Sindrome Si Anak Tengah selalu Mengalah?

Parents memiliki anak tengah, atau mungkin Anda adalah seorang anak tengah yang selama ini merasa ditinggalkan? Tenang, Anda tak sendirian. Banyak anak tengah yang merasa ditinggalkan atau merasa iri dengan saudara – saudaranya, sehingga mengalami berbagai masalah perilaku. Kondisi ini sering disebut dengan sindrom anak tengah.

Apa Sih Ciri Sindrom Anak Tengah?

  1. Merasa Rendah Diri

Si anak tengah sangat mungkin merasa dikucilkan, didiskriminasi dan tidak dicintai oleh kedua orang tuanya. Jika perasaan ini terus dibiarkan, maka mampu mempengaruhi anak secara negatif, khususnya mampu membuat anak menjadi rendah diri.

  1. Anti Sosial

Si anak tengah parents mungkin mulai menarik diri dari teman sebaya atau biasa disebut anti sosial. Kondisi ini mungkin disebabkan karena anak tengah takut diperlakukan sama seperti orang tua mereka memperlakukan mereka. Di satu sisi anak mendambakan kelekatan dengan teman, namun di sisi lain mereka takut akan adanya penolakan dari teman.

  1. Sering Frustasi

Ciri selanjutnya dari sindrom anak tengah adalah sering mengalami frustasi. Terlebih jika pengasuh utama membedakan masing-masing anak. Misalnya, kebutuhan kakak yang jauh lebih banyak dan lebih penting karena lebih tua, dan si adik bungsu yang masih perlu banyak perhatian.

  1. Suka Cari Perhatian

Anak dengan sindrom anak tengah biasanya suka mencari perhatian. Mungkin dengan berulah sehingga kedua orang tua mulai memperhatikannya.

  1. Menganggap Saudara sebagai Saingan

Si kecil dengan sindrom anak tengah biasanya mulai membenci saudara-saudaranya hingga menjadikan mereka sebagai saingan yang wajib ditaklukan. Perasaan cemburu sering melatar belakangi kondisi ini.

  1. Mengalami perubahan suasana hati yang cepat

Ciri sindrom anak tengah selanjutnya adalah adanya perubahan suasana hati yang cepat dari anak. Kadang sangat penurut, lalu beberapa saat kemudian menjadi pemberontak.

  1. Mengalami masalah kepercayaan

Ciri sindrom anak tengah selanjutnya adalah mengalami masalah kepercayaan. Si anak tengah mungkin akan menunjukkan ciri tidak mau bercerita segala hal kepada orang lain. Beberapa mungkin hanya akan bersandar pada satu orang yang mereka percayai.

Apa Pemicu Sindrom Anak Tengah?

  1. Adanya Krisis Identitas

Pemicu utama dari sindrom anak tengah adalah adanya krisis identitas. Si anak tengah sering merasa bingung tentang apa yang diharapkan orang lain darinya. Dia tidak pernah memiliki kesempatan untuk menjadi “satu-satunya” seperti si sulung, dan tidak memiliki banyak waktu untuk menjadi yang paling kecil seperti si bungsu.

Si tengah mungkin merasa bahwa menjadi anak tertua akan memperoleh berbagai hak istimewa, sedangkan menjadi paling muda akan memperoleh banyak cinta dan perhatian. Perasaan terjepit antara anak paling tua dan paling muda membuat si tengah merasa diabaikan, tidak penting dan paling tidak terlihat.

  1. Merasa Kurang Dukungan

Perasaan diabaikan dan merasa bahwa dirinya tidak penting membuat si tengah berpikir bahwa tidak ada yang mendukungnya. Kondisi inilah yang memicu lebih banyak sindrom anak tengah pada seorang anak muncul.

Anak tengah sindrom ciri

Bagaimana Menghadapi Sindrom Anak Tengah?

  1. Sabar

Langkah pertama yang perlu dilakukan orang tua menghadapi sindrom anak tengah adalah sabar. Anda mungkin mencoba berkali-kali untuk menasehatinya, namun berkali-kali juga si anak tengah merasa ia tidak dicintai. Maka bersabar adalah hal pertama yang wajib Anda lakukan.

  1. Beri Perhatian Lebih

Langkah selanjutnya adalah berikan perhatian lebih pada si tengah. Buat si tengah merasa istimewa dan merasa dicintai seperti saudara-saudaranya yang lain. Mungkin ada saat dimana Anda merasa tidak setuju dengan apa yang dia ungkapkan, namun berusahalah untuk mendengarkannya terlebih dahulu. Hal ini akan membuatnya merasa bahwa pendapatnya didengar.

  1. Buat Dia merasa Penting

Semua orang ingin merasa penting dalam keluarga. Namun, kebutuhan ini sering merasa tak didapatkan oleh anak tengah. Untuk mengatasinya, berikan beberapa tanggung jawab penting untuk anak tengah. Misalnya, beri ia tanggung jawab pekerjaan tertentu selama di rumah.

  1. Beri Dukungan di Bidang yang Paling Membuatnya Unggul

Penting bagi orang tua memberikan dukungan di bidang tertentu yang paling membuat anak tengah unggul. Hal ini akan mengurangi sindrom anak tengah yang dirasakannya.

  1. Latih Anak Membela Diri Sendiri

Perasaan tidak diinginkan oleh teman atau mungkin oleh saudaranya membuat anak tengah merasa rendah diri. Untuk itu, latih anak tengah membela dirinya sendiri dan latih ia untuk tidak tunduk bahkan selama  perselisihan dengan orang lain.

  1. Stop Membandingkan

Penting bagi orang tua untuk tidak membanding-bandingkan setiap anak, terlebih membandingkan anak tengah yang merasa tidak diinginkan. Berikan cinta dan perhatian yang sama untuk setiap anak akan mengurangi sindrom anak tengah.

Tidak semua anak tengah mengalami sindrom anak tengah. Semua ini bergantung pada pola asuh tiap orang tua. Orang tua memang dituntut untuk adil dalam memberikan cinta, kasih sayang dan perhatian pada tiap anak. Namun, jika Anda merasa sudah melakukan pola asuh yang adil pada tiap anak dan si anak tengah tetap mengalami sindrom anak tengah, maka kemungkinan hal ini dipengaruhi oleh temperamen dari si anak tengah. Maka, Anda bisa mulai menggabungkan pola asuh sesuai dengan temperamen anak.

Baca juga:

  1. Yuk, Cocokan Pola Asuh dengan Temperamen Anak
  2. Si Sulung, Haruskan selalu Ulung?
Bagaimana Menurut Anda?
+1
12
+1
0
+1
2
Share with love
Member Premium SOP Member Premium SOP

Gabung Member Premium

Mulai perjalanan memahami emosi diri dan keluarga

Nikmati akses Kelas Video Belajar kapanpun & dimanapun

Gabung Sekarang

Sudah Member Premium? Masuk Di Sini

Contact Us School of Parenting
×

Info Masa Keanggotaan

Perpanjang Paket