Banner Header Komunitas SOP

2019 SKTM Sudah Tak Berlaku, Tapi Sekolah Negeri Favorit Masih Diburu

Browse By

Penggunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk mendaftar sekolah negeri sedang menjadi perbincangan hangat, baik pemerintah maupun masyarakat belakangan ini. Pasalnya, pada PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tahun ajaran 2019-2020 ini SKTM telah resmi dihapus. Penghapusan SKTM ini dikuatkan dalam Permendikbud No.51/2018.

Menurut menteri pendidikan dan kebudayaan RI, Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P, penghapusan SKTM dimaksudkan agar tidak lagi ada kecurangan penyalahgunaan SKTM.

Pada tahun 2018, banyak sekali laporan penyalahgunaan SKTM. SKTM yang seharusnya digunakan untuk keluarga yang kurang mampu, ternyata juga banyak digunakan oleh keluarga yang mampu secara ekonomi. Alasannya karena orangtua ingin anak-anaknya masuk pada sekolah favorit.

Dilansir dari tirto.id, penyalahgunaan SKTM pada pemprov Jateng saja tercatat sebanyak 78.065 SKTM palsu yang digunakan orangtua untuk mendaftar sekolah. Data ini tentunya belum mencakup SKTM palsu di wilayah lainnya.

Protes via media sosial dan jalur pengaduan resmi pun kemudian timbul dari orangtua calon siswa yang merasa dirugikan akibat penggunaan SKTM ini. Banyak orangtua berpendapat bahwa penggunaan SKTM yang tidak sesuai dinilai tidak adil.

SKTM Dihapus, Bagaimana dengan Nasib Masyarakat Kurang Mampu?

Penghapusan SKTM tentunya menimbulkan pertanyaan besar bagi masyarakat yang kurang mampu. Banyak dari masyarakat tersebut bertanya, bagaimana dengan nasib anak-anak mereka jika SKTM ini dihapus? Apakah sudah tidak ada lagi tempat mengenyam pendidikan bagi anak-anak yang kurang mampu ini?

Tenang Parents, penghapusan SKTM tentu saja dibarengi dengan solusi lain, yaitu munculnya KIP dan PKH. KIP (Kartu Indonesia Pintar) dan PKH (Program Keluarga Harapan) sengaja disiapkan oleh Kemendikbud RI sebagai solusi jaminan sekolah bagi masyarakat yang kurang mampu.  

syarat siswa baru ajaran 2019-2020

SKTM Sudah Tak Berlaku, Tapi Sekolah Negeri Favorit Masih Diburu!

Nah, meskipun SKTM ini sudah dihapus dan dinyatakan tidak berlaku, akan tetapi orangtua masih saja memburu sekolah negeri favorit. Banyak orangtua yang masih menjadikan “sekolah negeri favorit”, sebagai tolok ukur sekolah terbaik bagi putra putrinya. Benarkah demikian?

Nyatanya, tidak semua sekolah negeri favorit akan menjadi sekolah terbaik bagi semua anak-anak. Pertimbangan dalam memilih sekolah tentu saja tidak semata-mata karena sekolah yang Anda inginkan adalah sekolah negeri favorit. Jangan sampai hanya karena menginginkan anak masuk ke sekolah favorit Anda menggunakan berbagai macam cara, termasuk memalsukan SKTM atau dokumen lainnya saat melakukan pendaftaran sekolah.

Masih banyak pertimbangan yang harus dipikirkan dalam memilih sekolah untuk anak. Misalnya tentang kualitas sekolah, visi-misi sekolah, jarak dari rumah ke sekolah, biaya, dan sebagainya.

Memang, semua orangtua menginginkan sekolah terbaik bagi anak-anaknya. Itulah mengapa seharusnya Anda mulai membuka wawasan untuk opsi-opsi sekolah lainnya. Misalkan saja, alih-alih memaksakan anak masuk ke sekolah negeri favorit hingga memalsukan dokumen, alangkah lebih baik jika mempertimbangkan sekolah swasta dengan kualitas yang sama seperti sekolah negeri favorit.  

Toh, baik sekolah swasta maupun sekolah negeri sekarang ini saling berlomba menjadi sekolah yang terbaik? Jadi, tidak ada salahnya jika Anda mulai mengumpulkan berbagai macam sumber informasi mengenai sekolah negeri dan swasta.

Hal yang perlu diingat sebagai orangtua adalah tidak perlu memaksakan anak untuk bersekolah di sekolah tertentu dengan memalsukan dokumen. Tetap pertahankan kejujuran Anda dalam upaya memilih sekolah untuk anak.

Sekolah terbaik bagi anak adalah sekolah yang membuat anak nyaman dalam belajar dan merupakan tempat yang membuat Anak terus bersemangat dalam belajar dan meraih ilmu.

Baca juga:

  1. Timbang-Timbang Pilih Sekolah SD, Enaknya Negeri atau Swasta Ya?
  2. Mau Memilih Sekolah? Cek Dulu Daftar Ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *