Banner Header Promo Oktober

Mau Pillow Talk, Tapi Kok Banyak Tantangannya Sih!

Browse By

Apa nih yang biasanya Anda lakukan bersama pasangan sebelum tidur? Nonton film? Baca buku? Atau ngobrol ngalor-ngidul bersama pasangan? Tentunya setiap pasangan memiliki kebiasaan sendiri nih sebelum tidur. 

Nah, satu hal yang seringkali dilakukan pasangan sebelum tidur adalah ngobrol bareng sampai keduanya sama-sama tertidur dan biasa disebut dengan pillow talk. Pillow talk sendiri dipercaya sangat membantu pasangan dalam memperkuat hubungan pernikahan. Pendapat ini diperkuat dengan penelitian yang dilakukan pada beberapa pasangan di Oregon, 2017 silam dan dipresentasikan di Society for Personality and Social Psychology Annual Convention.

Meskipun, pillow talk ini sangat membantu memperkuat hubungan pernikahan, sayangnya banyak sekali tantangan pasangan saat ingin melakukan pillow talk. Tantangan, berikut ini bisa jadi seringkali dialami pasangan loh!

Tantangan Pillow Talk

  1. Ngantuk

Bau bantal dan guling sedikit langsung ngantuk! Hayo, siapa nih yang sering seperti ini? 

Memang, rasa kantuk seringkali menyerang kita saat tubuh sudah dalam posisi nyaman dan berbaring. Maka, wajar rasanya jika kita tidak bisa melakukan pillow talk karena tantangan yang satu ini. 

Belum lagi jika seharian sudah berkutat dengan pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah tangga. Sudah pasti deh, mata ini sulit sekali dibuka untuk sekedar ngobrol dan melakukan pillow talk bersama pasangan. 

2. Capek

Sama seperti rasa kantuk, rasa capek juga menjadi salah satu tantangan pillow talk bersama pasangan sebelum tidur. Alhasil, alih-alih memilih melakukan pillow talk, kita lebih memilih untuk langsung tidur karena terlalu capek dengan pekerjaan dan aktivitas yang menguras tenaga seharian.

3. Bingung Mau Bahas Apa

Selain rasa kantuk dan capek, tantangan lain dalam melakukan pillow talk adalah merasa bingung tentang apa yang akan dibahas saat pillow talk. Misalnya saja beberapa hari ini sudah membahas tentang rencana memiliki anak kedua, lalu di hari-hari berikutnya, rasanya sudah cukup bosan dengan pembahasan itu-itu saja. 

Maka dari itu, kita memang perlu kreatif dalam mengangkat topik-topik yang akan dibahas saat pillow talk. Tidak perlu topik-topik yang sulit seperti politik, topik ringan seperti kesehatan anak, apa yang akan dilakukan esok hari, atau hal apa saja yang menarik hari ini, bisa menjadi obrolan ringan di pillow talk, loh!

apa saja tantangan pillow talk?

4. Takut Menyinggung Perasaan Pasangan

Pillow talk, memang bertujuan untuk mempererat hubungan suami-istri, tapi bagaimana jadinya jika tema yang ingin dibahas justru menyinggung perasaan salah satu pasangan? Duuuh, bukannya mempererat, justru malah menjadi bumerang bagi hubungan kita bukan? 

Nah, untuk menghindari hal ini sebaiknya pilihlah tema-tema ringan yang kira-kira tidak menyinggung perasaan pasangan. Sebaiknya, pilihlah kalimat-kalimat yang baik dan tidak menyinggung pasangan. Tentunya, orang yang paling mengerti pasangan kita adalah kita sendiri bukan? 

5. Bosan

Rasa bosan memang seringkali dialami jika kita melakukan hal yang sama berulang kali. Beberapa pasangan mungkin saja merasa bosan untuk melakukan pillow talk. Inilah tantangan yang sering dirasakan tiap pasangan saat ingin melakukan pillow talk. 

Nah, jika kita memang merasa bosan untuk melakukan pillow talk, ada baiknya untuk mengobservasi apa yang membuat kita merasa bosan. Jika salah satu penyebab rasa bosan adalah tema pillow talk yang itu-itu saja, maka pilih tema lain yang lebih kreatif dan memancing diskusi menarik bersama pasangan. 

6. Anak Kebangun

Berbicara tentang tantangan pillow talk, kita tak bisa lepas dari kondisi pasangan yang repot mengurus anak yang terbangun di malam hari. Inilah tantangan pillow talk lainnya yang sering dialami oleh kebanyakan pasangan. 

Biasanya sih, anak akan terbangun dan mencari Ibu karena mimpi buruk, ingin pipis atau sedang haus. Jika hal ini sering Anda alami, maka tak ada salahnya untuk memilih rehat sebentar dari pillow talk, dan mengurus anak terlebih dahulu. Baru setelahnya, kita bisa melanjutkan pillow talk bersama pasangan. 

7. Lagi Marahan

Rasanya tak ada pasangan yang luput dari “marahan” bukan? Nah, kondisi “marahan” inilah yang seringkali membuat kita melewatkan sesi pillow talk bersama pasangan. Wajar memang jika kita masih merasa emosi dan tidak sanggup melakukan pillow talk. Namun, sebenarnya pillow talk, justru bisa meredakan emosi yang sedang kita rasakan loh! Kenapa?

Ya, karena dengan pillow talk, kita bisa membicarakan apa yang mengganjal di hati dan saling meminta maaf karena sudah membuat pasangan kesal. 

Pillow talk, adalah aktivitas yang sangat positif untuk dilakukan oleh pasangan sebelum tidur. Meskipun untuk melakukannya, banyak sekali tantangan yang dihadapi. Beberapa tantangan di atas mungkin pernah Anda alami, namun sebaiknya kita tak menyerah dengan tantangan-tantangan tersebut. Mari cari jalan keluar dari tantangan tersebut, agar kita bisa terus melakukan pillow talk untuk hubungan lebih erat bersama pasangan. 

Baca Juga:

  1. Pillow Talk: Obrolan Sebelum Tidur yang Menambah Kedekatan
  2. Diam Tak Selalu Emas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *