Inikah Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Ibu Baru?

Browse By

Menjadi Ibu baru atau new-mom memang penuh dengan tantangan. Dan tantangan terbesar para Ibu baru adalah merawat bayi yang baru lahir. Kebanyakan Ibu baru belum memahami berbagai hal tentang bayi. Mulai dari seberapa sering harus menyusui bayi, hingga berapa kali seharusnya botol bayi disterilkan? Hal ini wajar ya Bu, karena ini adalah pengalaman baru bagi Anda.

Nah, sebagai Ibu baru mungkin sekali Anda memiliki berbagai macam pertanyaan yang mengganjal di hati. Sayangnya, tidak semua Ibu baru berani bertanya pada orang lain, karena malu atau alasan lainnya. Jika memang demikian, maka jangan khawatir, mungkin saja pertanyaan di bawah ini juga sedang Anda tanyakan dalam hati. Apa saja sih daftar pertanyaan yang sering ditanyakan oleh Ibu baru?

“Berapa lama sih saya harus memberi ASI eksklusif pada bayi?”

Banyak yang bilang bahwa memberi ASI harus selama 1 tahun atau lebih dari 1 tahun. Tapi sebenarnya berapa lama ASI eksklusif harus diperoleh bayi? Menurut The American Academy of Pediatrics (AAP), pemberian ASI seharusnya dilakukan selama 12 bulan, khususnya 6 bulan pertama. Namun, hal ini juga bergantung pada kondisi Ibu ya. Sebaiknya jangan memaksakan diri memberikan ASI jika tidak mampu.

Nah hal inilah yang seringkali dilakukan oleh Ibu baru, yaitu memaksakan diri memberikan ASI padahal mungkin saja ASI Ibu tidak mencukupi kebutuhan si bayi. Atau, mungkin saja Ibu memaksakan memberi ASI karena takut dan malu atas “omongan” negatif para tetangga. Jika sudah seperti ini, malah bayi bisa mengalami dehidrasi.

Untuk mencegah hal ini, sebaiknya Ibu baru tetap memberikan ASI sesuai kemampuan ya. Sebaiknya tidak perlu mendengarkan “omongan” negatif para tetangga ya, Bu. Jika memang tidak bisa memberikan ASI dalam jangka waktu yang lama, maka boleh-boleh saja kok “menyambungnya” dengan susu formula yang disarankan oleh ahli laktasi.

Hal tersebut juga disarankan oleh Erica Brody, M.D, seorang direktur menyusui anak di Sekolah Kedokteran Ichan di Gunung Sinai, New York, seperti dilansir dari Parents.com.

Menurut Brody, seorang Ibu harus berhenti menyusui jika ia sudah tidak menikmati proses tersebut. Kemungkinan karena suatu masalah dengan ASInya atau dengan payudara Ibu. Brody juga menambahkan bahwa, Ibu juga tidak perlu cepat-cepat menyapih bayi setelah 1 tahun, jika si Ibu dan bayi tersebut sama-sama menikmati proses menyusui dan sama-sama sehat dan bahagia.

“Apakah saya harus mensterilkan botol susu atau “kempongan” setiap setelah digunakan oleh bayi saya?”

Ya, bagi Anda Ibu yang perfeksionis. Namun, banyak Ibu yang tidak sempat atau sangat kerepotan dalam mengurus bayi sendirian, sehingga sangat tidak mungkin mensterilkan botol atau “kempongan” tiap kali selesai digunakan. Untuk itu, Esther Krych, M.D, dilansir dari Parents.com, menyarankan untuk cukup mencuci botol atau “kempongan” tersebut dengan air dan sabun cuci khusus untuk botol bayi, tiap kali selesai digunakan. Kemudian, Anda bisa mensterilkannya saat malam hari.

Cara seperti ini dilakukan untuk membunuh kuman dan bakteri yang ada di botol susu dan “kempongan” tersebut. Yang perlu Anda ingat adalah sebaiknya cucilah botol bayi dan “kempongan” dengan cara yang benar, karena dengan mencucinya dengan benar maka sama saja dengan mensterilkannya.

“Kata Ibu mertua, jika menggendong bayi terlalu lama, maka akan membuatnya manja, benarkah itu?”

“Jangan digendong terus nanti dia manja.” Pernahkah Anda mendengar saran ini dari anggota keluarga khususnya mama atau mama mertua? Jika pernah, maka pertanyaan tersebut bisa jadi pertanyaan semua ibu-ibu di luar sana. Lalu benarkah pendapat tersebut?

Ya, pendapat ini ada benarnya juga loh, Bu. Meskipun bayi sangat lucu dan menggemaskan sehingga kadang Anda tidak bisa menolak untuk menggendongnya, tapi sebaiknya tidak perlu terlalu banyak digendong di siang hari. Hal ini dimaksudkan agar bayi tetap bisa tidur nyenyak di malam hari saat Anda juga butuh istirahat.

Coba bayangkan saja jika di pagi hingga siang hari bayi Anda terus melekat dan menempel, maka bayi menjadi terbiasa tidur di pelukan Anda. Sehingga saat malam tiba, bayi kurang nyaman saat harus tidur di tempat tidurnya sendiri.

“Apakah kotoran (poop) bayi yang berwarna hijau itu normal?”

Siapa nih yang sering memperhatikan kotoran bayi? Jika Anda salah satunya maka kebiasaan ini sudah sangat tepat dilakukan. Pasalnya kesehatan bayi memang bisa diperiksa melalui warna kotorannya. Lalu, apa sih yang terjadi pada bayi jika warna kotorannya berubah menjadi hijau? Perubahan kotoran bayi menjadi hijau sebenarnya cukup wajar. Hal ini menunjukkan bayi sedang mengkonsumsi makanan padat seperti sayur-sayuran.

Jadi, Anda tidak perlu terlalu khawatir. Anda perlu cemas jika kotoran bayi berubah warna menjadi hitam,putih atau merah. Hal ini bisa menjadi tanda bayi sedang mengalami masalah di pencernaannya.

“Bolehkah membangunkan bayi yang sedang tertidur pulas?”

Adakalanya Anda tidak tega membangunkan bayi, apalagi jika ia sedang tertidur pulas. Namun, sebenarnya membangunkan bayi saat tertidur juga penting dilakukan, apalagi jika berat badan si kecil sulit bertambah.

Dokter anak Anda pasti akan menyarankan untuk membangunkan bayi tiap beberapa jam sekali untuk memberinya ASI. Hal ini dimaksudkan agar bayi tetap mendapatkan nutrisi yang cukup.

“Dokter menyarankan saya untuk menyusui bayi tiap 3 jam sekali. Apakah artinya saya harus menghitung 3 jam dari awal menyusui atau 3 jam dari setelah bayi selesai menyusu?”

Yang dimaksud dokter Anda adalah 3 jam dari pertama kali menyusui bayi. Misalnya jika Anda menyusui bayi pada pukul 08.00, maka Anda bisa menyusuinya kembali pada pukul 11.00 siang.

“Bagaimana menidurkan bayi saya di malam hari?”

Inilah pertanyaan yang  hampir semua Ibu dan orangtua di luar sana penasaran. Tidak perlu bingung Bu, sebaiknya mulai sekarang pahami karakter bayi Anda. Hal ini karena beberapa bayi mungkin merasa tidak nyaman di malam hari karena lapar, atau karena kepanasan. Sehingga penting bagi Anda untuk mengobservasi terlebih dahulu tentang apa saja yang mungkin membuat bayi merasa tidak nyaman. Barulah lakukan cara yang tepat dalam mengatasinya. Sehingga, kedepannya bayi Anda bisa tidur nyaman di malam hari.

Banyak pertanyaan yang mungkin saja dipendam dalam hati Ibu baru. Alasannya bisa karena malu atau karena takut dianggap tidak bisa merawat anak. Namun, sebaiknya singkirkan rasa malu Anda karena dengan bertanya atau mencari informasi tentang perawatan bayi yang baru saja lahir, tentu akan menambah keahlian Anda menjadi seorang Ibu baru. Beberapa pertanyaan dan penjelasan di atas bisa digunakan sebagai referensi dalam merawat si kecil. Tetap semangat dan terus belajar ya Bu!

Baca juga:

  1. Bayi Tidur Nyaman Di Malam Hari Bukan Lagi Impian
  2. “Top Problems” Para Ibu Saat Menyusui

2 thoughts on “Inikah Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Ibu Baru?”

  1. Rickie Somsana says:

    I am glad to be a visitor of this thoroughgoing weblog! , appreciate it for this rare information! .

    1. School of Parenting says:

      Thanks a lot
      hope you enjoy our articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *