Baju Lebaran Baru VS Ajaran Baru

Browse By

Tiga tahun belakangan, Hari Raya Idul Fitri bertepatan dengan tahun ajaran baru. Lebaran tahun ini jatuh pada tanggal 5-6 Juni 2019 sementara tahun ajaran baru dimulai sekitar bulan Juli 2019. Beli baju baru atau perlengkapan sekolah baru?

Tanggal libur Lebaran yang berdekatan dengan tahun ajaran baru membuat para orangtua kebingungan mengatur pengeluaran. Kalau membeli baju Lebaran, khawatir uangnya tidak cukup untuk membeli perlengkapan sekolah. Akan tetapi, kalau tidak membeli baju Lebaran, rasanya tidak tega. Apalagi, membeli baju Lebaran sudah menjadi tradisi dalam keluarga.

Karena sudah menjadi tradisi, Lebaran di mata anak-anak adalah momen di mana mereka mendapatkan baju baru, sepatu baru ,uang baru, dan segala sesuatu yang semua serba baru. Hal ini seringkali  juga berlaku untuk hari raya agama lain. Di sisi lain, tahun ajaran baru di mata anak juga memiliki makna yang sama, yaitu semua serba baru. Bagaimana cara orangtua menyikapinya?

Sebenarnya, orangtua tidak perlu terlalu bingung menghadapi situasi ini. Justru, momen ini bisa digunakan orangtua untuk menghentikan pemahaman yang salah kaprah mengenai “segala harus baru” ini. Pada dasarnya, baju baru saat Lebaran bukanlah sesuatu yang wajib. Pada momen hari raya Islam ini, hati dan jiwa yang baru adalah yang paling penting.

Sulit memang menjelaskan konsep ini kepada anak. Akan tetapi, orangtua harus berani keluar dari kebiasaan dan menjadi trendsetter bagi anak-anaknya. Pertama-tama, berilah penjelasan pada anak bahwa tanpa baju baru pun ia bisa menyambut kemenangan saat Idul Fitri. Untuk mengantisipasi kekecewaan si kecil, cobalah Anda mengajak anak untuk mix and match baju yang ada di lemari untuk diperbarui. Jadi, anak tetap bisa berpenampilan menarik pada Hari Raya Idul Fitri.

Mengapa Harus Menghentikan Kebiasaan Membeli Baju Lebaran?

Keluar dari kebiasaan memang bukanlah hal yang mudah. Saat pertama kali mencoba menghentikan kebiasaan membelikan baju Lebaran, Anda mungkin merasa tak nyaman. Anda tidak tega kalau sampai anak merasa sedih karena tidak memiliki baju baru seperti teman-teman atau sanak keluarga yang lain.

Akan tetapi, menurut psikolog anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi, yang dikutip dari detikHealth, berpendapat bahwa membelikan baju baru sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhannya. Momennya tentu tidak hanya saat Lebaran. Alasan lain mengapa Anda harus berhenti membelikan baju Lebaran pada anak adalah sebagai berikut:

  1. Menghindari Perilaku Konsumtif

Momen menjelang Lebaran menjadi alasan banyak orang untuk menjadi konsumtif. Rata-rata, keluarga menghabiskan pengeluaran 3x lipat lebih banyak dari biasanya untuk membeli keperluan Lebaran, termasuk baju baru. Meski mendapatkan uang THR, orangtua harus menggunakan uang tersebut dengan bijak.

Jika Anda terus melanjutkan kebiasaan membeli baju baru, anak pasti akan meniru kebiasaan konsumtif tersebut.

  1. Lebaran tidak berarti Baju Baru, Ajari Anak Memahami Maknanya

Jika Anda terus-terusan melanjutkan kebiasaan membelikan baju baru saat Lebaran, anak akan terus memaknai Lebaran sebagai momen mendapatkan baju baru. Padahal, makna Hari Raya Idul Fitri lebih dalam dari itu.

Momen Idul Fitri adalah momen menjadi pribadi yang baru. Momen di mana keluarga dan kerabat saling mengunjungi, memohon maaf, berbagi, dan mendekatkan diri. Jadi, yang terpenting bukan baju barunya, tetapi seberapa dalam memaknai momen Lebaran.

  1. Lebih Menghargai Apa yang Anak Miliki

Jika memang anak sudah memiliki banyak baju bagus dalam lemarinya, rasanya membeli baju Lebaran tidak perlu dilakukan. Anak masih bisa memakai baju yang ia punya. Hal ini akan mengajarkan pemahaman baru pada anak, yaitu ia harus lebih menghargai apa yang telah mereka miliki.

baju lebran baru vs tahun ajaran baru

Bagaimana dengan Perlengkapan Sekolah Baru?

Sama seperti Lebaran, tahun ajaran baru juga menjadi momen bagi anak untuk membeli perlengkapan sekolah baru. Tas, sepatu, buku, seragam, semuanya serba baru. Apakah memang perlu?

Kebiasaan konsumtif semacam ini sebaiknya memang ditinggalkan. Anda harus bisa memberikan pemahaman pada anak bahwa tahun ajaran baru tidak harus memakai perlengkapan sekolah baru. Belikan perlengkapan yang memang butuh untuk dibeli, misalnya buku, alat tulis, atau tas baru karena tas lama sudah rusak.

Belilah segala sesuatu sesuai dengan kebutuhan, kecuali jika memang Anda memiliki dana berlebih untuk membelikan barang-barang baru pada momen-momen tersebut. Jika memang Anda kesulitan menyiapkan dananya, sebaiknya tak perlu melakukan segala cara untuk membelikan baju baru atau perlengkapan sekolah baru untuk anak.

Momen Lebaran dan tahun ajaran baru yang hampir bersamaan menjadi momen paling tepat untuk mengajarkan anak agar tidak berlaku konsumtif.

Artikel Terkait:

  1. Wisuda TK, Acara Penting atau Pemborosan?
  2. Tips Memilih Tas Sekolah
  3. PR Anak Sekolah, Masih Jaman Nggak Sih?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *