Transparansi ini sebenarnya bukan hanya berlaku pada suami saja, namun bila suami adalah pencari nafkah utama sekaligus pengatur keuangan, maka ia harus jujur juga tentang pengeluaran pribadinya.

4. Suami Harus Tetap Memegang Tugas Lain

Sekalipun mengambil alih tugas untuk mengelola keuangan keluarga, suami tetap tidak boleh untuk melalaikan tugas lainnya. Ada hal-hal yang tetap membutuhkan peran laki-laki . Misalnya, ketika genteng rumah bocor, suamilah yang lebih pantas untuk memperbaikinya.

Untuk urusan pengelolaan keuangan keluarga, baik suami maupun istri punya hak yang sama. Agar tidak menimbulkan keributan, tugas rumah tangga harus dibagi dengan adil komunikasi yang baik. Dengan begitu, tidak akan ada masalah ke depannya.

Baca juga:

  1. Remaja Makin Konsumtif, Bagaimana Solusinya?
  2. 7 Kesalahan dalam Mengajar Keuangan Pada Anak yang Tidak Disadari Orang tua
  3. Rumus Jitu Kelola Keuangan Pribadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *