Pilek Biasa atau Reaksi Alergi, Apa Sih Bedanya?

Browse By

Hidung tersumbat, bersin-bersin, atau hidung terasa selalu gatal seringkali diartikan sebagai gejala pilek biasa. Apalagi jika musim hujan tiba. Padahal, tidak semua gejala yang mungkin dirasakan oleh anak tersebut adalah pilek,loh. Bisa jadi gejala yang muncul tersebut disebabkan karena anak memiliki alergi pada hal tertentu.

Lalu, apa sih bedanya pilek biasa atau reaksi alergi?

Pilek biasa dan reaksi alergi memang cukup sulit dibedakan, mengingat gejala yang muncul hampir sama. Banyak yang beranggapan bahwa pilek biasanya disertai dengan batuk dan sakit tenggorokan. Padahal batuk dan sakit tenggorokan juga bisa dialami oleh anak yang memiliki alergi.

Meskipun memiliki gejala yang sama, pilek dan alergi tetap bisa dibedakan. Menurut Dr. Rima Rachid, direktur imunoterapi alergen di RS. anak Boston, dilansir dari livescience.com, pilek dan alergi bisa dibedakan berdasarkan seberapa lama dan seberapa kronis gejala yang muncul pada anak.

5 Perbedaan Pilek dan Alergi:

Berapa Kali Terjadi dalam Setahun?

Perbedaan pilek dan alergi yang pertama adalah tentang berapa kali gejala pilek atau alergi terjadi dalam satu tahun. Pilek, biasanya terjadi di musim dingin atau musim penghujan dan membutuhkan beberapa hari untuk muncul setelah anak terpapar virus. Anda bisa menghitung, dalam setahun musim penghujan datang di bulan apa saja. Maka, pada bulan tersebut, anak cenderung menunjukkan gejala pilek.

Sedangkan gejala alergi langsung muncul seketika ada hal yang memicu alergi pada anak. Misalnya, bagi anak yang memiliki alergi terhadap bulu binatang. Saat anak kontak dengan binatang berbului, maka gejala seperti hidung tersumbat, batuk dll akan langsung muncul.

Kondisi ini pun berlaku bagi anak yang memiliki alergi terhadap debu. Bagi anak yang alergi terhadap debu, bisa dipastikan di mana pun saat ia terpapar debu, maka gejala alergi pun akan muncul.

apa perbedaan alergi dan pilek?

Berapa Lama Pilek atau Alergi Terjadi?

Perbedaan pilek dan alergi selanjutnya adalah berapa lama gejala muncul pada anak. Gejala pilek sendiri berlangsung 3-14 hari. Sedangkan gejala alergi muncul lebih lama, yaitu hingga berminggu-minggu selama ada hal yang memicu alergi pada anak.

Warna Ingus

Perbedaan pilek dan alergi bisa dilihat dari warna ingus anak. Ingus anak yang mengalami pilek biasa umumnya berwarna hijau atau kuning. Sedangkan anak yang mengalami alergi cenderung mengeluarkan ingus yang berwarna bening. Namun, pada beberapa kasus sinusitis, ingus pada anak bisa berwarna kuning. Untuk memastikan hal ini, pemeriksaan mendalam perlu dilakukan oleh tenaga medis.

Apakah Anak Mengalami Demam atau Nyeri Otot?

Untuk membedakan pilek atau alergi, ahli medis biasanya akan menanyakan pada anak apakah tubuhnya terasa sakit dan memeriksa apakah ada peningkatan suhu tubuh (demam) pada anak. Bagi anak yang mengalami alergi, maka tidak akan ditemukan gejala demam atau nyeri otot. Sedangkan bagi anak yang mengalami pilek, gejala seperti demam dan nyeri otot bisa saja terjadi.

Kebiasaan Menggaruk atau Menyeka Hidung

Anak-anak yang memiliki alergi cenderung sering menggaruk atau menyeka hidung mereka karena merasa gatal pada area hidung. Apalagi jika hal yang memicu alergi terus mengganggu anak. Sedangkan, anak yang mengalami pilek tidak selalu menggaruk atau menyeka hidung mereka. Hal inilah yang bisa membedakan antara pilek dan alergi.

Kapan Gejala Pilek dan Alergi Muncul Pada Anak?

Gejala pilek pada anak bisa menyerang kapan saja dan bisa dialami sejak anak masih sangat kecil. Kondisi ini juga berlaku pada alergi anak. Alergi pada anak biasanya dimulai sejak anak berusia 4-6 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan juga bisa dialami lebih dini.

Apakah Alergi Bisa Menurun Secara Genetik?

Alergi yang dimiliki oleh orangtua ternyata bisa menurun secara genetik pada anak-anak. Jika kedua orangtua memiliki alergi, maka anak memiliki resiko lebih besar memiliki alergi yang sama.

Pilek dan alergi memang memiliki gejala yang hampir sama, sehingga cukup sulit membedakan antara pilek dan alergi. Nah, beberapa perbedaan di atas bisa digunakan sebagai referensi untuk mengetahui apakah anak mengalami pilek atau alergi. Tujuannya agar Anda bisa memberikan penanganan yang tepat pada anak.

Baca juga:

  1. Musim Hujan Tiba, Penyakit Merajalela
  2. Bayi Pilek? Coba Cara Ini Untuk Meredakannya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *