Banner Header Promo Oktober

Tahap Perkembangan Pendengaran pada Bayi Usia 0 – 6 Bulan

Browse By

Apakah bayi baru lahir sudah bisa mendengar? Ini pertanyaan yang paling banyak ditanyakan oleh ibu-ibu baru.

Sebenarnya bayi sudah bisa mendengar dengan jelas sejak mereka dilahirkan. Bahkan, bayi bisa mendengar suara ibunya sejak masih dalam kandungan. Seiring dengan pertumbuhannya, bayi menggunakan telinga sebagai alat utama untuk mendengar informasi tentang dunia. Melalui mendengar, bayi belajar tentang bahasa dan juga merangsang perkembangan otak. Oleh karena itu, sangat penting mengidentifikasi serta menangani masalah gangguan pendengaran sejak sedini mungkin.

Beberapa waktu setelah kelahiran, bayi biasanya akan menjalani tes pemeriksaan pendengaran. Selain itu, Dokter pun akan melakukan pemeriksaan pada saat pemeriksaan rutin bayi.

Tahap Perkembangan Pendengaran pada Bayi

Telinga bagian dalam bayi sebenarnya sudah berkembang secara sempurna sejak masa kehamilan minggu ke-20. Jadi, bayi sebenarnya sudah siap mendengar dan belajar sejak lahir. Pada 6 bulan pertama hidupnya, telinga bayi idealnya sudah mengalami berbagai perkembangan, yaitu 

  1. Memperhatikan suara-suara sejak lahir, terutama yang bernada tinggi. Bayi juga mudah terkejut apabila mendengar suara-suara yang keras.
  2. Merespons suara yang sudah familiar, misalnya suara ibu dan ayahnya. Atau nyanyian ninabobo yang dinyanyikan sebelum tidur.
  3. Jika bayi sensitif, ia akan mudah terkejut ketika mendengar suara. Namun, jika bayi cenderung tenang, ia mampu menerima berbagai suara yang tenang pula.
  4. Bayi akan langsung terdiam ketika mendengar suara yang familiar. Bahkan, bayi 6 bulan bisa membalas suara orang-orang terdekat dengan bunyi “uuh” atau dengan senyuman-senyuman.
  5. Bayi usia 6 bulan juga akan langsung menengok ke arah orangtua saat mendengar suara orangtuanya. Mereka pun berusaha “menjawab” suara dengan ikut mengeluarkan suara-suara lucu.

Tahap perkembangan pendengaran bayi

Pada usia 6 bulan, bayi juga sudah dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Bereaksi saat mendengar suara.

2. Tersenyum ketika mendengar suara orang-orang terdekat.

3. Mulai memperhatikan gerakan bibir saat berbicara.

4. Mulai mengeluarkan suara-suara “m” atau “b”.

5. Mengetahui dari mana suara berasal dan juga sudah bisa mengarahkan mata atau kepala ke sumber suara.

6. Merespons suara yang pelan dan halus, asalkan ia tidak sedang disibukkan dengan hal-hal lain.

Bagaimana Peran Parents?

Kemampuan mendengar bayi sangat berpengaruh pada perkembangan bayi. Stimulasi dari orangtua sangat penting untuk membantu tumbuh kembang bayi. Stimulasi harus dilakukan sejak anak bayi, dan tidak perlu menunggu anak mengerti terlebih dahulu.

 

Baca Juga:

1. Anak Terlambat Berjalan? Mungkin ini Penyebabnya

2. Stimulasi untuk Si Kecil Belajar Berjalan

3. Trik Sederhana untuk Stimulasi Bicara Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *