Banner Header Komunitas SOP

Stres Sebelum Ujian? Yuk, Bantu Anak Persiapkan Diri Hadapi Ujian

Browse By

Ujian Nasional sebentar lagi dimulai nih! Apa saja yang sudah anak persiapkan untuk menghadapi ujiannya? Apakah Ia sudah mengikuti berbagai macam kursus mata pelajaran? Lalu, bagaimana dengan kondisi psikologisnya? Apakah anak terlihat sangat cemas menghadapi ujian?

Rasa cemas dan stres yang dirasakan anak sebelum menghadapi ujian memang wajar terjadi kok Parents. Dilansir dari kumparan, menurut psikologi anak Anna Surti Ariani, M.Psi Psi, kesiapan anak dalam menghadapi ujian memang berbeda-beda. Ada anak yang terlihat santai saat menghadapi ujian, ada juga anak yang terlihat sangat cemas dan stres menghadapi ujian. Namun, ada juga anak yang merasa stres saat menghadapi ujian pada mata pelajaran tertentu.

Misalnya saat anak menghadapi ujian Bahasa Indonesia , anak terkesan santai dan tenang, namun anak berubah menjadi cemas, khawatir atau stres saat menghadapi ujian Matematika.

Meskipun kondisi ini cenderung wajar dialami anak saat menghadapi ujian, sebaiknya jangan sampai stres ini membuat kondisi kesehatan anak menurun. Apalagi sampai membuat anak merasakan sakit kepala, hingga tidak bisa konsentrasi dalam belajar. Lalu bagaimana mengatasi stres pada anak sebelum ujian?

Cara Atasi Stres Pada Anak Sebelum Ujian:

  • Pahami Sumber Stres dan Kecemasan Anak

Hal pertama yang perlu Parents lakukan untuk membantu menghadapi stres pada anak adalah dengan mencari sumber stres berasal. Sebaiknya tanyakan pada anak hal apa yang ditakutkan sehingga membuatnya stres. Jika stres ini karena anak akan menghadapi ujian, maka tanyakan kembali apakah ada mata pelajaran yang belum Ia kuasai? Atau ada hal lain yang membuatnya stres, misalnya anak stres memikirkan jalan macet yang bisa jadi membuatnya terlambat mengikuti ujian?

Jika Anda sudah menemukan sumber stres anak, maka segera atasi dengan tepat. Misalnya jika sumber stres anak karena ada beberapa materi pelajaran yang belum dikuasai benar, maka bantu anak untuk mengulang kembali materi pelajaran tersebut. Parents bisa menemani anak untuk berlatih soal-soal mata pelajaran tertentu.

  • Beri Treatment Khusus

Cara lain untuk membantu anak mengatasi stres anak sebelum ujian adalah dengan memberi anak treatment khusus yang membantunya tetap tenang. Misalnya Anda bisa menyeduhkan minuman hangat kesukaaan anak, bernyanyi atau sekedar bercanda dengan anak, bahkan melakukan perawatan tubuh, seperti creambath untuk mengurangi pusing kepala karena stres. Cara ini cukup ampuh untuk membantu anak mengatasi stresnya lho. Parents tentu bisa memberikan treatment lain sesuai dengan kebiasaan anak, sehingga membantunya tetap tenang.

  • Jangan Menambah Tekanan Stres Anak

Cara lainnya untuk mengatasi stres anak sebelum menghadapi ujian adalah dengan tidak meremehkan stres anak. Misalnya jangan anggap bahwa stres anak ini karena dibuat-buat. Pasalnya hal ini justru akan menambah beban pikiran anak. Anak mungkin akan berpikir bahwa Anda sudah tidak lagi percaya padanya. Kondisi seperti ini juga semakin menekan mental anak dan membuatnya semakin stres.

Tak hanya itu, hindari juga bersikap “kesal” pada anak karena anak selalu stres sebelum ujian. Misalnya dengan mengatakan “ Mama kesal deh sama adek,kenapa sih selalu stres sebelum ujian”. Hal ini justru akan membuat anak semakin stres lho Parents.

  • Bangun Kepercayaan Diri Anak

Alih-alih menambah tekanan anak, sebaiknya segera bangun kepercayaan diri anak. Caranya adalah dengan menyebarkan perasaan dan semangat positif pada anak. Bisa anda katakan pada anak “Adek pasti bisa, tidak perlu terlalu khawatir.” Anda juga bisa mengajarkan anak untuk mengatakan, “Aku bisa, dan aku akan berusaha maksimal”.

Dengan menyebarkan semangat positif ini, kepercayaan diri pada anak mulai tumbuh. Cara ini juga bisa membantunya mengurangi stres sebelum ujian.

  • Dampingi Anak Secara Emosional

Stres anak sebelum menghadapi ujian juga bisa diatasi dengan mendampingi anak secara emosional.

Semisal dengan lebih memperhatikan dan mendengarkan keluhan anak. Sebaiknya luangkan waktu untuk mendampinginya belajar. Anda juga bisa mengajari doa-doa tertentu sesuai dengan keyakinan anda, agar anak lebih tenang dan percaya diri menghadapi ujian.

  • Pastikan Anak Beristirahat Cukup

Istirahat yang cukup ternyata cukup bisa mengatasi stres pada anak sebelum ujian. Sebaiknya pastikan anak tidak terlalu lelah dan memiliki waktu istirahat cukup sebelum ujian tiba.

Terlalu memforsir anak belajar di malam sebelum ujian justru akan membuatnya stres, bahkan mungkin membuatnya tidak konsentrasi di saat ujian. Untuk itu, pastikan bahwa anak belajar jauh hari sebelum ujian, sehingga persiapannya lebih matang.

  • Bantu Anak Atur Strategi dan Jadwal Belajar

Sistem SKS, atau sistem kebut semalam, alias belajar semua hal dalam waktu semalam sangat tidak dianjurkan. Disamping pelajaran yang dipelajari tidak bisa dicerna dengan baik, sistem SKS ini juga membuat anak semakin stres dan lelah. Untuk itu, sebaiknya bantu anak atur jadwal belajar jauh hari sebelum ujian. Anda bisa menyesuaikan jadwal belajar anak dengan jadwal kursus mata pelajaran yang sudah diambil.

Tak hanya itu, bantu juga anak untuk membuat ringkasan khusus dari materi pelajaran yang sudah dipelajari. Ringkasan ini bisa berupa poin-poin sederhana untuk mengingatkan anak kembali tentang materi pelajaran tertentu. Misalnya untuk mata pelajaran matematika, anak bisa merangkum rumus-rumus tertentu.

Stres yang dialami anak sebelum ujian sebenarnya wajar, namun sebagai Parents tetap harus membantu anak mengatasinya. Sebaiknya dampingi anak selama belajar agar anak merasa lebih tenang. Parents juga bisa membantu anak mengatur strategi dan jadwal belajar jauh hari sebelum ujian. Cara ini membantu anak agar lebih siap menghadapi materi dalam ujian. Yang terpenting dalam membantu anak mengatasi stres sebelum ujian adalah dengan tidak menambah beban pikirannya.

Artikel Terkait:

  1.     Stres dan Gangguan Kecemasan Mengintai Anak!
  2.     Bagaimana Menumbuhkan Kepercayaan Diri Pada Anak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *