Siap Mental! Catat Tantangan Potty Training Anak Ini

27 April 2020

Siap Mental! Catat Tantangan Potty Training Anak Ini

Melatih anak untuk pergi ke toilet sendiri atau potty training, memang tidak pernah mudah. Apalagi jika selama ini anak sudah sangat nyaman menggunakan diapers dan tak perlu terburu-buru ketika ingin BAB atau BAK. 

Banyak sekali tantangan potty training yang mungkin pernah Parents alami bersama si kecil. Mulai dari si kecil yang sering menahan BAB/BAK karena sibuk bermain atau si kecil yang belum sadar bahwa ia sedang ingin BAB/BAK. Lalu, apa lagi sih yang kira-kira akan menjadi tantangan potty training bagi Parents dan anak? 

Tantangan potty training

  • Belum Bisa Mengontrol BAB/BAK

Saat pertama kali anak belajar potty training, anak akan cukup sulit mengontrol kapan harus BAB/BAK. Alhasil, seringkali sebelum selesai melepas celana, si kecil sudah BAB/BAK. Memang, potty training itu perlu waktu yang tak sebentar Parents. Jadi jangan mudah menyerah dan terus latih anak potty training sampai ia mahir. 

  • Tidak Mau Duduk/Jongkok di Toilet

Apakah Parents juga mengalami tangan ini? Ya, saat mulai potty training, beberapa anak menolak untuk duduk/jongkok di kloset untuk alasan tertentu. Mungkin si kecil merasa takut masuk ke dalam toilet atau takut bahwa toilet tersebut akan menyedot ia ke dalam saat Parents menekan tombol flush. 

Ketakutan si kecil ini bukan tanpa alasan loh Parents. Ketakutan ini bisa jadi karena ia sering melihat kotoran yang ada di toilet akan hilang saat tombol tersebut ditekan. Untuk itu, jelaskan pada anak bahwa hal tersebut tidak akan terjadi padanya. Jika anak masih sangat takut, Parents bisa memegangnya erat saat BAB/BAK agar ia lebih tenang. 

Tantangan Potty Training anak

  • Trauma dengan potty training

Tantangan lain saat potty training adalah trauma yang dialami oleh anak. Beberapa anak bisa saja menolak potty training karena pernah mengalami kesulitan BAB/BAK hingga terasa sakit atau sembelit. Rasa sakit ini sangat mungkin membuatnya menolak potty training. 

Namun, Parents tidak boleh menyerah, terus bujuk anak untuk melakukan potty training, khususnya saat anak sudah benar-benar terlihat menahan BAB/BAK. Dalam hal ini, kejelian Parents sangat dibutuhkan. 

  • Masih Mengantuk atau Sibuk Bermain

Masih mengantuk atau sedang sibuk bermain dan menolak untuk potty training? Rasanya inilah tantangan yang paling sering terjadi pada anak-anak. Pasalnya, salah satu cara melatih potty training bagi anak adalah ajak anak pergi ke toilet di jam-jam tertentu secara konsisten. Misalnya, di jam-jam malam setelah ia tidur atau di jam-jam tertentu saat anak bermain. 

Nah, jika Parents mengalami penolakan oleh anak, karena ia masih mengantuk atau sibuk bermain, sebaiknya jangan menyerah begitu saja. Potty training, memang perlu dilakukan secara konsisten agar anak segera bisa pergi ke toilet secara mandiri dan terlepas dari diapers

Apa yang Perlu Dihindari Orang Tua Saat Melatih Anak potty training?

  1. Tidak boleh memaksa (lakukan potty training saat anak siap) .
  2. Hindari menyalahkan anak karena belum mampu lancar saat potty training.
  3. Hindari membandingkan anak dengan anak lain.
  4. Jangan mudah goyah (harus konsisten).
  5. Hindari langsung menghentikan penggunaan diapers. 
  6. (Lakukan secara perlahan. Misalnya, hanya gunakan diapers saat tidur siang dan malam, lalu hanya gunakan diapers saat si kecil tidur malam, kemudian stop penggunaan diapers sama sekali)

Banyak tantangan potty training yang sangat mungkin Parents alami bersama si kecil. Dalam menghadapi tantangan tersebut, sikap konsisten Parents sangat diperlukan agar si kecil bisa segera mahir untuk pergi ke toilet sendiri. Beberapa catatan di atas bisa Parents jadikan sebagai referensi dalam melatih potty training pada anak

Baca Juga:

  1. Stop Diapers: Ajarkan Si Kecil “Potty Training”

Rekomendasi Kelas Online Bersama Ahli : Widya Thresia, M.Psi., Psikolog, CBCS

Bye Bye Diapers, Tips Toilet Training Tanpa Drama

Bagaimana Menurut Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tag:

Share with love