Banner Header Komunitas SOP

Mudahnya Membuat Anak “Mendengarkan” Ortu

Browse By

Rasanya tiada hari tanpa meminta anak untuk mendengarkan kita sebagai orang tua. Misalnya saja meminta anak untuk memakai baju yang sudah kita pilih, meminta anak untuk menghabiskan menu makan malam pilihan kita, meminta anak untuk belajar dan masih banyak lagi perintah lain  yang kita tujukan pada anak. 

Pertanyaannya kemudian apakah anak mendengar semua permintaan kita dan melaksanakannya? Kadang “iya”, namun seringkali anak-anak “tidak” mendengar apa yang kita ucapkan. Kondisi ini bukan karena ada masalah dengan pendengaran anak, namun lebih pada keinginan anak yang menolak untuk mendengarkan.

Kenapa Anak Tidak mau Mendengar?

Baik anak usia dini maupun anak yang sudah beranjak remaja, keduanya memiliki kebutuhan  kuat akan “power” (kekuatan). Saat anak-anak memiliki kesempatan untuk mengerahkan kekuatan mereka dengan cara yang positif, maka kondisi “tidak mendengarkan” ini bisa berkurang. Misalnya saja membiarkan anak memilih baju yang ingin dikenakan di acara keluarga, atau membiarkan anak memilih menu makan malam hari ini. 

Namun, apa yang terjadi jika kekuatan (power), mereka tak tersalurkan dengan positif? Maka, anak-anak akan mengerahkan segala kekuatan mereka dengan cara negatif. Semua ini karena anak-anak memiliki kendali atas tubuh dan bahasa mereka sendiri. Perebutan kekuasaan yang paling membuat anak frustasi adalah saat mereka menggunakan tubuh dan bahasa mereka untuk menentang permintaan orang tua. 

Maka dengan memilih untuk TIDAK mendengarkan, anak-anak dapat menegaskan kekuatan mereka. Inilah cara anak untuk mengekspresikan kebutuhan dalam mengambil keputusan dalam hidup mereka. 

Mudahnya Membuat Anak “Mendengarkan”

1.Posisikan Tubuh Sejajar dengan Anak

Agar permintaan kita sebagai orang tua didengar oleh anak, maka penting memposisikan tubuh sejajar dengan anak (membuat ‘eye contact’). Artinya, kita mungkin harus meninggalkan pekerjaan sebentar untuk berbicara pada anak. Memposisikan tubuh sejajar dengan anak memudahkan anak-anak untuk mendengar dan memahami permintaan kita kepada mereka. Inilah langkah mudah pertama yang bisa dilakukan agar anak mau mendengarkan orang tua.

2. Kurangi Kata “TIDAK/JANGAN”

“Jangan pegang adikmu!”

“Jangan ganggu adikmu tidur!”

“Jangan bermain dengan makanan!”

“Jangan, jangan, jangan!”

Rasanya sudah tak terhitung lagi kata TIDAK atau JANGAN yang kita tujukan pada anak. Meskipun kata TIDAK ini masih boleh ditujukkan pada anak, namun bukan berarti kita sering menggunakannya. 

Nah agar anak mau mendengar permintaan kita, maka kurangi mengatakan tidak atau jangan pada anak. Gunakan kata lain untuk menghindari kata tidak. Misalnya, saat anak berlari di koridor rumah dan kita ingin melarangnya, maka gunakan kalimat “kalau mau lari-lari “boleh”, tapi di halaman saja yuk!”

3. Katakan “IYA” Lebih Sering

Alih-alih mengatakan “Tidak, kita tidak bisa pergi ke luar kota saat ini karena masih ada PSBB”, maka gunakan kalimat “pergi ke luar kota rasanya ide yang bagus, bagaimana jika kita pergi sekeluarga setelah PSBB berakhir?”

langkah mudah membuat anak mendengarkan orang tua

4. Sederhanakan Bahasa 

Langkah mudah lainnya untuk membuat anak mau mendengarkan adalah dengan menyederhanakan bahasa atau permintaan kita pada anak. Misalnya saja alih-alih mengatakan “ayo makan sayur supaya tidak sakit seperti kemarin lagi. Kan, Ibu sudah bilang harus rajin makan sayur”, gunakan kalimat “ayo makan sayur supaya tetap sehat”.

5. Budayakan Berterima Kasih pada Anak

Pastikan kita berterima kasih untuk setiap permintaan yang didengar anak. Misalnya saat anak mau membuang sampah pada tempatnya, katakan “terima kasih sudah membuang sampah di tempat sampah”. Dengan berterima kasih dan memberikan apresiasi pada anak saat sudah mendengarkan kita, maka di lain kesempatan anak tidak merasa segan untuk mendengarkan permintaan kita. Inilah langkah mudah lainnya yang bisa digunakan agar anak mendengarkan orang tua. 

6. Minta Anak Mengulang Permintaan

Langkah mudah mengetahui apakah anak memahami dan mendengarkan permintaan orang tua adalah dengan meminta anak mengulangi permintaan kita. Misalnya, saat kita meminta anak untuk menjemur handuk setelah mandi, minta juga pada anak untuk mengulangi permintaan kita tersebut. 

7. Buat Anak Memiliki Inisiatif dengan Mengajukan Pertanyaan

Membuat anak untuk terus mendengarkan permintaan orang tua memang tak pernah mudah. Untuk mengatasi hal ini maka lakukan pengamatan secara berkala dan hindari permintaan-permintaan yang cenderung negatif dengan menggunakan kata tidak/jangan. 

Mendorong anak memiliki inisiatif, merupakan langkah baik agar anak mau mendengarkan kita. Misalnya, saat kita melihat handuk basah tergeletak di tempat tidur, tanyakan pada anak “apa yang akan kamu lakukan dengan handuk basah ini?” 

Baik anak-anak maupun orang dewasa sebenarnya memiliki kesamaan untuk ingin didengarkan dan dilihat. Maka, penting bagi kita mendorong anak untuk mengekspresikan kekuatan mereka dengan cara yang lebih positif. Sebaiknya, dengarkan apa yang menjadi keinginan anak, sehingga permintaan kita juga didengar oleh anak.

Baca juga:

  1.  Kapan Perlu Mengatakan “Tidak” pada Anak?
  2. Tips Bilang “Tidak” pada Anak, Tapi tetap Didengar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *