Family Health Mom's Corner

Permen Mengandung Narkoba? Waspada Boleh, Hoax Jangan

Anak mana yang tidak suka permen? Rasanya yang manis dan bentuknya yang lucu mudah sekali menarik perhatian anak-anak. Dari permen berbentuk lolipop, permen jari dan terakhir permen lipstik. Ya, permen dengan kemasan unik ini sedang digemari banyak anak-anak.

Bagaimana tidak, anak-anak yang memang sering melihat Ibu di rumah merias wajah pasti familiar dengan bentuknya. Alih-alih dimarahi Ibu bermain dengan lipstik sungguhan, anak memilih membeli permen lipstik ini.

Tapi, permen lipstik yang jadi primadona di kalangan anak-anak ini sedang menjadi sorotan. Pasalnya Polda Jateng menghimbau masyarakat untuk tidak menjual permen ini, terkait adanya kasus keracunan 16 siswa SD Negeri 1 Ngadiwarno Kendal, 2 oktober 2018 lalu.

Selain di Kendal, kasus lain juga dilaporkan terjadi di Cilacap. Anak berusia 7 tahun dikabarkan meninggal setelah mengalami muntah-muntah. Isu awal yang berkembang, anak SD tersebut mengalami gejala keracunan setelah mengkonsumsi permen lipstik.

Benarkah Mengandung Narkoba?

Kabar anak yang keracunan permen atau jajanan sering menimbulkan isu yang menyatakan bahwa permen tersebut mengandung narkoba.

Padahal, sampai sejauh ini, isu permen narkoba belum ada satupun yang terbukti kebenarannya.

Untuk kasus yang terbaru ini, permen lipstik masih mengalami uji coba di laboratorium Dinas Kesehatan. Gunanya untuk memastikan kandungan yang terdapat di dalam permen tersebut.

Namun, sebagai orangtua dan guru yang bijak hendaknya membatasi anak dalam mengkonsumsi makanan, apalagi yang ditengarai mengandung bahan berbahaya. Ini langkah preventif untuk menghindarkan anak dari jajanan yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Tak ada salahnya memang mengkonsumsi permen bagi anak-anak. Namun, perlu dipastikan jumlah permen yang dikonsumsi anak sehari-hari. Salah-salah kebanyakan makan permen justru dapat menimbulkan masalah kerusakan gigi. Parents juga perlu ikut mengawasi makanan apa saja yang dikonsumsi oleh anak.

permen mengandung narkoba

Apa Saja Yang Perlu Dicermati Sebelum Jajan?

✓ Pastikan Tanggal Kedaluwarsa

Setiap produk makanan pasti mencantumkan tanggal kedaluwarsa. Pastikan untuk selalu mengecek tanggal kadaluarsa tiap makanan. Jangan sampai makanan yang dikonsumsi anak justru sudah basi atau malah tidak ada tanggal kedaluwarsa yang bisa jadi mengandung pengawet berlebih.

✓ Lihat Keterangan BPOM dan Nomor PIRT Makanan atau Jajanan Lain

Nomor PIRT adalah nomor Perizinan Pangan Industri Rumah Tangga. Nomor PIRT ini biasanya dicantumkan sesuai jenis makanan yang terkandung di dalamnya. Misalnya nomor 027 adalah kode bahan makanan untuk olahan ikan.

Pastikan anak hanya mengkonsumsi jenis jajanan yang memang sudah mengantongi izin dari PIRT atau BPOM. Hal ini tentunya akan mengurangi resiko keracunan makanan yang bisa terjadi pada anak.

✓ Lihat Warna, Aroma dan Rasa Makanan

Warna makanan menjadi salah satu hal yang wajib diperhatikan saat memilih jajanan untuk anak. Ajarkan anak untuk tidak membeli makanan dengan warna yang terlalu mencolok atau terang.

Uji sampel yang dilakukan oleh BPOM tahun 2014 hingga 2015 lalu menunjukkan 40% jajanan anak sekolah di seluruh Indonesia mengandung zat berbahaya. Zat-zat tersebut antara lain, boraks, formalin dan zat pewarna.

Tak hanya itu, aroma dan rasa makanan, minuman atau permen yang terlalu tajam juga harus diperhatikan. Misalnya terlalu manis bisa saja mengandung bahan tambahan yang berbahaya bagi kesehatan.

✓ Perhatikan Kemasannya

Jika kemasan makanan yang ingin dibeli anak sudah menunjukan kerusakan, sebaiknya cegah anak membelinya. Kemasan makanan yang rusak bisa menjadi celah bagi bakteri untuk masuk ke dalam makanan tersebut. Akhirnya makanan atau minuman yang dikonsumsi anak bisa saja terkontaminasi bakteri. Inilah yang sering membuat anak merasa sakit.

Banyak sekali jajan yang saat ini memiliki bentuk dan kemasan menarik bagi anak. Peran orang tua sangatlah penting untuk mencegah anak jajan sembarangan.

Sebagai awal pencegahan, Parents bisa  membuat sendiri jajanan pinggir jalan menjadi jajanan rumahan yang lebih terjamin kebersihan dan kesehatannya.

Sebaiknya orang tua  berperan aktif menjelaskan pada anak, jajanan mana yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi. Namun jangan juga jadi paranoid dan mudah termakan isu soal permen mengandung narkoba, salah-salah anda akan jadi agen penyebar kabar bohong yang bisa menyebabkan banyak pihak merugi.

Alih-alih menjadi paranoid, kita sebagai konsumen dapat berperan aktif dalam pengawasan obat dan makanan dengan melaporkan jika menemukan produk yang bermasalah. Apabila menemukan kasus keracunan makanan atau ingin mendapatkan info dapat menghubungi Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, Twitter: @HaloBPOM1500533, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

Baca Juga :

  1. Jajanan Kekinian, Yakin Sehat?
  2. Strategi Memberikan Makanan Sehat Untuk Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *