Anak Rajin Belajar, Gimana Caranya Ya?

Browse By

Minggu pertama masuk sekolah sudah berlalu. Cepat sekali rasanya, ya, Parents. Di minggu-minggu awal anak sekolah, mungkin anak-anak masih antusias dengan dunia sekolah ya, Bun. Maklum masih baru.

Nah, setelah masa-masa sekolah berlalu dari minggu ke minggu, semangat anak sudah mulai berkurang. Anak jadi lebih malas belajar. Terlebih, jika gurunya memberikan banyak pekerjaan rumah, anak-anak bukannya tambah rajin, justru sebaliknya. Ia akan banyak mengeluh karena tugas-tugas sekolahnya.

Sebelum hal tersebut terjadi, orangtua harus punya cara sendiri untuk memotivasi anak agar tetap rajin belajar. Jangan hanya menyerahkan tugas mendidik kepada guru. Ingat, waktu anak juga dihabiskan di rumah. Jadi, ketika di rumah, orangtualah yang menjadi guru bagi anak-anak.

Memotivasi anak untuk mau belajar sebenarnya lebih penting daripada memaksa anak. Akan tetapi, sebagian besar orangtua kehilangan kesabaran untuk mengajari anak sehingga menganggap pekerjaan ini sangat sulit. Nah, agar usaha memotivasi anak ini tidak menguras emosi, yuk lakukan tips berikut ini.

1. Lakukan Negosiasi

Negosiasi adalah hal yang paling sering dilupakan oleh orangtua. Saat anak-anak masuk sekolah, orangtua sering kali lupa untuk berdiskusi dengan anak, tentang apa yang menjadi minatnya, apa bakatnya, dan apa tujuannya belajar.

Orangtua memutuskan sendiri kegiatan ekskul yang diikuti anak, mendaftarkan anak ke berbagai les atau bimbel, dan lain sebagainya. Kita tentu tahu, ini semua demi kebaikan anak. Akan tetapi, Anda harus ingat bahwa apa yang baik bagi Anda atau baik dan berhasil bagi anak-anak lain belum tentu berlaku sama bagi anak kita.

Untuk itu, Anda perlu melakukan negosiasi dengan anak Anda. Meski baru masuk SD, tidak ada salahnya Anda membicarakan rencana masa depan anak. Tanyakan apa yang menjadi mimpinya,sedikit berandai-andai apa yang menjadi cita-citanya, lalu tanyakan apa yang kira-kira dibutuhkan untuk mewujudkan mimpi itu.

Supaya lebih semangat lagi, buat semacam tabel cita-cita anak. Jika anak Anda masih SD, maka buatkan peta untuk sampai pada cita-citanya. Misalnya, ilmu dan ketrampilan apa yang akan ia butuhkan untuk sampai ke mimpinya.

Bila anak punya cita-cita menjadi chef terkenal misalnya, cari tahu ilmu apa saja yang ia butuhkan. Pajang tabel atau peta sederhana tersebut di kamarnya untuk memotivasi anak agar terus rajin belajar. Jika ia sudah tahu apa tujuannya belajar, tanpa disuruh pun, anak pasti akan lebih rajin belajar.

tips anak rajin belajar

2. Dukung Kegiatan Belajar Anak

Karena masih anak-anak, semangat anak akan sesuatu, termasuk belajar, bisa saja naik turun. Hari ini ia mungkin semangat belajar, kemudian besoknya jadi malas. Ini sangat wajar dialami anak.

Ketika hal tersebut terjadi, jangan memarahi anak. Dukung belajarnya dengan cara yang menyenangkan. Jika anak memang butuh waktu istirahat, biarkan ia beristirahat. Berilah stimulasi lainnya agar anak kembali rajin belajar.

3. Ciptakan Suasana Belajar yang Menyenangkan

Ada kalanya Anda juga harus turun tangan sendiri untuk mengajari anak. Saat berperan sebagai guru di rumah, jadilah sosok yang menyenangkan. Belajar yang baik adalah belajar yang menyenangkan. Dalam hal ini, kesabaran Anda sangat dibutuhkan.

Ketika suasana belajar menyenangkan, anak-anak lebih akan lebih nyaman. Pada saat seperti ini, mereka bisa lebih banyak menyerap ilmu yang Anda berikan.

4. Tumbuhkan Kebiasaan Membaca

Meskipun sekarang ini sudah banyak produk digital yang menawarkan penyajian informasi yang lebih praktis dan instan, kebiasaan membaca tetap harus ditanamkan kepada anak. Tak hanya memperoleh informasi, membaca juga melatih nalar anak. Membaca dapat memicu anak untuk bersikap kritis.

Kebiasaan membaca ini harus dilatih. Buatlah jadwal membaca bersama secara rutin di rumah. Tidak selalu membaca buku-buku pelajaran yang berat. Kebiasaan membaca bisa dimulai dengan membaca buku cerita, misalnya novel atau komik.

5. Jangan Pelit Memberikan Pujian

Daripada menekan anak untuk terus berprestasi, lebih baik dukung anak dengan pujian. Saat nilai ujian anak di luar ekspektasi, jangan memarahinya. Anda bisa memberi pujian atas usahanya. Bagaimanapun, anak sudah berusaha sebaik mungkin.

Anda harus percaya bahwa anak bisa meningkatkan nilainya. Berilah semangat yang positif. Respon positif seperti ini bisa memotivasi ini. Hal ini jelas lebih baik daripada memarahinya.

Satu hal yang perlu Anda ingat, memberikan pujian juga harus pada waktu yang tepat. Jangan terlalu banyak memuji agar anak tidak menjadi sombong. Ingat, pujian berlebihan pun tidak baik.

Nah, selamat memotivasi dan meraih impian bersama anak ya, Parents!

Baca Juga:
  1. Kecelakaan di Sekolah, Selalu Salah Guru?
  2. Jam Istirahat Sekolah Bukan Sekedar Waktu Bermain
  3. Sekolah untuk Bayi: Ya atau Tidak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *