Banner Header Komunitas SOP

Postpartum Depression Pada Ayah

Browse By

Postpartum depression atau biasa disebut dengan depresi pasca melahirkan juga bisa dirasakan oleh Ayah. Loh kok bisa, kan Ayah tidak melahirkan?

Tentu saja bisa, karena setelah kelahiran anak, bukan hanya Ibu yang sibuk dan mengalami perubahan dalam situasi hidupnya, namun Ayah juga mengalami hal yang sama seperti Ibu. Sayangnya postpartum depression pada Ayah ini tidak banyak disadari.

Benarkah Ayah Mengalami Postpartum Depression?

Menurut Will Courtenay, Ph.D, seorang psikoterapis sekaligus founder forum PostpartumMen di San Fransisco, postpartum depression pada Ayah memang ada. Fakta ini berdasarkan pengalamannya saat berinteraksi dengan dengan para Ayah dalam praktek terapisnya. Dr. Courtenay kemudian menyadari bahwa, postpartum depression ini mulai menunjukkan peningkatan di tahun 2008. Kebanyakan peningkatan terjadi karena Ayah yang mendadak menjadi pengasuh bagi anak-anak karena kehilangan pekerjaan.

Fakta ini sejalan dengan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Hormones and Behaviour. Menurut penelitian tersebut, postpartum depression tidak hanya dialami oleh Ibu baru, tapi juga oleh seorang Ayah. Studi tersebut menemukan fakta adanya hubungan antara kadar testosteron (pada Ayah) dengan gejala represi yang ditemukan dari pihak Ayah.

Apa Saja yang Memicu Postpartum Depression Pada Ayah?

Anggapan umum postpartum depression hanya dialami oleh Ibu, karena Ibulah yang melahirkan. Pendapat ini didasarkan pada pemahaman bahwa postpartum depression terjadi karena perubahan hormon.

Padahal adanya postpartum depression bukan hanya karena perubahan hormon, tapi karena faktor lainnya, seperti stress atau kurang tidur yang juga dialami oleh Ayah. Tak hanya itu, postpartum depression yang dialami oleh Ayah juga bisa dipicu karena Ayah tidak tahu apa yang harus dilakukan saat menjadi seorang Ayah.

Postpartum depression pada Ayah juga akan semakin meningkat ketika Ayah pernah mengalami, beberapa hal seperti:

  • Trauma Kehilangan

Kehilangan seseorang yang dicintai belakangan ini atau pernah mengalami kehilangan di masa kanak-kanak juga bisa meningkatkan resiko postpartum depression pada Ayah. Terlebih saat semua pasangan yang menyambut kelahiran anak, sulit berhubungan atau mulai kehilangan masa intim karena kesibukan mengurus dan merawat anak yang baru saja lahir. Kondisi ini juga sering memicu postpartum depression pada Ayah.

  • Kurangnya Waktu Tidur

Yam Ayah juga seringkali harus terbangun di malam hari mendengar tangisan si kecil, sehingga waktu tidur Ayah juga jadi lebih sedikit. Kondisi inilah yang menyebabkan Ayah mengalami peningkatan postpartum depression.

  • Pasangan yang Juga Mengalami Depresi

Nah, postpartum depression pada Ayah juga bisa terjadi karena Ibu mengalami depresi. Kondisi seperti ini wajar terjadi karena Ayah juga merasakan perasaan sedih, atau marah yang dirasakan oleh pasangan hidupnya.

Apa Saja Tanda Postpartum Depression Pada Ayah?

Beberapa tanda postpartum depression pada Ayah seperti adanya perasaan sedih, hampa, frustasi dan putus asa. Tak hanya itu, Ayah yang mengalami postpartum depression juga merasakan tanda lain yaitu, perasaan marah, banyak melakukan hal agresif atau sembrono.

Pada beberapa kasus, Ayah yang mengalami postpartum depression juga lebih banyak minum-minuman beralkohol, berjudi bahkan mengalami gangguan kesehatan seperti sakit perut yang tidak jelas penyebabnya. Ayah juga banyak yang memutuskan untuk tidak melakukan hobinya lagi seperti bertemu dengan teman, pergi ke pusat kebugaran dan lain sebagainya.

Kapan Postpartum Depression Terjadi Pada Ayah?

Postpartum depression pada ayah terjadi setidaknya antara 3-6 bulan setelah kelahiran anak, atau saat anak berusia 0-9 bulan. Masa-masa ini tentu berbeda antara Ayah satu dengan lainnya. Lama atau tidaknya bergantung pada bagaimana Ayah menghadapi dan mengatasinya. Untuk itu, penting bagi Ayah mempersiapkan diri menjadi Ayah baru.

Bagaimana Mengatasi Postpartum Depression Pada Ayah?

Postpartum Depression pada Ayah memang harus segera diatasi agar tidak memperburuk kondisi mental Ayah. Nah, beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengatasinya adalah

  • Tetap Sehat Bersama

Menghadapi postpartum depression pada Ayah memang cukup sulit, sehingga dibutuhkan kerjasama tim antara Ayah dan Ibu. Maka hal pertama yang bisa dilakukan adalah mendorong diri untuk tetap sehat bersama. Ajak Ayah untuk olahraga bersama, melakukan diet makanan sehat bersama, hingga melakukan beberapa kegiatan untuk menunjang kesehatan bersama.

  • Pastikan Ayah Memiliki Harapan yang Sama tentang Parenting

Setelah memiliki anak, penting rasanya menyamakan misi dalam merawat anak. Untuk itu, pastikan bahwa Ayah juga sama-sama mempelajari ilmu parenting. Ayah dan Ibu bisa bersama-sama mengikuti kelas parenting atau membaca buku-buku yang berkaitan dengan dunia parenting. Dengan begitu wawasan Ayah dan Ibu akan bertambah, sehingga postpartum depression pada Ayah bisa diatasi.

  • Dorong Ayah untuk Bersosialisasi

Memiliki seorang anak memang membuat Ayah sangat sibuk. Sehingga, tak jarang Ayah tidak memiliki waktu untuk bersosialisasi dengan teman-teman lagi. Untuk itu, dorong Ayah untuk tetap bersosialisasi dengan teman. Dengan begitu, Ayah bisa juga bertukar pikiran atau sekedar meminta saran dari Ayah lain, terkait bagaimana merawat anak yang baik. Cara ini juga bisa membantu mengatasi postpartum depression pada Ayah.

  • Konsultasi dengan Ahli

Jika postpartum depression pada Ayah sulit diatasi dengan berbagai treatment mandiri tersebut, maka segera konsultasikan hal ini dengan ahli terapi atau psikolog. Mereka tentu memiliki solusi atas permasalahan ini.

Postpartum depression pada Ayah memang bisa saja terjadi. Sayangnya tidak banyak pasangan yang tahu akan hal ini.

Nah, beberapa tanda postpartum depression pada Ayah diatas bisa digunakan sebagai referensi untuk Ayah dan Ibu. Sehingga jika Ayah mengalaminya, baik Ibu maupun Ayah bisa segera mengatasinya dengan lebih tepat.

Baca juga:

  1. Postpartum Depression Atau Baby Blues?
  2. Sudah Siap Jadi Ayah Belum, Nih?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *