Punya Anak Cerewet Asyik Sih, Tapi Harus Hati-Hati Menghadapinya!

“Mama ini apa ya?”

“Mama kok bukunya ditaruh di sini kenapa sih?”

“Mama, adek gak suka sama warna baju adek yang baru!”

“Mama, memangnya kenapa Adek ndak boleh makan cokelat? Kan adek rajin sikat gigi sekarang?”

“Mama, gimana kalau besok kita jalan-jalan .. Setelah Mama pulang kerja..”

“Mama… Mama… Mama…”

—————————————————————————————-

Anak Anda seringkali bertanya, berkomentar atau memiliki pendapat sendiri tentang segala sesuatu, bahkan sering dibilang cerewet? Duh, pasti cukup pusing ya mendengar celotehannya setiap saat dan tanpa henti dari mulai bangun tidur hingga waktu tidur lagi.

Ya, memiliki anak yang tergolong cerewet memang punya tantangan tersendiri. Beberapa Parents berpendapat bahwa anak cerewet adalah anak yang “rame” dan periang. Tapi, tak sedikit yang merasa terbebani memiliki anak cerewet karena anak jadi sulit mendengarkan pendapat orang lain.

Nah, benarkah anak cerewet tanda anak periang? Apa saja sih plus-minus punya anak cerewet?

Kelebihan Punya Anak Cerewet:

1. Pembicara yang Handal

Kelebihan punya anak cerewet yang utama adalah memiliki anak yang pandai bicara dan bisa dibilang pembicara yang handal. Jika Anda memiliki anak yang cukup cerewet maka Anda dengan mudah mengetahui apa saja yang perlu Anda tahu dan yang tidak perlu Anda tahu.

Misal, anak akan mengatakan kalau dia sedang sakit, sedih, bahagia dan emosi lainnya yang sedang dirasakan. Tapi, tentunya dengan berbagai macam detail yang tidak perlu Anda tahu. Anak juga akan memberitahu jika dia tidak paham akan sesuatu. Nah, hal ini sebenarnya sangat membantu dalam hal parenting karena Parents tidak perlu menebak lagi masalah yang sedang dihadapi oleh anak kedepannya.

2. Selalu Memiliki Pendapat

Siapa yang sering bertanya pendapat anak tentang sesuatu? Nah jika Anda memiliki anak cerewet, maka tidak perlu pusing lagi karena anak akan menjawabnya dengan panjang lebar, bahkan tanpa jeda.

Kelebihan seperti ini sebenarnya cukup membantu jika Anda menginginkan pendapat yang jujur dari Anak tentang sesuatu yang penting.

Contoh, jika Anda penasaran “Apakah tempat kursus musiknya yang baru menyenangkan?” Dengan mengetahui pendapat anak, maka Anda bisa mengambil langkah selanjutnya untuk meneruskan kursus di tempat tersebut atau justru pindah ke tempat lainnya.

3. Teman yang Menyenangkan

Anak yang cerewet memang bisa dijadikan teman yang menyenangkan. Khususnya jika Anda hanya berada sendirian dengannya. Anda tidak perlu bosan lagi karena ada anak yang bisa diajak bercerita tentang hal yang menyenangkan. Kelebihan anak cerewet yang satu ini cukup bisa diandalkan lho, Parents.

4. Mudah Bergaul

Bukan hanya teman yang menyenangkan, anak yang cerewet seringkali mudah bergaul dan memiliki banyak teman. Jadi jangan heran jika anak cukup terkenal di lingkungan pertemanan ya Parents.

5. Sangat Menghibur

Nah, selain teman yang menyenangkan, anak cerewet juga sangat menghibur. Bagaimana tidak, anak mungkin saja bisa menghibur Anda dengan berbagai macam celotehannya yang menyenangkan dan lucu. Jadi, jika suatu saat Anda merasa sedih karena berbagai masalah kehidupan yang dihadapi, jangan pusing. Cukup luangkan waktu bersama anak dan temukan kebahagiaan kembali. Mudah bukan?

6. Sangat Informatif

Siapa sangka memiliki anak cerewet memang cukup menyenangkan karena kelebihan yang dimiliki. Nah, kelebihan punya anak cerewet lainnya adalah Anda bisa memiliki berbagai informasi penting dari anak.

Saat Anda ingin tahu apa kesulitannya dalam belajar matematika misalnya, anak akan menceritakannya dengan gamblang dan tanpa ditutup-tutupi. Dengan begitu Anda mengerti kesulitannya dan bisa mengambil langkah tepat untuk mengatasi persoalan tersebut.

Walaupun punya anak cerewet cukup membantu Parents dalam berbagai hal, namun adakalanya memiliki anak cerewet juga punya  tantangan tersendiri. Nah beberapa kekurangan memiliki anak cerewet adalah sebagai berikut

Tantangan Punya Anak Cerewet:

1. Tidak Ada Fokus dalam Pembicaraan

Salah satu tantangan punya anak cerewet adalah tidak adanya fokus pembicaraan saat mengobrol dengannya. Biasanya anak akan mendorong Parents berbicara apa saja yang sedang ada dipikirannya. Anda mungkin saja lupa hal apa yang sedang dibicarakan di awal obrolan dengan anak.

Kondisi seperti ini bisa cukup meresahkan Parents, karena Anda bahkan tidak bisa menyampaikan maksud Anda dengan jelas pada anak. Semisal saat Anda ingin menasehati Anak harus bangun pagi, pembicaraan mungkin akan melebar hingga topik lainnya. Akhirnya pesan yang ingin Anda sampaikan pada anak jadi kabur dan kurang jelas.

2. Terbatasnya Ketenangan Hidup

Tantangan lain saat punya anak cerewet adalah terbatasnya “saat tenang”. Bagaimana tidak, anak mungkin saja akan berbicara terus tanpa kenal lelah. Kondisi seperti ini bisa membuat Anda memiliki waktu tenang yang terbatas.

3. Banyak Bertanya

Pernahkah Anda bertanya apa saja yang sering dibicarakan oleh anak cerewet? Ya, kebanyakan adalah pertanyaan. Mulai dari pertanyaan penting hingga pertanyaan yang tidak harus Anda jawab karena anak sudah tahu jawabannya.

4. Sulit Mendapat Giliran Bicara

Bagaimana bisa mendapat kesempatan bicara? Bahkan untuk menghentikan celotehannya saja sudah sangat sulit. Akhirnya, Anda akan berada dalam posisi hanya sebagai pendengar yang baik.

5. Anak Tidak Mau Mendengarkan

Karena terlalu banyak bicara, akibatnya anak tidak mau mendengarkan orang tua. Inilah kekurangan punya anak cerewet lainnya Parents.

menanggapi anak cerewet

Bagaimana  Menghadapi Anak Cerewet?

1. Bersyukur

Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk menghadapi kekurangan dan kelebihan punya anak cerewet adalah dengan bersyukur. Bersyukur karena Anda memiliki anak yang mudah berbagi tentang berbagai macam hal pada orang tuanya. Tentunya hal ini akan memudahkan pola asuh Anda sebagai orang tua.

2. Hargai

Sikap anak yang suka sekali berbicara ini tetap harus dihargai ya, Parents. Siapa tahu kebiasaan cerewetnya ini bisa bermanfaat di masa depan. Anak bisa jadi tertarik di dunia entertain atau dunia hiburan seperti menjadi host. Tak hanya itu, anak yang cerewet juga seringkali mudah bergaul dan memiliki banyak teman. Tentunya hal ini cukup baik bagi anak.

3. Biarkan Saja Anak Cerewet

Nah, daripada bingung menghadapi tingkah anak yang cerewet ini, lebih baik biarkan saja Parents. Anda tidak akan tahu sampai kapan kebiasaan ini dilakukan anak. Mungkin saja anak akan lebih pendiam bahkan cenderung menghindar dan tidak mau jujur pada Parents saat ia dewasa nanti. Jadi gunakan kesempatan ini untuk tetap dekat dengannya.

4. Ikut Terbawa Arus

Anda boleh juga ikut terbawa arus berbicara dengan anak. Biarkan anak berbicara apa saja, dan ikuti saja arah pembicaraannya. Cara seperti ini bisa digunakan untuk saling mendekatkan diri satu sama lain.

5. Dengarkan

Sebaiknya tidak perlu melawan anak yang cerewet dengan cara menghindar atau menyuruhnya diam. Jeanne Williams, seorang psikolog dan ahli parenting menyarankan hal ini agar Anda bisa mendengarkan hal penting dari anak. Williams juga menyebutkan bahwa cara ini dilakukan agar anak mau berbagi hal penting saat remaja nanti.

Mempunyai anak cerewet memang pengalaman parenting tersendiri. Banyak kelebihan yang nampak dari anak, namun tak sedikit juga tantangannya. Tugas Anda sebagai orang tua adalah tetap mengarahkan anak pada koridor yang baik dan positif, agar kebiasaan cerewetnya ini menjadi hal yang bisa diambil manfaatnya ketika dewasa kelak.

Baca juga:

  1. Apa Sih Sulitnya Remaja Buat Remaja Terbuka ke Orangtua?
  2. Alasan Mengapa Anak Tidak Mau Mendengarkan Orang Tua
Bagaimana Menurut Anda?
+1
2
+1
2
+1
0
Share with love
Member Premium SOP Member Premium SOP

Gabung Member Premium

Mulai perjalanan memahami emosi diri dan keluarga

Nikmati akses Kelas Video Belajar kapanpun & dimanapun

Gabung Sekarang

Sudah Member Premium? Masuk Di Sini

Contact Us School of Parenting
×

Info Masa Keanggotaan

Perpanjang Paket