“Mengenalkan Bahasa Rasa” Melalui Stimulasi Sensorik

Frustasi karena anak-anak Anda tidak makan dengan baik? Khawatir anak-anak Anda akan menjadi picky eater? Mungkin ini saatnya Parents mengenalkan “bahasa” baru bagi anak-anak. 

Yaitu “bahasa rasa”.

Rasa adalah bahasa. Dan butuh waktu bertahun-tahun untuk mempelajarinya, bahkan bagi kita orang dewasa. 

Jadi jika orang tua mengharapkan anak-anak kita untuk mau mencicipi dan mencoba makanan baru seperti yang orang dewasa lakukan, ini seperti meminta seseorang untuk terjun payung tanpa latihan sebelumnya. 

Pada usia dini, orang tua umumnya melatih sensori anak dengan mainan, dan acap kali melupakan sensori lain seperti indera perasa dan penciuman, padahal ini penting apalagi bila mereka kerap menolak makan. 

Mengapa Anda Harus Mengeksplorasi Indra Perasa dengan Anak-Anak?

Indera perasa kita menghasilkan reaksi fisik dan emosional yang tidak bisa dijelaskan hanya dengan “enak” dan “iihh”. 

Kedua kata itu bahkan tidak bisa mulai mengungkapkan perasaan kita tentang apa yang kita makan.

Makan memicu imajinasi kita, menarik ingatan kita, dan menciptakan kesan unik di mulut dan pikiran kita.

Ada dua komponen utama agar bisa mencicipi makanan dengan benar:

  1. Mampu memperlambat dan menganalisis apa yang kita rasakan dan bagaimana perasaan kita.
  2. Memahami kosakata untuk mendeskripsikan bau, tekstur, dan rasa makanan untuk membagikan apa yang kita suka dan tidak suka tentang makanan tertentu.

Tanpa pemahaman yang tepat tentang makanan, anak-anak tidak akan bisa memahami. Tetapi belajar bagaimana mencicipi makanan dan bagaimana membicarakan tentang apa yang kita makan menyebabkan rasa ingin tahu, yang pada gilirannya menyebabkan keinginan untuk mencoba lebih banyak makanan! Dan itulah cara Anda mengajari anak-anak untuk senang belajar mencoba makanan baru.

Melalui aktivitas sensori rasa dan bau orang tua dapat membantu anak-anak belajar menemukan rasa baru sebagai pengalaman yang menyenangkan dan mengasyikkan, bahkan jika mereka akhirnya tetap tidak menyukai makanan tersebut.

Memahami Sensori Bau

Indra penciuman adalah salah satu indra yang paling berkembang saat lahir, bahkan bayi yang baru lahir pun dapat mengenali bau susu ibu mereka. 

Penciuman terkait erat dengan bagian otak yang paling tua, ini menjelaskan bagaimana beberapa bau dapat membawa kita kembali ke masa kanak-kanak kita. Hidung biasanya mengandung sekitar 10 juta reseptor penciuman, masing-masing bertanggung jawab untuk mendeteksi satu dari 20 jenis penciuman. 

Memahami Sensori Rasa

Banyak hal yang kita anggap sebagai rasa sebenarnya adalah umpan balik dari bau dan sentuhan, karena tekstur juga merupakan aspek kunci dari rasa. Bayi yang baru lahir dapat membedakan antara rasa asam yang manis dan tidak enak ketika baru berusia beberapa jam. Kondisi ini tentu saja luar biasa, mengingat mereka bahkan tidak pernah ‘makan’ makanan.

Aktivitas sensori mengenal rasa

Ide aktivitas Sensori Perasa dan Penciuman 

Jika Parents ingin melakukan aktivitas stimulasi sensori untuk indera perasa dan penciuman, berikut beberapa aktivitas sederhana untuk dicoba. 

  • Bermain “Tangkap aroma”

Siapkan beberapa kaos kaki bersih, rempah-rempah, minyak beraroma, dan zat berbau seperti kopi, daun teh buah, vanila, bawang, dan batang kayu manis. Taruh sedikit dari setiap item yang berbau ke dalam kaus kaki, atau untuk minyak beraroma tambahkan setetes ke kapas, kemudian ikat dengan erat dan tawarkan pada anak untuk menciumnya.

Dengan lembut usapkan kaos kaki beraroma ke kaki, jari kaki, atau lengan mereka, biarkan baunya perlahan tercium ke hidung mereka. Perhatikan baik-baik, kemudian lihat reaksi mereka dan bicarakan setiap bau saat mereka mulai mengeksplorasi. “Mmm, vanilla itu baunya harum”, atau “Aargh, kopi baunya menyengat.” 

Dengan cara ini anak anak belajar untuk mengenali bau-bau yang ada.

Perkenalkan setiap bau satu per satu untuk menghindari sensorik berlebihan dan untuk memahami lebih lanjut tentang kesukaan dan ketidaksukaan anak-anak. 

  • Mencicipi Rasa 

Setiap makanan baru yang ditemukan oleh anak adalah petualangan sensorik bagi mereka. Jadi tawarkan berbagai pengalaman (satu per satu, awalnya) untuk memaksimalkan minat sensorik anak.

Potong berbagai jenis buah. Cobalah tawarkan pada anak beberapa buah-buahan yang tidak biasa (seperti buah naga, kiwi, plum, dll). Anda juga bisa  menawarkan buah utuh untuk dilihat dan dirasakan serta potongan seukuran gigitan sebagai perasa. 

Bicarakan tentang rasa, jenis buah apa, apakah mereka menyukainya dan di mana buah itu tumbuh, karena ini membantu meningkatkan koneksi otak yang terkait dengan setiap rasa dan buah. (Jangan lupa untuk periksa jika anak memiliki alergi pada buah tertentu!)

Aktivitas menyenangkan ini bisa juga dilakukan oleh orang dewasa sendiri, karena bisa jadi contoh yang positif untuk anak-anak, selain kita juga dapat menyadari betapa ajaibnya indera kita. 

Mengenal bahasa rasa adalah hal yang penting sekaligus seharusnya menjadi fase menyenangkan bagi anak. Sebab, anak mampu mengeksplorasi lebih banyak hal terkait rasa, bau atau tekstur makanan – makanan baru.

Jadi, apakah Anda sudah mengenalkan bahasa rasa pada anak? Jika belum, sekaranglah saatnya.

Baca juga:

  1. Mencegah “Picky Eater”, Kenalkan Makanan Sejak Dini 
  2. Atasi Gerakan Tutup Mulut (GTM) Pada Anak
Bagaimana Menurut Anda?
+1
3
+1
1
+1
0
Share with love
Member Premium SOP Member Premium SOP

Gabung Member Premium

Mulai perjalanan memahami emosi diri dan keluarga

Nikmati akses Kelas Video Belajar kapanpun & dimanapun

Gabung Sekarang

Sudah Member Premium? Masuk Di Sini

Contact Us School of Parenting
×

Info Masa Keanggotaan

Perpanjang Paket