Banner Header Komunitas SOP

Parental Burnout: Jangan Sampai Mengalaminya !

Browse By

Ketika stres harian mengasuh anak menjadi semakin buruk, hal itu dapat berubah menjadi parental burnout. Ini adalah kelelahan parah yang membuat orang tua merasa terpisah dari anak-anak mereka dan mengganggu hal-hal terkait kemampuan parenting mereka. Jenis kelelahan ini memiliki konsekuensi serius bagi orang tua dan anak, serta meningkatkan resiko pengabaian dan kekerasan terhadap anak. 

Burnout pada dasarnya adalah sindrom kelelahan, ditandai dengan perasaan kewalahan, kelelahan fisik dan emosional, menjauh dari anak-anak secara emosional, dan perasaan menjadi orang tua yang buruk. Sayangnya, jarang terdapat studi terkait kondisi ini karena “parental burnout” dianggap hal yang “tabu”. 

Kok tabu? 

Ya, norma-norma yang berlaku dalam masyarakat mengharuskan kita menerima peran sebagai orang tua dengan “bahagia” dan “indah”, yang semestinya tidak ada tekanan.

Bangun jam 2 malam, tidak punya waktu tidur, kehilangan rasa percaya diri karena bentuk tubuh setelah melahirkan, semua dianggap sebagai “kodrat”, dan merupakan hal biasa yang harus disyukuri. Orang tua tidak boleh mengeluh. Padahal parental burnout adalah hal yang nyata dan perlu dianggap serius. 

Jadi apa yang bisa Parents lakukan untuk mengatasi Parental Burnout ini? 

Berikut beberapa hal yang Parents perlu perhatikan:

  1. Mengenali Tingkat Stress Anda :

Itu benar. Anak-anak kita bergantung pada kita. Hubungan pengasuhan sangat penting untuk perkembangan psikologis anak-anak.

Masalahnya, kita tidak bisa memberikan apa yang tidak kita miliki. Jika kita “terputus” dari diri kita sendiri, maka kita tidak bisa memberikan keterikatan, cinta, dan pengasuhan. Jika kita berada di level stress yang tinggi, kita tidak bisa selalu merespons dengan sabar dan peduli.  Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui kapan tingkat stress mencapai level tinggi dan memahami apa yang harus dilakukan karenanya. 

apa itu parental burnout dan bagaimana cara mengatasinya?

2. Menjadi Orang Tua yang “Cukup Baik”

Meskipun bukan cerita baru, ibu-bu kerap berada di bawah banyak tekanan untuk “melakukan semuanya.” Dalam budaya kita, masyarakat cenderung menghargai “citra” orang tua yang berusaha memberikan kehidupan yang sempurna bagi anak-anak mereka. 

Namun, James Lehman akan mengatakan bahwa menjadi orang tua yang “cukup baik”, artinya secara konsisten merawat anak-anak Anda. Ini adalah kuncinya. 

Parents tidak harus menjadi Ibu Super tanpa cacat untuk membesarkan anak-anak dengan baik. Jadi, santailah sedikit. Seimbangkan waktu untuk memenuhi kebutuhan keluarga Anda sambil tetap merawat diri sendiri, sangat mungkin memberikan hasil yang lebih baik daripada selalu berusaha menjadi orang tua yang sempurna. 

3. Carilah Dukungan 

Ketika Parents sudah merasa “berasap”, gunakan dukungan yang sudah dimiliki atau cari dukungan baru. Hal ini bisa berarti menghubungi kakek-nenek, saudara, atau pengasuh anak untuk memberi Anda sedikit kelonggaran dari pengasuhan setiap kali merasa kelelahan.

Gunakan waktu ini sebaik-baiknya untuk melakukan sesuatu yang memulihkan diri sendiri — berolahraga, bersantai, makan siang bersama pasangan Anda, minum kopi bersama teman — apapun yang membangkitkan semangat Anda. Lupakan sejenak hal-hal terkait pengasuhan anak yang melelahkan. 

4. Kenali dan Fokus pada Hal Positif

Ketika orang putus asa dan lelah, sulit untuk melihat hal yang positif. Dalam masa-masa sulit itu, berlatihlah untuk mengingatkan diri sendiri tentang beberapa hal yang berkembang atau beberapa kemajuan kecil dalam kehidupan Parents dan anak. Mengakui keberhasilan kecil dan membangun kekuatan adalah batu loncatan bagi Parents untuk menaklukkan perasaan-perasaan negatif. 

Menemukan cara untuk merawat diri sendiri sebagai orang tua bisa menjadi tantangan, tetapi bukan tidak mungkin. Setiap situasi adalah unik, dan lihatlah situasi ini sebagai perjalanan parenting Anda. 

Jangan pernah ragu untuk meminta bantuan orang lain, bila Anda merasa sedang berada di situasi yang memicu perilaku negatif.  Kunjungi profesional dan tanyakan pada ahli terpercaya kami secara pribadi di sesi Tanya Ahli.

Jika memiliki waktu untuk diri sendiri, cobalah untuk tidak merasa bersalah. Ingatkan diri sendiri bahwa Anda akan menjadi orang tua yang lebih baik karenanya, dan bahwa Anda dapat memberikan contoh kepada anak – anak tentang pentingnya merawat diri sendiri.

Baca Juga:

  1. Benarkah Sedih itu Tidak Sehat?
  2. Kenali Kebahagiaan Diri Yuk !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *