Banner Header Promo Oktober

Mindful Parenting: Bagaimana Contoh Nyatanya?

Browse By

Mengasuh dengan kesadaran atau lebih dikenal dengan mindful parenting memang seperti sebuah teknik parenting yang ideal. Berdasar dari 3 prinsip yaitu; memberikan perhatian dengan kesadaran penuh, tidak menghakimi dan pemahaman penuh, mindful parenting menjadi satu teknik parenting yang sangat positif bagi orang tua dan anak. 

Tapi, pertanyaannya kemudian, bentuk perhatian dan pemahaman seperti apa sih yang seharusnya diberikan orang tua pada anak? Atau, bagaimana sih contoh nyata dari penerapan mindful parenting dalam aktivitas keseharian kita sebagai orang tua?

Nah, beberapa kasus keseharian berikut ini bisa dihadapi dengan penerapan mindful parenting loh, Parents!

  • Mindful Parenting saat Anak Tantrum di Toko

Siapa nih yang sering menghadapi anak yang tantrum di area publik seperti di toko, bank, mall, dsb? Sebagian besar dari kita mungkin sedang berkutat dengan anak yang tantrum. Sebagai orang tua, hal pertama yang sering dilakukan saat anak tantrum di area publik adalah ikut terbawa emosi dengan membelikan apapun yang diinginkan anak, asal anak tidak tantrum. 

Padahal kita bisa loh menangani anak tantrum ini dengan mindful parenting. Lalu, gimana sih caranya?

Pertama, sebisa mungkin jangan hiraukan orang lain yang sedang memandangi situasi kita. Meskipun, kita sering malu saat anak tantrum di ruang publik, ingatlah bahwa orang-orang yang memandangi kita saat itu juga pernah merasakan hal yang sama. Jadi, tak perlu malu dengan situasi yang sedang dihadapi. 

Kedua, observasi apa yang memicu anak menjadi tantrum. Mungkinkan karena ia lelah berada di keramaian, menginginkan sesuatu (permen, coklat, atau mainan), atau mungkinkah karena waktu tidur siang anak terlewat? 

Langkah selanjutnya adalah dengan menerima faktor yang memicu anak menjadi tantrum. Misalnya, jika anak tantrum karena terlalu lelah maka hal bijak yang bisa kita lakukan adalah segera mengajak anak untuk pulang dan beristirahat. Jadi, tidak berarti kita harus menuruti jika anak menginginkan mainan mahal yang ada di toko atau mall. 

penerapan mindful parenting

  • Mindful Parenting saat Anak Tidak Mau Tidur

Namanya anak-anak, pasti seringkali menolak dengan berbagai alasan saat diminta tidur dong! Lalu, apa yang perlu kita lakukan sebagai orang tua jika hal ini terjadi pada anak?

Nah, jika Mindful Parenting, adalah salah satu pola asuh yang kita terapkan pada anak, maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengambil waktu beberapa saat untuk tenang. Kita mungkin, mengkhawatirkan banyak hal sembari berusaha untuk tenang. Misalnya khawatir anak akan sakit jika waktu tidurnya berkurang, atau khawatir jika kita tidak bisa menikmati me-time lebih lama kalau anak tidak tidur?

Ya, semua kekhawatiran kita ini wajar. Namun kita perlu tenang dan menerima apa yang sedang terjadi. Alih-alih untuk emosi melihat anak menolak tidur, pikirkan bahwa situasi ini sangat normal terjadi dan bahwa semua anak-anak juga pernah mengalaminya. Bukan situasi ini akan terus kita alami setiap hari sepanjang usia kita bukan?

  • Mindful Parenting saat Anak Menolak Makan

Siapa sih yang tak pernah mengalami situasi dimana anak menolak makan? Semua orang tua pasti pernah mengalami situasi ini. Lalu, apa yang perlu kita lakukan?

Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah tetap tenang. Ingatkan diri kita sendiri bahwa hampir semua anak pernah mengalaminya dan bukan berarti kita gagal sebagai orang tua. 

Langkah kedua, lakukan observasi mengapa anak menolak untuk makan. Mungkin anak tidak menyukai bau dari bahan makanan tertentu di menunya, atau anak tidak menyukai tekstur makanan tertentu. Berbagai faktor bisa saja memicu anak menolak makan.

Jika kita sudah menemukan alasan dibalik anak menolak makan, maka segera lakukan langkah penanganan yang baik. Misalnya jika anak tidak suka bau amis di menu makanannya, kita bisa mengganti protein yang ada di menunya dengan protein nabati atau protein hewani yang tidak berbau amis. Atau, jika alasan anak menolak makan karena waktu makan yang hampir bersamaan dengan snack time, maka kita bisa atur ulang jadwal makan anak. 

Sebaiknya, pilih jadwal makan yang tidak terlalu dekat dengan snack time anak. Tujuannya, agar anak segera lapar kembali setelah snack time mereka. 

Mindful Parenting sebenarnya bisa dijadikan salah satu pilihan tipe pola asuh kita selama ini. Tentu saja, sebagai orang tua kita bisa memilih pola asuh mana yang sesuai dengan temperamen anak. Bukan berarti, apa yang baik bagi anak orang lain juga baik bagi anak kita bukan?

Baca juga:

  1.  Mindful Parenting itu Apa Sih?
  2. Tantangan 5 Hari Menuju Positive Parenting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *