Parenting Usia Sekolah

Panduan Masak Asyik Bareng Anak

Sebagai seorang ibu dan istri, tentunya anda pernah memasak bagi keluarga. Walaupun hanya memasak masakan yang sederhana. Lalu pernahkah anda mengajak si kecil untuk ikut memasak? Atau seberapa sering anda memasak di rumah?

Dilansir dari kolom lifestyle Kompas.com, beberapa tahun yang lalu, telah dilakukan survei oleh Meat & Livestock Australia (MLA) terhadap 250 ibu bekerja di Jakarta. Berdasarkan penelitian tersebut diperoleh fakta bahwa hanya 2 dari 10 orang ibu yang memasak bagi keluarganya pada akhir pekan. Sisanya memilih menghabiskan akhir pekan di luar rumah.

Meluangkan waktu untuk memasak di akhir pekan bagi keluarga sangat bermanfaat bagi anak. Psikolog anak Fabiola P. Setiawan, Mpsi, mengatakan bahwa dengan memasak di rumah, ibu bisa memberi kecukupan gizi yang berimbang bagi anak. Bahkan saat anak mulai terbiasa dengan rasa masakan ibu, anak bisa menolak untuk jajan di luar rumah.

Memasak di rumah juga bisa dilakukan bersama dengan anak. Kegiatan memasak bersama ini sebenarnya menyimpan banyak manfaat. Apa saja manfaat memasak bersama dengan anak? Yuk simak ulasannya.

Meningkatkan Wawasan Anak

 

 

Ternyata memasak bisa meningkatkan wawasan bagi anak. Dengan memberikan informasi pada mereka tentang kandungan gizi di tiap bahan makanan misalnya, anda bisa mengatakan kalau wortel mengandung vitamin A. Vitamin A tersebut baik bagi kesehatan mata.

Latihan Sensitivitas Rasa

Memasak memang membutuhkan keahlian mengecap berbagai rasa. Misalnya apakah rasanya sudah asin? Atau terlalu manis? Latihan ini sangat bermanfaat bagi anak. Banyak anak yang karena tidak pernah ikut memasak di dapur, bahkan tidak tahu cara membedakan gula dan garam.

Melatih Kepercayaan Diri Anak

Sembari memasak anda bisa mengajak anak berdiskusi. Kebiasaan mengajak anak diskusi bermanfaat bagi kehidupan kedepan anak. Anak menjadi mampu memberikan pendapat, mengambil keputusan yang tepat serta anak pun akan menjadi pribadi yang percaya diri.

Meningkatkan Daya Ingat Anak

Memasak bisa meningkatkan daya ingat anak, karena saat memasak anak dan ibu mengikuti resep masakan. Lama-kelamaan resep ini akan diingat oleh anak. Akhirnya anak bisa memasak bahkan tanpa membaca resep karena sudah ingat langkah-langkahnya.

Meningkatkan Tanggung Jawab

Dengan memasak bersama secara tidak langsung anda melatih anak untuk mandiri dan bertanggung jawab. Memasak bukan hanya kegiatan yang dilakukan saat di dapur. Namun, setelah masakan matang anak juga ikut menyiapkan makanan di meja makan. Juga setelah selesai memasak, anak perlu ikut membereskan dapur dan meja makan.

Kebiasaan ini membantu mereka untuk bertanggung jawab pada dirinya sendiri. Misalnya, saat berangkat sekolah, anak bisa dengan menyiapkan bekal makanannya sendiri.

Melatih Pola Makan Sehat

Setiap anak pasti suka sekali jajan. Nah, padahal jajanan yang ada belum tentu sehat dan terjamin kebersihannya kan? Itulah mengapa, dengan mengajak anak memasak bersama, anda melatih dia untuk tidak jajan sembarangan. Serta melatih anak untuk punya pola makan makanan sehat.

Hubungan Anak dan Parents Lebih Dekat

Memasak adalah salah satu bentuk quality time. Proses memasak akan mendekatkan hubungan antar keluarga. Karena terjadi proses diskusi dan komunikasi antara anak dan orang tua. Hubungan yang terjalin pun akan lebih dekat.

Umur Berapa Anak Bisa Memasak?

Tidak ada batasan umur yang pasti kapan anak bisa diajak memasak bersama. Ada yang memulai setelah usia anak 5 tahun, namun banyak juga yang memulai di usia 3.5 tahun.

Parents bisa melihat mulai dengan ketertarikan anak ketika melihat orangtuanya memasak, bila ia kelihatan tertarik, ajaklah ia memasak. Tentu bila memasak dengan balita Parents bisa memilih resep masakan yang sederhana dan mudah untuk ia ikuti.

Sebuah artikel dari bbcgoodfood.com menyebut, anak-anak dibawah usia 5 tahun bisa membantu tugas sederhana seperti mencuci buah dan sayuran, menyendok tepung atau gula, dan mengaduk adonan. Jadi tidak ada halangan usia untuk mulai mengajak anak-anak memasak ya, Parents.

Memasak bagi keluarga memang cukup penting. Kegiatan ini bisa dilakukan saat weekend. Ajaklah anak untuk ikut memasak. Parents tak perlu takut pakaian anak dan dapur menjadi kotor. Apalah arti kotor kalau dengan kotor soft skill anak lebih berkembang dan kedekatan kita dengan anggota keluarga jauh lebih erat.

Baca Juga :

  1. Apakah Ibu Harus Bisa Masak?
  2. Ajari Anak Menghargai Makanan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *