Banner Header Promo Oktober

Stimulasi Kemampuan Mendengar Anak

Browse By

Walaupun mendengar menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan bahasa dan pendidikan, masalah ini kerap diabaikan. Sebagian besar orang tua lebih mengedepankan pembangunan keterampilan aksara, yaitu baca, tulis, dan berbicara. Padahal, sebelum anak-anak bisa berbicara dengan lancar, mereka harus terlebih dahulu banyak-banyak mendengar. Proses mendengar sendiri sudah dimulai sejak bayi. Kemampuan mendengar yang baik pun akan mendukung aspek komunikasi yang baik pula. Inilah alasan mengapa stimulasi kemampuan mendengar harus dilakukan sedini mungkin demi mendukung kemampuan kognitif secara keseluruhan.

Mengingat pentingnya kemampuan mendengar untuk menunjang proses belajar lainnya, orangtua harus memberikan stimulasi pada indra pendengarannya sejak dini. Stimulasi sejak dini bisa memaksimalkan kemampuan mendengar anak dan juga bisa mendetaksi apabila ada gangguan pada organ pendengaran.

Stimulasi apa yang baik dan efektif untuk mengembangkan kemampuan mendengar anak?

1. Sering Mengajak Anak Berbicara

Meski anak belum sepenuhnya mengerti makna dari kata-kata yang Anda ucapkan, indra pendengaran anak akan tetap menangkap bunyi atau suara di dekatnya. Oleh karena itu, sering-seringlah mengajak balita Anda berbicara apa saja. Bayi usia 0 – 6 bulan biasanya akan merespons suara dengan senyuman atau celotehan. Apabila bayi tidak memberikan respons atas suara yang Anda ucapkan, bisa jadi ada gangguan pada pendengarannya. Kemajuan ilmu dan teknologi saat ini memungkinkan kita untuk melakukan pemeriksaan pendengaran pada bayi berumur 3-4 hari untuk memeriksa kemampuan pendengaran mereka.

Memang ada bayi yang terlahir tuna rungu, namun jika masalah ini dideteksi sejak awal,di usia dini anak dapat diberikan alat bantu dengar untuk membantu pendengarannya. Jika ada masalah pendengaran yang lain pun, penanganannya bisa lebih awal hingga tidak menganggu perkembangannya.

2. Perdengarkan Lagu-Lagu Berirama Gembira

Setelah usia 6 bulan, bayi akan mengeluarkan ekspresi-ekspresi lucu apabila mendengar sebuah lagu yang ceria. Beberapa bayi menggerak-gerakkan tangannya seolah-olah sedang menari saat mendengar lagu atau musik ceria. Untuk melatih kemampuan mendengarnya, putarkanlah lagu-lagu yang bernada ceria. Hal ini akan membuat bayi lebih fokus mendengar irama atau lirik dalam lagu yang sedang diputar.

Stimulasi kemampuan mendengar anak sederhana

3. Membacakan Buku Cerita

Buku cerita punya banyak sekali manfaat untuk anak-anak, entah itu pada bayi yang belum genap satu tahun atau untuk anak-anak yang sudah mulai masuk sekolah. Membacakan cerita bisa menstimulasi kemampuan mendengar, berbicara, berlogika, dan juga berimajinasi. Pada saat Anda membacakan cerita, anak-anak akan mendengarkan dengan saksama. Di sini kemampuan mendengar anak seperti mengenali dan mengingat kata akan terbentuk.

4. Menonton Film Bersama

Hampir sama seperti membacakan cerita, film atau video bisa dijadikan alternatif untuk mengembangkan kemampuan mendengar pada balita. Semisal, saat anak menonton serial kartun favoritnya, cobalah bertanya tentang garis besar cerita film kartun tersebut. Jika anak bisa mendengar dan memperhatikan film dengan baik, ia akan mampu menceritakan hal-hal yang berkaitan dengan film kartun favoritnya. Tapi, tentu saja ada batasan waktu untuk menonton film ya, parents. Pilih juga film yang sesuai dengan umur anak.

5. Membuat Craft  Bersama

Aktivitas membuat kerajinan bersama juga sangat menyenangkan bagi anak-anak. Mereka bisa menyalurkan kreativitasnya sekaligus menstimulasi pendengaran.. Saat melakukan kegiatan ini, berilah instruksi pada si kecil untuk melakukan tahapan-tahapan membuat craft sederhana, seperti lipat kertas jadi berapa bagian, potong bagian kanan, dsb. Saat orangtua memberikan instruksi, anak akan belajar untuk mendengarkan dan mencerna instruksi. Aktivitas ini selain melatih pendengaran juga ingatan, logika dan koordinasi tangan dan mata.

Itulah beberapa cara sederhana menstimulasi pendengaran si kecil. Dengan mendengar, melihat, dan mengalami, anak-anak akan belajar banyak hal tentang dunia.

Baca Juga:

1. Speech Delay atau Autis?

2. Alasan Mengapa Anak tidak Mau Mendengarkan Orang Tua

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *