Banner Header Komunitas SOP

Teman Imajinasi Anak, Tidak Selalu Hantu, Lho!

Browse By

Bama (4,5 tahun) sering membuat orangtua dan neneknya cemas. Pasalnya, Bama sering kedapatan bersembunyi di bawah kolong tempat tidur di kamarnya. Ia sering membawa mainannya ke bawah kolong dan terdengar mengobrol dengan seseorang. Ketika ditanya, Bama mengatakan ia sedang mengobrol dengan temannya; anak laki-laki bernama Bima.

Orangtuanya dan neneknya pun hanya bisa menduga-duga, apakah benar Bima itu hanya teman khayalan Bama, atau jangan-jangan Bama sedang berbicara dengan hantu?

Sebagian besar orangtua pasti pernah mendapati anaknya menceritakan tentang teman khayalan. Bagi orang dewasa, teman khayalan ini sering kali dianggap sebagai hantu. Padahal, peristiwa anak menceritakan teman khayalan tidak selalu mengarah pada kejadian supranatural, lho.

Lalu, bagaimana teman imajinasi ini bagi anak-anak?

Memasuki usia 3 atau 5 tahun, anak-anak biasanya memang memiliki teman khayalan. Biasanya anak akan mengajak “si teman” tersebut  mengobrol dan bermain seolah-olah teman tersebut adalah nyata. Hampir 90% manusia pernah memiliki teman imajinasi saat mereka masih kecil. Penulis The New Baby Answer Book, Robin Goldstein, PhD., bahkan mengungkapkan bahwa teman khayalan bagi anak sangat penting untuk membantu anak berhadapan dengan emosi dan masalahnya.

Untuk itu, orangtua semestinya tidak perlu khawatir. Teman khayalan bukan sesuatu yang bersifat supranatural atau gaib. Teman khayalan tersebut hanya merupakan tokoh imajinatif yang diciptakan oleh anak itu sendiri.

Mengapa Anak-Anak Suka Menciptakan Teman Imajinasi?

Teman imajinasi sering kali dijadikan sebagai teman yang menyenangkan. Hal ini bukan berarti indikasi anak mengalami kekosongan emosional atau tidak bisa bersosialisasi dengan normal. Mereka hanya senang berimajinasi tentang teman-teman idealnya.

Sosok teman imajinasi juga tidak selalu anak sebayanya, bisa juga bayi, binatang peliharaan yang ajaib, atau yang lainnya. Teman imajinasi seringkali diciptakan oleh anak karena beberapa hal, misalnya 

  • Anak sedang mengidolakan seseorang atau sesuatu yang menginspirasi
  • Anak senang berimajinasi tentang sosok teman ideal
  • Anak tidak memiliki teman bermain
  • Anak selalu didengarkan dan didukung oleh teman imajinasi

Apa Saja Manfaat Memiliki Teman Imajinasi?

Memiliki teman imajinasi tidak selamanya buruk bagi anak. Memiliki teman imajinasi justru bermanfaat bagi anak dalam beberapa hal, yaitu

  1. Membantu anak mengembangkan kreativitas melalui berbagai jenis permainan berdasarkan imajinasi
  2. Membantu anak dalam mengembangkan emosi
  3. Membantu anak mengembangkan kemampuan kognitif

hadapi teman imajinasi anak cara

Bagaimana Cara Menghadapi Teman Imajinasi Anak?

Melarang anak untuk berhenti membicarakan teman imajinasinya hanya akan membuat anak merasa frustrasi. Mengapa? Karena sekitar 65% anak-anak mempunyai teman imajinasi sewaktu kecil.

Lalu, apa yang perlu orangtua lakukan?

1. Cobalah Mengenal Si Teman

Anak-anak akan senang jika orangtua atau orang dewasa menaruh perhatian kepada teman ciptaan mereka. Cobalah mengenal si teman. Anda bisa meminta si kecil untuk melukis temannya. Anda juga bisa ikut bermain bersamanya. Biarkan anak menjelaskan teman imajinasi mereka kepada Anda.

2. Jangan Biarkan Anak Menyalahkan Teman Imajinasi atas Perbuatan Sendiri  

Anak-anak biasanya takut jika berbuat suatu kesalahan. Agar tidak dimarahi oleh orangtuanya, mereka membuat teman imajinasi sebagai kambing hitam. Misalnya, ketika anak sedang bermain dan tidak sengaja menjatuhkan vas bunga, anak mengatakan bahwa itu ulah temannya. Menghadapi hal ini, Anda bisa menasihati anak untuk lebih berhati-hati dan jangan meniru perbuatan teman imajinasinya tersebut. Lalu, katakan juga padanya untuk membantu teman imajinasi anak untuk membereskan pecahan vas bunga yang berantakan.

3. Kenalkan dengan Kegiatan dan Lingkungan Baru

Seiring dengan semakin bertambahnya waktu, anak-anak biasanya akan melupakan teman imajinasinya. Masalahnya, ada anak-anak yang tetap sibuk dengan teman imajinasi tersebut dan seolah menarik diri dari pergaulan.

Jika anak berada di situasi tersebut, maka dorong anak mengenal lingkungan baru, teman-teman baru, dan aktivitas-aktivitas baru. Ketika anak sudah mendapatkan teman-teman baru, ia akan lupa dengan teman imajinasinya.

Baca Juga:

  1. Pentingnya Daya Imajinasi Anak
  2. Anak Anda Bicara Sendiri? Jangan  Takut, Ini Penjelasannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *